Beranda blog

Disporapar Gelar Tenis Lapangan, Bupati Minta Pelti Lakukan Sparing dengan Atlet Nasional

0
Bupati Jombang Hj Mundjidah Wabah bersama Forpimda melepas balon tanda pembukaan Kejuaraan Tenis Lapangan Piala Bupati Cup Tahun 2022, di Kebunrojo, Jombang, Sabtu (3/12/2022)

Disporapar Gelar Tenis Lapangan, Bupati Minta Pelti Lakukan Sparing dengan Atlet Nasional

Jombang, layang.co -Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab menyerukan kepada Pengurus PELTI  untuk segera melakukan latih tanding, atau sparing dengan atlet nasional, guna meningkatkan skill atlet Kabupaten Jombang yang akan diturunkan pada ajang PORPROV 2023.

“Logikanya, sebagai tuan rumah harus menjadi juara. Untuk mencapai tujuan itu kemampuan atlet harus ditingkatkan kualitasnya, dengan cara mengundang atlet luar biasa dari luar Jombang agar skill atlet Jombang bisa meningkat,” tutur Bupati, Sabtu (3/12/2022).

Bupati menyampaikan hal tersebut saat membuka Kejuaraan “Bupati Cup Tenis Lapangan Tahun 2022” bertempat di Lapangan Tenis Kebunrojo, Jombang. Hadir Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi, Kapolres Jombang, Dan Saatradar 222 Ploso, Perwakilan dari Kodim, Perwakilan Ketua Pengadilan Negeri, Sekdakab Agus Purnomo, Kepala Disporapar Bambang Nurwiyanto, para Asisten dan sejumlah Kepala OPD terkait serta Ketua Umum KONI Kabupaten Jombang, Heru Ariwanto, Ketua Formi Kabupaten Jombang Wiwin Sumrambah.

Legalitas kejuaraan ditandai dengan pemotongan, pelepasan seikat balon berwarna biru muda oleh Bupati didampingi Forpimda disaksikan oleh para peserta, dilanjutkan pemukulan bola tenis pertama oleh Bupati.

Kejuaraan digelar oleh Dinas Porapar, diikuti 16 tim dengan jumlah peserta 112 pemain, tiap tim berisi 7 orang. Kegiatan dilaksanakan mulai Sabtu dan Minggu (4/11/2022),  mempertandingkan kategori beregu putra, dengan klasifikasi; kelas ganda bebas (Yunior/senior bisa bertanding), kelas ganda 90 tahun dengan batas minimal usia 45 tahun, dan ganda 100 tahun dengan batas minimal usia 50 tahun.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Drs Bambang Nurwiyanto, M.Si mengatakan, kejuaraan ini bertujuan untuk menyemarakkan olahraga, meningkatkan kebugaran atlet dan masyarakat Jombang, disamping meningkatkan prestasi yang terukur.

“Diharapkan melalui kejuaraan ini muncul bibit baru petenis di Kabupaten Jombang,” ucapnya, sembari menyampaikan laporan kegiatan.

Bupati berharap, momentum ini bukan semata dimanfaatkan mencari juara semata.  Akan tetapi, tujuan utama adalah menjadikan diri kita sehat, sehingga bisa beraktifitas secara maksimal. Selebihnya, bisa mengajak lingkungan anak-anak generasi muda untuk menjadi atlet tenis lapangan, selanjutnya untuk dibina agar prestasinya lebih meningkat.

Bupati menyampaikan apresiasi  setinggi-tingginya Piala Bupati Cup 2022 telah digelar kembali setelah terjeda 2 tahun, akibat pandemic Covid-19. Tempo doeloe, menurut Bupati,  pemain tenis lapangan hanya dilakukan oleh pejabat tinggi negara, karena yang bawa penjajah Belanda. Tetapi era sekarang,  masyarakat Kabupaten Jombang dari semua lapisan bisa melakukuan olahraga yang sudah merakyat ini.

Untuk itu, event ini diharapkan bisa mencari bibit unggul, yang nantinya bisa berprestasi utamanya menuju persiapan PORPROV.

Berkaitan dengan venue cabor tenis lapangan pada pesta olahraga multi event Porprov Jatim VIII tahun 2023 diselenggarakan di Kabupaten Jombang, Pemkab telah menyiapkan anggaran Rp 2 miliar untuk merenovasi lokasi lapangan tenis pada tiga titik, yakni di Kebunrojo, di Pendopo dan di Indoor, Jl Kusuma Bangsa, Sengon.

“Lapangan tenis Kebunrojo ini sudah ada sejak saya belum lahir, untuk itu perlu kita jaga dan kita rawat, kita manfaatkan sebagai arena peningkatan prestasi, membangun olahraga bagi masyarakat Kabupaten Jombang,” pungkas Bupati.

Sebagai catatan, rekam prestasi cabor tenis lapangan Kabupaten Jombang dari event Porprov Jatim I hingga VII tahun 2022 kemarin, belum mampu memberikan kontrbusi medali. Akan tetapi, pada PON 2021 di Papua seorang atlet tenis lapangan dari Kabupaten Jombang mampu menyabet dua medali emas. M Rizky aktif berlatih di Surabaya dan masuk Puslatda KONI Jatim. (dan)

Didampingi Forpimcam Warga Dusun Jungkir Ikrar Tolak Miras Perjudian dan Narkoba

0
Bersama Komandan Koramil Kesamben, kabupaten Jombang, Kapten (Inf) Khoiril (loreng) foto bersama Kades (merah) dan anggota BPD Watudakon, Jum'at (2/12/2022).

Didampingi Forpimcam Warga Dusun Jungkir Ikrar Tolak Miras Perjudian dan Narkoba

Jombang, layang.co – Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) yakni Camat, Danramil dan Kapolsek  Kesamben, pada  Jum’at (02/12/2022) pagi mendampingi warga Dusun Jungkir, Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang membacakan ikrar memerangi atau menolak miras, perjudian dan narkoba.

