Pj Bupati Jombang: Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal Sangat Penting, Mengingat Rokok Ilegal Masih Menjadi Pilihan

- Penulis

Jumat, 25 Oktober 2024 - 11:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo foto bersama saat penutupan Jombang Fets 2024, pada Rabu (23/10/2024) di alun-alun Jombang, hadir Sekdakab Agus Purnomo, Asisten, Staf Ahli, Forkompimda, Kepala OPD, Ketua DPRD Jombang Hadi Admaji beserta jajaran, Fungsional Ahli I Bea Cukai Kediri Viki Hendra Puspita, Direktur BUMD, Camat se Kabupaten Jombang, Kepala Desa se Kabupaten Jombang, Tokoh Agama, serta seluruh masyarakat Kabupaten Jombang.

Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo foto bersama saat penutupan Jombang Fets 2024, pada Rabu (23/10/2024) di alun-alun Jombang, hadir Sekdakab Agus Purnomo, Asisten, Staf Ahli, Forkompimda, Kepala OPD, Ketua DPRD Jombang Hadi Admaji beserta jajaran, Fungsional Ahli I Bea Cukai Kediri Viki Hendra Puspita, Direktur BUMD, Camat se Kabupaten Jombang, Kepala Desa se Kabupaten Jombang, Tokoh Agama, serta seluruh masyarakat Kabupaten Jombang.

Pj Bupati Jombang: Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal Sangat Penting, Mengingat Rokok Ilegal Masih Menjadi Pilihan

Jombang, layang.co – Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo mengatakan sosialisasi gempur rokok ilegal sangat penting, mengingat rokok ilegal masih menjadi pilihan bagi sebagian masyarakat karena harga yang ditawarkan lebih murah.

Dampak yang ditimbulkan dari rokok ilegal tidak hanya mengacam kesehatan masyarakat, tetapi dapat merugikan pendapatan negara.

Selain itu, potensi penerimaan yang hilang akibat rokok ilegal dapat mengganggu berbagai program pembangunan. Seperti, penyediaan infrastruktur, bantuan sosial, kegiatan petani, serta kegiatan penting lainnya yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Adanya sosialisasi ini, Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo berharap kepada masyarakat untuk semakin memahami ketentuan perundang-undangan terkait cukai dan mampu membedakan antara rokok ilegal dan rokok legal.

Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang yang bersinergi dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Kediri.

“Upaya bersama ini, untuk menekan peredaran rokok ilegal yang bertujuan mengamankan penerimaan negara dari cukai hasil tembakau,” kata Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo saat menyampaikan sambutan penutupan Jombang Fest, di alun-alun Jombang, Rabu (23/10/2024) malam.

Penutupan Jombang Fest 2024, Peringatan Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Jombang ke-114, Hari Santri Nasional dan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur, dirangkai dengan kegiatan Jombang bersholawat dan sosialisasi gempur rokok ilegal, dihadiri Sekdakab Agus Purnomo, Asisten, Staf Ahli, Forkompimda, Kepala OPD, Ketua DPRD Jombang Hadi Admaji beserta jajaran, Fungsional Ahli I Bea Cukai Kediri Viki Hendra Puspita, Direktur BUMD, Camat se Kabupaten Jombang, Kepala Desa se Kabupaten Jombang, Tokoh Agama, serta seluruh masyarakat Kabupaten Jombang.

Baca Juga:  Kesadaran Tugas Pengelola Arsip di Kabupaten Jombang Masih Rendah

Pj Bupati Jombang berharap, masyarakat Kabupaten Jombang untuk semakin memahami ketentuan perundang-undangan terkait cukai dan mampu membedakan antara rokok ilegal dan rokok legal.

Dibagian lain, Pj Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Jombang untuk mensukseskan Pilkada Serentak 2024 Pemilihan Gubernur – Wakil Gubernur Jawa Timur, Pemilihan Bupati – Wakil Jombang secara aman dan damai.

