86 Orang Tenaga Pendidikan Lingkup Dikbud Jombang Lakukan Rapid Test

- Penulis

Jumat, 17 Juli 2020 - 06:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah Tenaga Pendidikan, Jum'at (17/7) Melakukan Rapid Test di Gedung Pemkab Jombang

Sejumlah Tenaga Pendidikan, Jum'at (17/7) Melakukan Rapid Test di Gedung Pemkab Jombang

86 Orang Tenaga Pendidikan Lingkup Dikbud Jombang Lakukan Rapid Test

Jombang, layang.co – Jajaran tenaga pendidikan dari unsur struktural lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Jombang, hari Jum’at (17/7) melakukan rapid test di ruang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, di gedung Pemkab  setempat.

“Rapid test ini untuk antisipasi penyebaran virus corona. Meminimalisir pandemi, dan memutus rantai wabah Covid-19, serta untuk mengetahui kondisi tenaga pendidik yang ada di lapangan,” kata  Agus Purnomo, SH., M.Si kepada layang.co disela-sela menyaksikan proses rapid yang di lakukan oleh petugas kesehatan.

Dijelaskan olehnya, jumlah peserta yang mengikuti rapid test ada 86 orang. Mereka terdiri dari  21 orang pejabat koordinator Dikbud wilayah Kecamatan (korwilcam),  47 orang Kepala Sekolah SMP Negeri se-Kabupaten Jombang, 13 orang Pengawas SMPN, 3 orang Kepala SKB (Gudo, Ngoro dan Mojoagung), dan 3 orang dari tenaga administrasi Kantor Dikbud Jombang.

Baca Juga:  Operasi Yustisi Masker Tim Gabungan di Bundaran Ringin Contong, Sanksi 23 Orang Pelanggar
Agus Purnomo, Sh., M.Si Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang

“Hasil kegiatan ini untuk mengatahui kondisi kesehatan mereka, memberikan keyakinan bahwa dilingkup Dikbud Jombang sejauh ini belum ada yang reaktif. Dan semoga tidak akan ada yang reaktif,” tukasnya. .

Terkait masih terus bertambahnya temuan pasien baru dari warga Jombang, menurut Agus, karena Pemkab Jombang aktif melakukan rapid test, sehingga bisa mendapatkan informasi tentang kondisi warganya.

Menjawab pertanyaan, tentang sistem pembelajaran tatap muka terkait dengan jadwal mulainya ajaran baru, memperhatikan tenaga pendidikan tidak ada yang reaktif terhadap covid, Kepala Dikbud ini menegaskan, meski demikian, pola Belajar tetap Di Rumah (BDR).

“Meski belum diketahui hasil rapid test yang dilakukan hari ini, sistem pembelajaran tetap melalui daring. Ini karena Kabupaten Jombang, belum kembali menjadi zona hijau. Jadi, masih tetap Belajar Di Rumah,” tegas Agus Purnomo yang juga Koordinator Percepatan Penanggulangan Covid-19 ini. (dan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel layang.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puskesmas Kesamben Intensif Layani 33 Penderita HIV/AIDS dan Pasien TBC
Bersinergi dengan Kader Posyandu Desa, Puskesmas Kesamben Lakukan Screning dan Sosialisasi ATM
Kenali Sejak Dini Tanda Gawat Darurat pada Anak Sakit, Segera Bawa ke IGD RSUD Jombang Jikalau Muncul Gejala Ini
Di Kompleks Makam Mbah Sayyid Sulaiman, Betek Mojoagung akan Ada Klinik Rawat Inap
RSUD Jombang dan Pemdes Temuwulan Kolaborasi Tangani Anak Penderita Jantung Bawaan
Poli VCT RSUD Jombang Layani Deteksi dan Terapi HIV/AIDS Sepenuh Hati: Pengobatan Bukan Akhir, tapi Awal untuk Hidup Lebih Sehat
302 Desa di Jombang Bentuk Tim Siaga, Warsubi Targetkan Eliminasi TBC 2030
Untuk Tingkatkan Gizi Masyarakat dan Atasi Stunting, Pemkab Jombang Gencarkan GEMARIKAN

Berita Terkait

Kamis, 18 Desember 2025 - 15:44 WIB

Puskesmas Kesamben Intensif Layani 33 Penderita HIV/AIDS dan Pasien TBC

Selasa, 25 November 2025 - 13:48 WIB

Bersinergi dengan Kader Posyandu Desa, Puskesmas Kesamben Lakukan Screning dan Sosialisasi ATM

Kamis, 13 November 2025 - 14:33 WIB

Kenali Sejak Dini Tanda Gawat Darurat pada Anak Sakit, Segera Bawa ke IGD RSUD Jombang Jikalau Muncul Gejala Ini

Selasa, 28 Oktober 2025 - 18:25 WIB

Di Kompleks Makam Mbah Sayyid Sulaiman, Betek Mojoagung akan Ada Klinik Rawat Inap

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 12:07 WIB

RSUD Jombang dan Pemdes Temuwulan Kolaborasi Tangani Anak Penderita Jantung Bawaan

Berita Terbaru