Ikrar tersebut dituangkan dengan tertulis pada plakat yang ditancapkan secara permanen digerbang pintu masuk Dusun Jungkir. Dimasudkan, pihak luar agar tidak memprovokasi terhadap tiga hal dimaksud. Apabila melanggar akan dikenakan denda/sanksi hukum sesuai undang-undang Republik Indonesia yang berlalu.

Pasca pemasangan plakat ikrar, mereka selfi foto bersama untuk diviralkan ke publik, dilanjutkan dengan penyampaian naskah ikrar, diakhiri dengan do’a di Mushola setempat dilanjutkan makan nasi tumpeng sebagai rasa syukur. Harapan untuk memwujudkan Dusun Jungkir menjadi lingkungan yang agamis, damai  seperti sedia kala.

Naskah ikrar dibacakan Pj Kepala Dusun Jungkir, Irfan diikuti tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, Kades, Anggota BPD setempat dan warga lainnya bertempat di jalan masuk menuju Dusun Jungkir.

Secara lantang mereka membacakan 5 point ikrar berisi: 1) Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan memerangi Miras, Perjudian dan Narkoba, 2) Tidak akan memperbolehkan masuk ke Dusun Jungkir, Miras, Perjudian dan Narkona, 3) Siap membangun dan berkarya menuju Dusun Jungkir yang Agamis, Tentram dan Damai, 4) Siap bekerja sama dengan TNI-POLRI dalam penegakkan hukum, 5) Siap menjadi contoh Anti Miras, Perjudian, dan Narkoba bagi keluarga dan masyarakat.

Dari kiri: Kapolsek Kesamben AKP Ahmad, Dan Ramil Kesamben Kapten (Inf) Khoirul, Camat Eka Yulianto, dan Kades Watudakon Suharto (kaos merah topi putih).

Komandan Ramil Kesamben, Kapten (Inf) Khoirul yang menginisiasi kegiatan dimaksud berharap tercipta situasi yang kondusif di wilayah Kecamatan Kesamben, diawali di Dusun Jungkir.

“Bentuk Ikrar ini merupakan preventif. Tidak akan berhenti sampai disini, tapi ada tindaklanjut lebih baik. Bersama aparat penegak hukum dan pemerintah kita lakukan pendampingan. Bersama kita akan kuat untuk memberantas pelanggar hukum,”  tandasnya dihadapan warga.

Danramil berharap ke depan banyak generasi muda Dusun Jungkir, Desa Watudakon untuk bisa menjadi TNI-Polri, atau profesi lainnya untuk menjaga marwah kondusifitas situasi Dusun Jungkir yang agamis, damai dan sejahtera.

Camat Eka Yulianto, S.STP menyampaikan terima kasih atas terwujudnya sinkronisasi, kerjasama ciptakan situasi stabil, kondusif menuju masyarakat yang agamis, damai, bebas dari perjudian dan narkoba. Sikap masyarakat ini akan mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa/kecamatan dan aparat hukum.

“Kekuatan utama adalah masyarakat. Kekuatan yang paling bisa menyukseskan semua program adalah rakyat. Jaminan kesuksesan program ini adalah jabatan Dan Ramil. Mari kita dukung menuju kesuksesan semua pihak. Semoga warga Dusun Jungkir makin maju berkembang dan sejahtera,” seru Camat.

Kapolsek Kesamben AKP Ahmad memberikan apresiasi positif kegiatan ini sehingga potensi yang ada di warga bisa terwadahi, apa yang ditargetkan bisa tercapai yakni terwujud masyarakat yang damai, agamis dan harmonis.

“Ini merupakan bentuk program yang positif. Sehingga butuh dukungan untuk mewujudkan warga Dusun Jungkir tentram, damai dan agamis bisa tercapai,” kata Kapolsek.

Suharto, S.Sos, ST Kepala Desa Watudakon mengharapkan seluruh lapisan warga untuk komitmen mendukung ikrar, sebagaimana yang tertera.

“Semoga diawali dari Dusun Jungkir peredaran dan konsumsi narkoba bisa berkurang. Kehidupan agamis yang damai. Tidak bisa dipungkiri setiap desa di era sekarang tentu ada yang terkena, tertangkap pelaku narkoba. Semoga kedepan akan bisa diberantas,” harap Kades Suharto.

Untuk diketahui, upaya mendukung dan mewujudkan lingkungan Dusun Jungkir yang agamis, hidup berdampingan dan bisa menjalankan aktivitas ekonomi yang dinamis, Sabtu (3/12/2022) malam warga setempat menggelar acara sholawatan diiringi musik seribu robana. (dan)

Dinas Perkim Wujudkan 51 Unit Rumah Idaman Milik Warga Kecamatan Kudu

0
Sekretaris Dinas Perkim Kabupaten Jombang Saifullah (foto kanan) dan rumah RTLH hasil rehap anggaran DAK tahun 2022 di Kecamatan Kudu, Jombang.

Dinas Perkim Wujudkan 51 Unit Rumah Idaman Milik Warga Kecamatan Kudu

Jombang, layang.co – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) setempat telah menjaga komitmen, mewujudkan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi rumah idaman bagi 51 warga di Kecamatan Kudu.

Komitmen itu telah direalisasikan Dinas Perkim dalam anggaran tahun 2022 ini, melalui program Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang perumahan. Total anggaran untuk membangun 51 unit rumah milik warga dimaksud sebesar Rp 1,785 milyar.

Sekretaris Dinas Perkim Jombang Saifullah mengatakan, untuk kecukupan biaya mewujudkan bangunan rumah dimaksud juga ada kombinasi dana Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bersumber dari APBD Kabupaten Jombang.

“Dana sharing BSPS itu untuk menunjang pelaksanaan kegiatan, seperti upah tenaga pendamping lapangan, fasilitasi kegiatan, biaya umum lainnya,” tukasnya.