“Seluruh masyarakat agar menggunakan hak pilih dengan bijaksana, tidak golput. Beda pilihan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, jangan sampai mudah terprovokasi oleh pihak yang berusaha memecah belah persatuan dan kerukunan masyarakat Kabupaten Jombang,” pesan Pj Bupati.

Berkaitan dengan itu, Fungsional Ahli I Bea Cukai Kediri, Viki Hendra Puspita ketika sosialisasi gempur rokok ilegal menjelaskan, cukai adalah pungutan negara yang dikenakan terhadap barang-barang tertentu yang karakteristiknya diatur oleh undang-undang.

“Rokok Ilegal perlu digempur karena Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) merupakan penopang APBN yang signifikan besar, untuk pembiayaan bidang kesehatan, infrastruktur, serta kesejahteraan masyarakat,” ungkap Viki Hendra Puspita.

Ia menerangkan, ciri-ciri rokok ilegal yang perlu diketahui seluruh elemen masyarakat yakni, rokok polos yang tidak dilengkapi pita cukai, pita cukai palsu, serta pita cukai bekas.

Untuk itu, Fungsional Ahli I Bea Cukai Kediri berpesan agar masyarakat terus bersinergi bersama untuk menggempur peredaran Rokok Ilegal karena dapat merugikan pendapatan negara. (dan)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel layang.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD dan Pemkab Kebut Pembahasan Raperda Pengelolaan Aset Daerah
Grebeg Apem 2026 di Jombang: Merawat Tradisi, Sambut Ramadhan 1447 H
Matangkan RKPD 2027 Musrenbang di Kecamatan Diwek, Pemkab Jombang Usung Tema Integrasi Industti dan Sektor Primer
Hasil Musrenbang di Ploso untuk Wilayah Brantas, Tahun 2027 Sektor Pertanian sebagai Pondasi Industri Konvensional dan Digital
Musrenbang 2026 di Gudo: Pembangunan 2027, Prioritas Peningkatan Jalan Kabupaten Rp 1 Miliar dan Peneranan Jalan Umum Rp 200 Juta di Wilayah Kecamatan
Pemkab Launching ADD dan PDRD 2026, Bupati Jombang Tekankan Kemandirian Ekonomi Desa
DPRD Jombang Gelar Rapat Paripurna, Bupati Warsubi Sampaikan Pendapat Akhir, Setujui Raperda Desa Sadar Hukum Menjadi Perda
Bupati Warsubi Buka Musrenbang 5 Kecamatan di Peterongan untuk Menyelaraskan Usulan Desa dengan Prioritas Nasional

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 14:37 WIB

DPRD dan Pemkab Kebut Pembahasan Raperda Pengelolaan Aset Daerah

Jumat, 13 Februari 2026 - 12:48 WIB

Grebeg Apem 2026 di Jombang: Merawat Tradisi, Sambut Ramadhan 1447 H

Kamis, 12 Februari 2026 - 11:36 WIB

Matangkan RKPD 2027 Musrenbang di Kecamatan Diwek, Pemkab Jombang Usung Tema Integrasi Industti dan Sektor Primer

Kamis, 12 Februari 2026 - 11:03 WIB

Hasil Musrenbang di Ploso untuk Wilayah Brantas, Tahun 2027 Sektor Pertanian sebagai Pondasi Industri Konvensional dan Digital

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:34 WIB

Musrenbang 2026 di Gudo: Pembangunan 2027, Prioritas Peningkatan Jalan Kabupaten Rp 1 Miliar dan Peneranan Jalan Umum Rp 200 Juta di Wilayah Kecamatan

Berita Terbaru

Photo searah jarum jam: Photo kiri atas: Bupati Jombang H Warsubi menyampaikan jawaban atas pertanyaan fraksi. Photo kanan atas: Pimpinan DPRD bersama Bupati – Wakil Bupati. Photo kanan-kiri bawah: Penuh kehangatan Bupati menyampaikan salam kepada anggota DPRD Jombang, Kamis (12/2/2026)..

Pemerintahan

DPRD dan Pemkab Kebut Pembahasan Raperda Pengelolaan Aset Daerah

Jumat, 13 Feb 2026 - 14:37 WIB