Jombang Championship II Pencak Silat 2026, Diikuti 1.235 Atlet Disertakan BPJS Ketenagakerjaan
Jombang, layang.co – Kejuaraan Pencak Silat Jombang Championship II tahun 2026 memperebutkan Piala Bupati Jombang, diikuti 1.235 atlet putra-putri dari berbagai klub anggota Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) se-Kabupaten Jombang.
Jumlah peserta pada gelaran tahun 2026 ini merupakan capaian luar biasa, dua kali lipat dibanding Championship I/2025. Peserta tahun 2026 sebanyak 1.235 atlet semuanya diikutkan (bayar lunas) BPJS Ketenagakerjaan. Upaya ini untuk memberikan kenyamanan dan mengantisipasi apabila atlet mengalami cidera, butuh perawatan medis.
Kejuaraan bertempat di GOR Merdeka Jombang berlangsung hingga Minggu (18/1/2025), dibuka oleh Wakil Bupati Jombang, Gus Salmanudin, S.Ag., M.Pd, Jum’at (16/1/2026) sore. Ditandai dengan pemukulan gong dan menyerahan simbolis kartu PBJS Ketenagakerjaan pada 4 orang atlet.

Hadir pada kesempatan tersebut Waka Polres Jombang, Kompol Syarlis, S.IK, M.IK., perwakilan dari Komandan Kodim 0814 Letkol Kav Dicky Prasojo, S.H., M.Han., Plt Kadispora, Hartono.,S.Sos.,MM., Ketum KONI Sumarsono.,S.Pd.,MM, atlet Eko Febrianto, serta wali atlet, official memadati tribun.
Event Wadah Prestasi dan Peningkatan Jam Terbang Atlet
Ketua Umum IPSI Kabupaten Jombang Budi Setiawan, SE., MM menyampaikan event ini bukan sekedar ajang perlombaan, namun merupakan wadah prestasi, pembinaan, serta peningkatan jam terbang para atlet, khususnya generasi muda. Melalui kejuaraan ini, para atlet ditempa untuk memiliki mental juara, kualitas teknik yang mumpuni, serta masa depan yang cerah di dunia olahraga pencak silat.
Selain itu, kata Budi, menjadi sarana mempererat silaturahmi antar perguruan, menumbuhkan persaudaraan, sportivitas, dan semangat kebersamaan. Kita patut bangga memiliki sosok inspiratif seperti Eko Febrianto, atlet nasional dan internasional, pelatih nasional, serta ASN di Kemenpora wilayah Jawa Timur, yang menjadi bukti bahwa pencak silat mampu mengantarkan generasi muda menuju prestasi dan masa depan gemilang.
“Semoga dari ajang ini lahir Eko-Eko baru, generasi emas pencak silat Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berprestasi,” ujar Budi Setiawan.
Lawan di Arena Tanding, Kawan di Luar Kejuaraan
Kompol Syarlis, S.IK, M.IK., Wakapolres hadir mewakili Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR, menyampaikan pesan, jujung sportifitas, jaga kondusifitas. “Hanya menjadi lawan di arena tanding, menjadi kawan/saudara di luar jadwal kejuaraan,” tuturnya.

Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan setiap bangsa mempunyai warisan budaya yang luhur. Pencak Silat merupakan warisan adiluhung, sebab itu sudah sewajarnya pencak silat diajarkan, diturunkan, diwariskan kepada generasi penerus bangsa untuk menjaga dan melestarikan kebudayaannya.
Gus Wabup, Pencak Silat Warisan Adiluhung
“Ke depan. Pencak Silat diharapkan bisa mengangkat hargat dan martabat bangsa melalui event olahraga di tingkat regional, nasional hingga internasional,” pintanya.
Satu hal yang penting dalam kejuaraan ini adalah semangat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, menang atau kalah bukan tujuan utama, melainkan sarana untuk mengenal, memperkaya budaya bangsa serta menumbuhkan jiwa sportifitas. Semoga, agenda ini menjadi agenda rutin tahunan dalam pembinaan insan olahraga, pungkas Wabup.
BPJS Kerahkan Tim Medis di Venue
Terpisah, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Jombang, Ibrahim Hadi Wibowo memberi apresiasi yang tinggi atas motivasi Ketua Cabor IPSI Kabupaten Jombang yang telah memiliki orientasi positif, dengan menyertakan atlet peserta BPJS, mengingat aktifitas di cabor bela diri, combat, memiliki risiko cidera.
Untuk memberikan kenyamanan PBJS Ketenagakerjaan menyediakan fasilitas kesehatan, tim tenaga medis hadir dilokasi pertandingan untuk memberikan pertolongan pertama, selebihnya bekerja sama dengan Rumah Sakit Moejito, yang jaraknya relatif dekat dari GOR Merdeka Jombang, manakala ada butuh penanganan lebih instensif.
Kejuaraan ini mempertandingan mulai pra usia dini (usia 5 tahun) hingga kelas dewasa maksimal usia 25 tahun. Akan diambil juara umum, kategori pra usia ini, usia SD, SMP, SMA, dan dewasa. Setiap juara akan memperoleh medali, piagam prestasi, trophy juara 1, 2, 3 dan uang pembinaan. (dan)