Sekdin Perkim menjelaskan, DAK bidang perumahan tahun 2022 ini ditujukan untuk merehab 51 rumah warga tidak mampu. Kondisi rumah warga tersebut sebelumnya memprihatinkan, namun telah melalui verifikasi dan validasi tentang kepemilikkan dan status tanah, sehingga memenuhi syarat sebagai penerima bantuan.

Lokasi rumah yang direhab tersebar pada tiga desa di Kecamatan Kudu, antara lain 16 unit di Desa Katemas, di Desa Kudubanjar sebanyak 19 unit, dan di Desa Sumberteguh terdapat 16 unit.

“Masing-masing rumah mendapat bantuan Rp 35 juta/unit. Jumlah ini meningkat, dibanding besar bantuan tahun sebelumnya yakni Rp 20 juta,” ungkapnya.

Dirincikan oleh Sekdin, dari dana bantuan tersebut, sebanyak Rp 32,5 juta diperuntukkan belanja material bangunan, lainnya untuk upah pekerja sebesar Rp 2,5 juta.

“Biasanya, pemilik rumah menambah biaya sendiri sehingga rehab sesuai harapan menjadi rumah idaman. Besar tambahan relatif sesuai kondisi masing-masing keluarga. Sekarang, dari rumah tidak layak huni menjadi rumah permanen,” terangnya.

Saifullah menambahkan, proses pelaksanaan pekerjaan fisik pembangunan dilakukan secara swadaya oleh pihak penerima, dengan realisasi anggaran 100 persen, yakni Rp 32,5 juta.

“Kami laksanakan monitoring terhadap hasil pembangunan, sudah dalam kondisi 100 %. Selanjutnya, tahap akhir, tinggal pencairan upah kerja, yang sekarang dalam proses,” pungkas Sekdin Perkim, diruang kerjanya, Kamis (01/12/2022)  kepada http://layang.co. (dan)

Wabup Sumrambah Stunting Muncul karena Ibu Takut Gemuk, Harus Serius Ditangani

0
Wakil Bupati Jombang Sumrambah (tengah) saat mebuka kegiatan di Green Red Hotel, Selasa (29/11/2022).

Wabup Sumrambah Stunting Muncul karena Ibu Takut Gemuk, Harus Serius Ditangani

Jombang, layang.co – Wakil Bupati Jombang Sumrambah mengatakan, munculnya stunting adalah adanya persoalan gaya hidup. Para calon Ibu takut gemuk, sehingga muncul budaya diet.

Saat hamil dan pasca melahirkan tidak berupaya bagaimana memenuhi kebutuhan nutrisi baik bagi si Ibu dan calon bayi dengan baik, tapi malah diet.

Ini semua yang harus dibedah dan dianalisa, sehingga masing-masing OPD dapat mengambil peran dan melakukan  langkah-langkah strategis untuk dapat menyelesaikan persoalan stunting menjadi zero.

Hal tersebut disampaikan Sumrambah, Wakil Bupati Jombang saat membuka Rakor Penyusunan Laporan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Jombang – Provinsi Jawa Timur tahun 2022 di ruang Shafa Marwah – Green Red Hotel Jombang, Selasa (29/11/2022) pagi.

Disampaikan Wabup, Pemerintah Kabupaten Jombang terus berkomitmen mendukung pelaksanaan program nasional yakni membebaskan generasi muda dari stunting. Target prevalensi upaya penekanan stunting di Kabupaten Jombang dapat ditekan dari 21,2 persen pada tahun 2021 menjadi 14 persen pada tahun 2024.

Untuk mencapai target itu, Wakil Bupati Jombang Sumrambah meminta para pemangku kepentingan melakukan berbagai upaya, dengan fokus pada lima pilar Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (Stranas Stunting). Sebagaimana dimandatkan oleh Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Disampaikan Wabup, penguatan pelaksanaan 5 pilar stranas dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Jombang yang telah terlaksana diantaranya, Peningkatan Komitmen dan visi kepemimpinan pemerintah kabupaten dan pemerintah desa dengan adanya tagging Anggaran Daerah dalam percepatan penurunan stunting baik dari APBD, APBN maupun APBDes.

Peningkatan komunikasi dan perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat peningkatan konvergensi intervensi spesifik dan intervensi sensitif di Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Desa; Peningkatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga dan masyarakat; penguatan dan pengembangan sistem, data, riset, informasi dan inovasi.

“Kolaborasi semua elemen masyarakat tetap menjadi kunci dari upaya penanganan stunting demi mewujudkan Indonesia Sehat,” tandasnya.

Pencegahan dan Penanggulangan Stunting itu penting, kata Wabup. Butuh Kolaborasi seluruh OPD juga keseriusan dan kemauan semua pihak. Karena ini menyangkut Sumber Daya Manusia Indonesia kedepan. Selain itu, Persoalan ilmu pengetahuan dan kemiskinan.

Wabup Sumrambah juga menegaskan bahwa peran Pemerintah Daerah dan Pemerintahan Desa menjadi ujung tombak dari penanganan stunting.

“Pemerintahan desa perannya menjadi lebih strategis, karena menjadi pihak yang paling dekat dan bersentuhan langsung dengan akar rumput,” kata Wabup Sumrambah.

“Melalui Rakor TPPS ini saya berharap tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, akan tetapi menjadi aksi nyata. Sebab ini merupakan sebuah tugas kemanusiaan bagi kita semua dalam melakukan percepatan penurunan stunting khususnya di Kabupaten Jombang,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala DPPKB dan PPPA dr. Puji Umbaran MKP juga menyampaikan langkah langkah yang telah dilaksanakan oleh Dinasnya didalam menurunkan kasus stunting. “Mari kita bersama Cegah Stunting agar benar-benar dapat mewujudkan masyarakat Jombang yang Berkarakter dan Berdaya Saing,” tuturnya.

