Bupati Hj Mundjidah Wahab Serahkan Bantuan Rp 13 M Program Kota Tanpa Kumuh untuk 9 Desa di Tiga Kecamatan Kabupaten Jombang

- Penulis

Rabu, 22 Januari 2020 - 08:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Pasang Iklan Murah di Layang.co!
Pasang Sekarang

Bupati Menggunting Pita Sebagai Tanpa Dioperasikannya Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat di Made, Kudu, Jombang

Bupati Menggunting Pita Sebagai Tanpa Dioperasikannya Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat di Made, Kudu, Jombang

Bupati Hj Mundjidah Wahab Serahkan Bantuan Rp 13 M Program Kota Tanpa Kumuh, untuk 9 Desa di Tiga Kecamatan Kabupaten Jombang  

Jombang, layang.co – Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab hari Rabu (22/1/2020) menyerahkan Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) Program Kota Tanpa Kumuh (KoTaKu) tahun anggaran 2019. Bantuan itu diterimakan dalam rangka  terwujudnya Lingkungan Tanpa Kumuh di Kabupaten Jombang.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang dan selaku pribadi saya ucapkan selamat dan sukses kepada seluruh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di 9 Desa 3 Kecamatan (Kudu, Mojoagung dan Diwek), yang telah melaksanakan pembangunan infrastruktur lingkungan dengan BPM Program Kotaku tahun 2019 senilai Rp. 13.000.000.000 (tiga belas milyar rupiah) untuk mendukung pembangunan Kabupaten Jombang yang “berkarakter dan berdaya saing”, ujar Bupati saat memberikan sambutan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara yang digelar di halaman Balai Desa Made, Kecamatan Kudu itu dihadiri Sekda Ahmad Jazuli, Anggota Forpimda, Kepala OPD se-Jombang, Camat Kudu, Camat Mojoagung, Camat Diwek, Polsek Kudu, Danramil Kudu, Satker Pembangunan Infrastruktur (PIP), Kepala Desa Penerima Bantuan Kotaku, dan hadirin undangan.

Pogram Kotaku ini dicanangkan Pemerintah Pusat tahun 2016 guna mengurangi luasan kawasan kumuh, khususnya di wilayah di wilayah perkotaan, melalui penyediaan infrastruktur dasar berupa sanitasi, air bersih, drainase dan jalan lingkungan,  serta rehabilitasi rumah tidak layak huni dan pengelolaan sampah  pada setiap lingkungan permukiman.

“Untuk itu Pemerintah Kabupaten Jombang telah dan akan terus melakukan berbagai upaya penanganan kumuh baik dengan pola peningkatan kualitas permukiman maupupun pencegahan timbulnya permukiman kumuh baru,” katanya.

Baca Juga:  Mendagri Lantik Warsubi Bupati Jombang Jabat Wakil Bendahara APKSI 2025 - 2030

Meski demikian, lanjut Bupati,  penanganan lingkungan permukiman kumuh tidak dapat diselesaikan secara sepihak, tetapi harus secara sinergis melibatkan potensi dan eksistensi dari seluruh pihak yang berkepentingan (stakeholders), baik pemerintah maupun masyarakat yang diselenggarakan secara multisektor.

Foto Bersama Bupati Saat Seremonial Penyerahan Bantuan untuk Masyarakat, Rabu (22/1/2020)

Karenanya, kami mengajak semua pihak, mari kita berkolaborasi melakukan penanganan kumuh di Kabupaten Jombang dengan segenap potensi yang kita miliki,” tutur orang nomor satu di Kabupaten Jombang ini.

Bantuan ini, tambahnya, merupakan wujud nyata komitmen pemerintah untuk mencapai target nasional penanganan kumuh yang tertuang dalam RPJM Nasional 2014-2019 melalui Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR. Yaitu 100-0-100 : 100% masyarakat mampu mengakses sanitasi layak, 0% hektar kumuh, dan 100% memperoleh layanan air minum, urai Bupati.

Dengan telah dilaksanakannya secara tuntas BPM Program Kotaku tahun 2019 ini, maka saya berharap kita semua dapat memanfaatkan semua prasarana infrastruktur lingkungan yang telah dibangun, menjaganya dan merawatnya dengan sebaik-baiknya, pintanya.

“Jangan sampai apa yang telah dibangun dengan perencanaan yang sangat baik ini menjadi rusak dan tidak berumur panjang karena tidak dipelihara dan  terawat dengan baik,” tutur Bupati.

Setelah semua infrastruktur dibangun dengan sangat baik, lingkungan kita bersih, indah dan nyaman, maka selanjutnya menjadi kewajiban warga masing-masing lingkungan untuk menjaga dan merawatnya dengan penuh tanggung jawab, khususnya melalui Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP) yang dibentuk di tingkat desa agar tidak timbul dan berkembang lagi kumuh di waktu-waktu yang akan datang, pungkasnya. (dan)

Berita Terkait

Pemkab Jombang Bantu 10,118 Ton Beras Kepada Korban Gempa Bumi NTT
Dukung Muktamar NU, Presiden Prabowo Bantu 200 Becak Listrik, tidak Boleh Mungut Ongkos, tidak Boleh Dijual, Tiap Hari Dikasih Upah Rp 150 Ribu
Sambut Muktamar ke-35 NU  di Jombang Satpol PP dan Gabungan Bagikan Kerudung dan Edukasi Ketertiban
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Momentum Kondusifitas Menuju Muktamar ke-35 NU di Jombang
Pelayanan Publik Polres Jombang, Kembali Raih Penghargaan Predikat Prima A dari Kapolri
Diskominfo Jombang Edukasi Civitas Akademika Undar Manfaatkan SP4N-LAPOR
Bupati Warsubi Tinjau Lokasi Pembukaan Muktamar NU di Lapangan Untung Suropati, Serukan Kepala OPD Totalitas Dukung Persiapan
Gemarikan 2026 di Tembelang: Komitmen Pemkab Jombang Perkuat Gizi Anak dan Ketahanan Pangan Sejak Dini

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Pemkab Jombang Bantu 10,118 Ton Beras Kepada Korban Gempa Bumi NTT

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Dukung Muktamar NU, Presiden Prabowo Bantu 200 Becak Listrik, tidak Boleh Mungut Ongkos, tidak Boleh Dijual, Tiap Hari Dikasih Upah Rp 150 Ribu

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:47 WIB

Sambut Muktamar ke-35 NU  di Jombang Satpol PP dan Gabungan Bagikan Kerudung dan Edukasi Ketertiban

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:24 WIB

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Momentum Kondusifitas Menuju Muktamar ke-35 NU di Jombang

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:37 WIB

Pelayanan Publik Polres Jombang, Kembali Raih Penghargaan Predikat Prima A dari Kapolri

Berita Terbaru