Sebagaimana disampaikan Humas Dinas Kominfo Kabupaten Jombang, dalam Rakor Penyusunan Laporan TPPS tersebut, peserta yang hadir mendapatkan materi Sosialisasi Penyusunan Laporan TPPS Kab/Kota Semester I & II oleh Abdul Fatah Fanani, serta dilanjutkan dengan Diskusi Kelompok membahas capaian indikator setiap bidang bersama Milli – Satgas Provinsi Jawa Timur. (dan)

Kick Boxing Jatim Jaring Atlet Puslatda Dari Kejurprov yang Dibuka Wabup Sumrambah

0
Wakil Bupati Jombang Sumrambah memukul gong sebagai tandai dimulainya Kejurprov Cabor Kick Boxing di GOR Merdeka Jombang, Sabtu (26/11/2022).

Kick Boxing Jatim Jaring Atlet Puslatda Dari Kejurprov yang Dibuka Wabup Sumrambah

Jombang, layang.co – Cabang Olahraga Bela Diri Kick Boxing Indonesia (KBI) Provinsi Jawa Timur menggelar Kejurprov tahun 2022, bertujuan menjaring atlet berpotensi guna memenuhi kuota Pemusatan Latihan (Puslat) Daerah KONI Jatim persiapan PON 2024 di Aceh dan Medan, Sumatera Utara.

Kegiatan berlangsung di GOR Merdeka Jombang pada 26-27 Nopember dibuka oleh Wakil Bupati Jombang Sumrambah, dihadiri Ketua Pengprov Kick Boxing Indonesia (KBI) Jatim,  Wira Prasetya Catur, Ketua Umum KONI Heru Ariwanto didampingi Pengurus KONI Kabupaten Jombang, Kabid Olahraga Disporapar Iwan Hary Setyono SH, Perwakilan dari Polres dan Kodim 0814 Jombang.

Kejuaraan diikuti 18 kontingen berasal dari 18 daerah Kab/Kota di Jawa Timur, dengan jumlah atlet putra dan putri sebanyak 287 orang. Mereka akan bertanding pada 7 kategori.

Ketua Panpel Kejurpov Heru Cahyono yang juga Ketua Cabor KBI Kabupaten Jombang menjelaskan tujuh kategori dimaksud yakni Point Fighting, Light Contact, Kick Light, Full Contact, Low Kick, Musical Form, dan Creatif Form.

Wira Prasetya Catur Ketua Pengprov KBI Jatim menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab Jombang yang telah memfasilitasi terselenggaranya Kejurprov dengan persiapan sangat representatif. Kejuaraan ini merupakan momentum pertama pasca pelaksanaan Porprov bulan Juli lalu di Jember dan sekitarnya.

Dia menyebut, hasil dari Kejurprov ini diharapkan bisa terjaring atlet terbaik untuk persiapan kuota atlet Puslatda Jawa Timur menuju persiapan PON 2024 mendatang. Atlet yang terjaring selanjutnya akan digembleng di Puslatda, agar lebih berkualitas.

Wira Prasetya menyampaikan hasil pembinaan KBI Jawa Timur mampu mendulang medali di ajang Kejurnas KBI di Batam pada 2 Nopember lalu. Ditargetkan membawa pulang dua emas, ternyata, dari tujuh atlet yang dikirim, KBI Jawa Timur mampu menyabet 4 emas, 2 perak.

“Ini diluar  ekspestasi awal. Diajang Sea Game, Bangkok tahun 2023 mendatang KBIU Jawa Timur menyertakan satu cewek. Semoga mampu menunjukkan prestasi terbaik,” harapnya.

Untuk itu, Ketua Pengprov KBI ini berpesan agar seluruh atlet mengikuti tata  laksana proses menjasi jara dengan cara disiplin berlatih, aktif mengikuti kejuaraan, menjunjung tinggi sportifitas.

“Jalurkan kemampuan, dan tunjukkan prestasi terbaik untuk membangun bangsa Indonesia di kancah internasional,” tuturnya.

“Banggakan nama diri, nama daerah asal, nama Jawa Timur, nama Indonesia di kancah internasional. Menjadi suatu kebanggaan hingga meneteskan air mata, ketika dilakukan pelepasan kontingen satu oer satu mencium bendera merah putih dihapan Presiden,” ungkapnya.

Dihadapan atlet Kic Boxing, Wakil Bupati Jombang mensuport semangat para atlet dengan mengutip perjuangan pahlawan era perjuangan zaman penjajah. Para pejuang mengusir lawan perang menggunakan senjata api dan pedang. Tapi sekarang adalah saatnya kita berjuang dengan cara menunjukkan prestasi, melalui berbagai bidang, salah satunya yakni olahraga.

“Untuk itu, wujudkan perjuangan kalian, tunjukkan kemampuan kalian untuk mengukir prestasi sebagaimana contoh yang disampaikan oleh Ketua Pengprov KBI Jawa Timur,” tutur Wabup. (dan)

Peringati Hari Stroke se-Dunia Tahun 2022 RSUD Jombang Gelar Acara Seminar Kesehatan

0
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Jombang dr. Iwan Priyono Sp. OG menyampaikan materi pada seminar peringatan hari stroke sedunia tahun 2022 di RSUD Jombang diikuti tenaga kesehatan dari 34 Puskesmas dan Klinik Kesehatan yang ada di Kabupaten Jombang, Kamis (24/11/2022).

Peringati Hari Stroke se-Dunia Tahun 2022 RSUD Jombang Gelar Acara Seminar Kesehatan

Jombang, layang.co – RSUD Jombang, pada Kamis (24/11/2022 menggelar seminar kesehatan dalam rangka memperingati Hari Stroke Sedunia Tahun 2022.  Acara bertempat di ruang rapat Wahab Hasbullah lantai 4 gedung RSUD Jombang.

Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Direktur Pelayanan RSUD Jombang dr. Iwan Priyono Sp. OG itu diikuti tenaga medis RSUD, tenaga kesehatan dari 34 Puskesmas dan Klinik Kesehatan yang ada di Kabupaten Jombang.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Jombang dr. Iwan Priyono Sp. OG menyampaikan seminar kesehatan kali ini dalam rangka Hari Stroke Sedunia yang diperingati setiap tahun tanggal 29 Oktober. Namun di RSUD Jombang memperingati Hari Stroke Sedunia pada tanggal 12 November 2022, dengan melakukan seminar kesehatan yang tujuannya untuk melakukan upaya edukasi bagi tenaga Kesehatan dan keluarga pasien stroke yang dirawat di rumah sakit.

“Seminar kesehatan ini diperuntukkan bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang hari ini dihadiri oleh 34 Puskesmas dan klinik – klinik yang ada di Kabupaten Jombang, untuk memberikan eduskasi dan pencerahan upaya penanganan pasien stroke,” terangnya.

Menurut dr. Iwan, peringatan Hari Stroke Sedunia ini merupakan salah satu wujud kampanye kesehatan agar kesadaran masyarakat akan pentingnya upaya pencegahan, perawatan, dan dukungan bagi penderita stroke terus meningkat.

Sehingga, lanjutnya,  kualitas kesehatan masyarakat meningkat, jumlah masyarakat yang mengalami serangan stroke semakin berkurang, serta para penderita stroke tetap dapat mencapai derajat kesehatan yang optimal, meskipun dengan gejala sisa yang ditimbulkan dari penyakit ini.

“Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular yang perlu mendapatkan perhatian tersendiri, baik dari kalangan medis maupun masyarakat,” katanya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ungkapnya, stroke menjadi penyebab kematian nomor satu di Indonesia setiap tahunnya.

Dulu, ucapnya, stroke diidentikkan dengan penyakit yang terjadi pada orang tua. Namun sekarang, banyak kejadian stroke yang juga menyerang orang yang masih tergolong muda, aktif, dan produktif, jelasnya.

“Tidak hanya itu, stroke juga penyakit yang terjadi di dalam otak. Stroke terjadi ketika pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak tersumbat oleh gumpalan atau pecah,” terangnya.

Ketika itu terjadi, imbuhnya, bagian dari otak tidak bisa mendapatkan darah dan oksigen yang dibutuhkannya, sehingga sel-sel otak itu mati. “Akibat terparah dari penyakit ini adalah kematian,” tandasnya.

Tetapi, katanya, jika seorang penderita selamat dari serangan stroke, orang tersebut tetap dapat mengalami gejala sisa yang dapat mempengaruhi aktifitas dan produktifitasnya dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak dapat dipungkiri, sebut dokter Iwan,  bahwa pola dan gaya hidup masyarakat modern telah menjadi salah satu faktor penyebab angka kejadian stroke semakin meningkat.

Kurangnya aktifitas fisik, konsumsi makanan cepat saji juga banyak kalori, serta tingkat stres yang tinggi menjadi hal yang perlu kita waspadai, tuturnya.

“Untuk itu, kami sampaikan materi bagaimana cara mengenali gejala stroke, dan apa saja yang harus dilakukan, agar segera ke rumah sakit untuk mendapat penanganan awal,” serunya.

Selain itu, pasien-pasien stroke dan keluarganya  kita undang  pada acara seminar ini, supaya nanti keluarganya dapat mengetahui bagaimana penanganan kelanjutannya setelah mendapat penanganan dari rumah sakit.

Kami juga berharap, nantinya ketika sudah diberikan materi, mereka juga mampu mengenali gejala stroke, sehingga pasien dirujuk lebih awal ke rumah sakit. “Sebab, pasien stroke itu waktunya sangat berharga, diketahui diawal agar bisa mendapatkan terapi lebih awal,” harap dokter Iwan.

Disampaikan Wadir Pelayanan RSUD Jombang, pasca kegiatan ini akan ada pembinaan fasilitas-fasilitas yang ada di Kabupaten Jombang, seperti di Puskesmas dan di klinik.

Kalau nanti mereka masih tetap membutuhkan pembinaan dari dokter – dokter saraf maka nanti dokter tersebut akan siap memberikan materi lagi.

“Di RSUD Jombang juga sudah mempunyai alat lengkap untuk pasien stroke, mungkin nanti ke depan akan ada beberapa alat canggih lagi yang bisa dipakai,” bebernya.

Pemateri pada peringatan hari stroke kali ini diantaranya dokter spesialis saraf, yakni dr. Nella Lusti Sp.S, turut menyampaikan bagaimana rehabilitasi pasca stroke  oleh dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medis, dr. Agustina Mufidah, Sp. KFR.; dr. Antina Nevi Hidayati, Sp. KJ yang merupakan dokter spesialis Jiwa di RSUD Jombang; turut menyampaikan keilmuan bagaimana menangani Depresi Pasca Stroke serta Bapak Eko Wahyudi, S.Kep. Ners yang memberikan arahan bagaiman perawatan pasca stroke.

“Semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan sehingga mencapai hidup yang penuh manfaat untuk semua,” pungkas dokter Iwan. (dan)

Bupati: Manfaatkan Taman Informasi Sebagai Tempat Edukasi

0
Tiba dilokasi, Bupati Mundjidah Wahab didampingi Wakil Bupati Sumrambah, Ketua DPRD dan Forkopimda langsung melakukan pengguntingan rangkaian melati dan memberikan sambutan.

Bupati: Manfaatkan Taman Informasi Sebagai Tempat Edukasi

Jombang, layang.co  – Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab bersama Wakil Bupati Jombang Sumrambah, dan Forkopimda Kabupaten Jombang telah meresmikan Taman Informasi pada Minggu (20/11/2022) pagi, saat Car Free Day. Lokasinya berada diruang terbuka hijau perempatan Tugu atau Utara PLN Jombang.

Alhamdulillah Jombang kini tambah lagi tamannya, namanya Taman Informasi. Sebelumnya sudah ada Kebon Ratu, juga Alun Alun selain sebagai wahana edukasi juga ajang untuk berekspresi bagi para pelajar, sekarang panggungnya setiap Minggu selalu diisi dengan kegiatan kegiatan positif.

“Bedanya, di Taman Informasi ini juga ada Videotron yang menayangkan program Pemerintah Kabupaten Jombang, juga ada fasilitasi panggung space kecil untuk berekspresi bagi pelajar juga komunitas,” ungkap Bupati.

Bupati menyampaikan, Taman Informasi bisa dimanfaatkan untuk umum dan diprioritaskan sarana edukasi masyarakat saat Car Free Day atau Car Free Night sesuai jadwal.

Caranya, mengajukan surat permohonan penggunaan Taman Informasi melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang. Sehingga diharapkan ada yang bertanggung jawab terhadap keamanan, ketertiban pengelolaan sampah, parkir dan fasiltas umum yang ada,” tambahnya.

Fasilitasi semacam ini juga telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten di Alun Alun Jombang juga Kebon Ratu. Taman Informasi ini sebagai media komunikasi dari pemerintah Kabupaten Jombang kepada masyarakat karena video yang di tayangkan adalah video yang informatif.

Bupati membagikan kantong ramah lingkungan kepada pengunjung CFD bersama Wakil Bupati Sumrambah, dan pejabat yang hadir.

“Mari kita jaga bersama-sama fasilitas umum yang ada di Taman Informasi juga taman yang lainnya. Tetap jaga ketertiban keamanan, juga kebersihannya,” tutur Bupati.

Peresmian Taman Informasi yang disiarkan langsung live streaming di YouTube Channel Jombangkab TV oleh Dinas Kominfo Kabupaten Jombang tersebut dirangkai dengan Kampanye Pembatasan Plastik Sekali Pakai oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang. Seluruh kegiatan juga ditayangkan langsung di Videotron saat berlangsung.

Iringan musik Keroncong dari SMP Negeri 2 Jombang turut menyemarakkan acara tersebut. Dansatradar 222 Ploso juga Dandim 0814 juga turut menyumbangkan lagu keroncong.

                                                   Sosialisasi Perbup Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Usai meresmikan Taman Informasi, Bupati juga mengkampanyekan Perbup Jombang No 56 tahun 2022 tentang Pembatasan Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Kabupaten Jombang.

Disosialisasikan bahwa penggunaan Plastik Sekali Pakai (PSP) langsung buang menjadi penyebab pencemaran plastik skala besar di alam. Ditambah lagi, tidak semua plastik memiliki nilai untuk didaur ulang, bahkan secara global hanya 9% plastik yang didaur ulang.

“Yang terpenting, mari kita bersama ikut berperan membatasi penggunaan Sampah Plastik sekali pakai yaitu mengurangi kantong plastik, sedotan plastik, dan Styrofoam serta ikut terlibat dalam pengawasan implementasi Perbup ini. Perbup ini mari terus kita sosialisasikan ke masyarakat,” tandas Bupati Mundjidah Wahab. (dan)

Pemkab Jombang Siap Implementasikan Platform Kolaborasi “Indonesia Digital Services Living Lab”

0
Peserta dari berbagai daerah mengikuti jalannya acara secara serius saat menerima materi dari nara sumber.

Pemkab Jombang Siap Implementasikan Platform Kolaborasi “Indonesia Digital Services Living Lab”

Jombang, layang.co – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jombang mewakili Bupati Jombang menghadiri acara “Indonesia Digital Service Living Lab Summit 2022” bertempat di Kampus Unity In Diversity (UID) Pulau Kura-Kura, Denpasar Bali, pada (21/11/2022).

Pada acara yang mengundang Bupati/Walikota serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika dari 62 Kabupaten/Kota ini juga dilakukan Penandatanganan Komitmen Bersama Implementasi Platform Kolaboratif Indonesia Digital Services Living Lab.

(Kadis Kominfo Jombang bersama Sekdakab Sumedang dan Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan).

Acara yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang ini diharapkan sebagai wahana pembelajaran dan berbagi pengalaman antar Kabupaten/Kota dalam meningkatkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) serta menjadi “World Class Government,” yang salah satunya melalui digitalisasi layanan pemerintahan.

Hadir sebagai moderator adalah mantan Bupati Bojonegoro Dr. Suyoto, M.Si., dan sebagai keynote speaker adalah Menteri PAN RB Abdullah Azwar Anas, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, serta Sekda Kabupaten Sumedang Drs. Herman Suryatman, M.Si.

Melalui platform Indonesia Digital Service Living Lab, dapat dipantau perkembangan atau keberhasilan Kabupaten/Kota dalam menerapkan SPBE. Platform ini, sengaja disiapkan untuk memudahkan masing-masing daerah dalam melakukan perbaikan secara sistemik.

Dalam forum ini, Bupati Sumedang menyampaikan pengalamannya tentang “Digital Transformation For Happiness in Sumedang,” diantaranya mengeksplorasi pengalaman tentang penurunan stunting dan penanganan kemiskinan.

“Pemerintah adalah instrumen untuk mensejahterakan masyarakat. Di era Society 4.0 ekspektasi masyarakat sangat tinggi untuk mendapatkan kesejahteraan dan kebahagiaannya. Pemerintah harus mempercepat kesejahteraan masyarakat, instrumennya adalah transformasi digital,” tuturnya.

Bupati Sumedang menjelaskan, di Kabupaten Sumedang perubahan layanan kepada publik sudah dimulai melalui penggunaan teknologi informasi untuk mempercepat pembangunan berkelanjutan.

“Pemkab Sumedang mempunyai proses bisnis “Good data makes good decision and good result” sehingga membuat kebijakan yang tepat,” tambahnya.

“Data ini menjadi referensi bagi kita untuk mengambil kebijakan sehingga kebijakannya tepat. Untuk itulah, kita menggunakan banyak aplikasi untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat,” tandasnya.

“Dengan upaya yang dilakukan Pemkab Sumedang melakukan transformasi digital dalam pemerintahan, akhirnya bisa mempercepat peningkatan kapasitas birokrasi dan mempercepat pelayanan kepada publik serta beberapa indikator untuk SDGs bisa diatasi,” pungkasnya, sebagaimana diinformasikan Humas Dinas Kominfo Kabupaten Jombang. (dan)

Eks Keluarga ODGJ di Kecamatan Bandar KM Diajak Terampil Bikin Keripik Tempe

0
Dinas Sosial Kabupaten Jombang mengajak peserta pelatihan untuk berfoto bersama disela pembukaan pelatihan membuat keripik tempe di Balai Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, Selasa (22/11/2022).

Eks Keluarga ODGJ di Kecamatan Bandar KM Diajak Terampil Bikin Keripik Tempe

Jombang, layang.co – Dinas Sosial Kabupaten Jombang mengajak 40 orang peserta pelatihan untuk terampil membuat tempe dan memproduksi keripik tempe, untuk diperdagangkan, guna menambah sumber pendapatan keluarga eks ODGJ yang kini pasiennya telah pulih sehat.

Harapan tersebut disampaikan Hari Purnomo, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial, Eko Sulistyono, SH., M.Si., saat membuka pelatihan kewirausahaan pembuatan keripik tempe bagi keluarga eks ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) yang berdomilisi di wilayah Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang.

Disampaikan Eko Sulistyono sasaran peserta yakni bagian keluarga yang pernah merawat anggota keluarganya yang mengalami ODGJ. Peserta dibatasi 40 orang menyesuaikan kemampuan anggaran tahun 2022. Tujuan kegiatan dalam rangka memberikan bekal ketrampilan bagi keluarga eks ODGJ, sebagai upaya peningkatan pendapatan keluarga eks ODGJ secara mandiri.

Kegiatan pelatihan melibatkan pendamping keluarga ODGJ di wilayah kerja  Puskesmas Bandarkedungmulyo. Acara berlangsung selama sehari bertempat di Balai Desa Brodot, Selasa (22/11/2022). Menghadirkan Karto, pengusaha makanan kecil/ringan dari Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang sebagai nara sumber utama. Mendampingi Eko Sulistyono pada acara pembukaan Kepala Desa Brodot Fatchan Aschori, Kepala Puskesmas dr Ira Yulia Dianti.

Menurut Eko, tindaklanjut dari kegiatan pelatihan ini, pihak Dinsos akan  melakukan monitoring hasil kegiatan dilapangan dan melakukan bimbingan intensif, dengan tujuan agar keluarga eks ODGJ betul-betul mampu bangkit secara ekonomi, kesejahteraan makin meningkat, kata Eko Sulistyono kepada http://layang.co.

Eko menjelaskan, materi pelatihan yang diberikan kepada peserta oleh nara sumber secara tutorial, yakni praktik langsung cara mengiris tempe, menjadi kripik tipis-tipis dan menggoreng dengan kualitas baik, tidak gosong, tampak bersih dan menawan untuk dikonsumsi.

Teknis pekerjaan disampaikan secara gamblang oleh pelatih. Sehingga peserta bisa ikut praltik melakukan. “Cara ini sangat tepat, karena peserta sebelumnya belum pernah memiliki dasar membuat kripik tempe,” urainya.

Selain diajak praktik langsung, papar Eko, dalam pembekalan juga disampaikan teknik membedakan bahan-bahan pembuatan tempe yang berkualitas. Termasuk memilih bahan ragi yang baik, cara membuat dan memilih ragi yang tepat, dan dosis atau adonan ragi agar menghasilkan tempe yang bagus.

Disampaikan oleh Eko, tahun anggaran 2022 ini Dinas Sosial belum bisa memberikan peralatan produksi. Pelatihan kali ini hanya bisa memberikan fasilitas bahan praktik dan pelaratan pelatihan.

“Semoga pada tahun anggaran berikut Dinsos bisa mengalokasikan untuk peningkatan produktitas untuk kelompok eks keluarga ODGJ,” katanya.

Kami, lanjut Eko, akan melakukan evaluasi manfaat dari pelatihan ini. Jikalau dirasa perlu, sangat dimungkinkan Dinsos akan menyusun program pelatihan sosial untuk meningkatkan pendapatan ekonomi warga. “Apalagi, pasca pandemi Covid-19 waktunya warga masyakat bangkit bersama membangun ekonomi yang kuat,” tandasnya.

Kepala Desa Brodot mengapresiasi sangat tinggi terpilihnya Desa Brodot sebagai lokasi pelatihan. Karena melibatkan warga Desa Brodot dan sekitarnya, yang memang butuh dorongan untuk bangkit secara ekonomi.

Kades berpesan, warga untuk serius mengikuti pelatihan secara seksama. Sebab, meski kelihatan sepele membuat keripik tempe, namun bisa memberikan manfaat positif dalam hal ekonomi keluarga.

“Bapak-bapak dan ibu-ibu peserta tolong mengikuti kegiatan hingga tuntas, sehingga pengetahuannya bermanfaat dan bisa diterapkan secara mandiri,” pesan Fatchan Aschori.

Sikap apresiasi juga disampaikan Kepala Puskesmas Bandarkedungmulyo, upaya pelatihan dirasa cukup membantu eks keluarga ODGJ. Keadaan pasien dalam keluarga masih terus terkontrol oleh Kader ODGJ secara intensif.

“Semoga dengan adanya kegiatan kreatif dan produktif menjadi keluarga terampil membuat keripik tempe akan mendorong keluarga lebih optimis dalam mendampingi kondisi pasien,” harapnya. (dan)

Gapoktan Desa Watudakon Peroleh Alsintan Dari Dinas Pertanian Program Pokir Anggota DPR-RI  

0
Suradi (kanan/bertopi) Ketua Gapoktan Ds Watudakon, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang menerima alat/mesin panen padi Combi, dari Listyowati Kasi Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas Pertanian Jombang (foto kiri), sedangkan (foto kanan) Didik Budi Prasetyo Kabid Sarpras, mewakili Kepala Disperta Ir M Roni menyaksikan penyerahan alsintan, Selasa (22/11/2022) kegiatan di halaman Disperta, Jl Soekarno-Hatta, Jombang.

Gapoktan Desa Watudakon Peroleh Alsintan Dari Dinas Pertanian Program Pokir Anggota DPR-RI  

Jombang, layang.co – Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Selasa (22/11/2022) pagi menyerahkan bantuan peralatan mesin pertanian (Alsintan) program pokok pikiran (pokir) anggota DPR-RI, Dapil VII Jawa Timur (Kab/Kota Mojokerto, Kabupaten Jombang, Kab/Kota Kediri dan Kab/Kota Madiun).

Bantuan diberikan kepada Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. Pemberian alsintan dimaksudkan untuk mendorong produkfitas petani, efisiensi biaya usaha tani, efektifitas tenaga pertanian. Berkaitan belakangan ini biaya produktifitas cukup tinggi, tenaga pertanian sulit didapat, kalaupun ada upah kerja relatif mahal cenderung naik per musim tanam.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Ir M Roni melalui Didik Budi Prasetyo Kabid Sarana dan Prasarana Pertanian mengatakan, penyerahan alsintan merupakan realisasi program anggota DPR-RI tahun anggaran 2022.

“Tentang sasaran penerima barang, Gapoktan maupun Poktan menjadi kewenangan partai. Pihak Disperta,  hanya melakukan verifikasi lapang terhadap status Gapoktan/Poktan, masih aktif atau tidak dalam kegiatan pertanian. Jikalau dalam kurun waktu dua tahun sudah pernah memperoleh bantuan serupa, maka disarankan untuk dialihkan kepada Petani Calon Penerima Lokasi (PCPL) lain yang membutuhkan,” tukas Didik.

Menjawab pertanyaan berapa besar nilai bantuan yang serahkan, Didik mengatakan tidak mengetahui total nilainya. Sebab Disperta hanya melaksanakan implementasi program dimaksud. “Implementasi bantuan Alsintan era sekarang melalui Pokir Anggota Dewan. Bantuan regular dari Dinas sudah tidak ada,” jelasnya.

Untuk diketahui, pada Selasa (22/11/2022) bertempat di halaman Dinas Pertanian Jombang Jl Soekarno-Hatta, diserahkan alsintan berupa alat mesin panen padi (Combi) Merk BIMO 102 untuk Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, diterima Suharto, S.Sos., ST, Kepala Desa Watudakon bersama Ketua Gapoktan Suradi. Mesin serupa satu unit juga akan diserahkan kepada Poktan Dsn Sumberwinong, Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang.

Didik berpesan agar Gapoktan/Poktan bisa memanfaatkan sesuai kebutuhan dan merawat kondisi alsintan, karena dari Disperta tidak ada program biaya subsidi atau biaya pemeliharaan. “Manfaatkan sesuai fungsinya. Semoga bantuan ini bisa mengurangi biaya produksi usaha tani, yang  pada akhirnya diharapkan bisa meningkatkan kesejateraan  warga tani,” pinta Didik.

Listiyowati Kasi Sarpras Pertanian saat mendampingi Kabid Sarpras menambahkan, dalam tahun 2022 ini Disperta telah menyalurkan berbagai alsintan bersumber dari Jasmas DPR-RI. Diantaranya, Hand Traktor roda 2 sebanyak 26 unit, Hand Traktor roda 4 lima unit. Selain itu, juga berupa mesin pompa air 3dim, 4dim, 6dim, total unit pompa air sebanyak 30 buah.

Jumlah Gapoktan di Kabupaten Jombang hingga 2022 tercatat 136 lembaga, sedangkan Poktan sebanyak 1.200 lembaga. “Belum semua lembaga memperoleh bantuan, tentunya akan dilaksanakan secara bertahap,” jelas Listyowati.

Kepala Desa Watudakon Suharto (61 tahun) didampingi Suradi, Ketua Gapoktan disela persiapan membawa pulang Combi yang masih dalam kondisi terlilit plastik kemasan di halaman Dinas Pertanian Jombang, menyampaikan rasa terima kasih kepada Dinas Pertanian maupun anggota DPR-RI dari Partai PDI-P Dapil VIII Jawa Timur yang telah memperdulikan usulan Desa Watudakon.

“Bantuan ini sangat tepat dan dibutuhkan warga tani di desa kami. Selain modernisasi mekanisasi pertanian, mencari anak muda sebagai tenaga pertanian  di zaman sekarang bagaikan mendapatkan mutiara dikubangan lumpur,” ucap Suharto, Kades mantan PNS dalam lingkup Pemkab Jombang ini.

Menurut Suradi (40 tahun), upah borongqn tenaga kerja panen padi per banon seratus seharga Rp 500 ribu, belum termasuk konsumsi dan bahan lain seperti belanja karung. Sementara ongkos sewa mesin Combi senilai Rp 300 ribu/banon seratus, petani menerima hasil panen dalam karung.

“Bantuan peralatan ini jelas sangat membantu Gapoktan maupun Poktan di desa kami. Terima kasih, semoga kerja kita makin dinamis, produktif dan sejahtera,” kata Suradi seorang petani tulen ini. (dan)