Pj Bupati Jombang: Persoalan Kenaikan PBB-P2 Masih Bisa Dilakukan Pembetulan

- Penulis

Selasa, 30 Januari 2024 - 14:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Pasang Iklan Murah di Layang.co!
Pasang Sekarang

Pj Bupati Jombang Sugiat menyampaikan pencerahan dan penjelasan terkait dengan perubahan NJOP PBB-P2 saat memberikan sambutan pada Musrenbang di Kecamatan Diwek, Senin (29/01/2024).

Pj Bupati Jombang Sugiat menyampaikan pencerahan dan penjelasan terkait dengan perubahan NJOP PBB-P2 saat memberikan sambutan pada Musrenbang di Kecamatan Diwek, Senin (29/01/2024).

Pj Bupati Jombang: Persoalan Kenaikan PBB-P2 Masih Bisa Dilakukan Pembetulan

Jombang, layang.co – Pj Bupati Jombang Sugiat, S.Sos, M.Psi. T, menyatakan Masyarakat tidak perlu cemas menghadapi problematikan adanya perubahan nilai Paka Bumi dan Bangunan Perdesaan Perkotaan (PBB-P2).

“Segala keberatan dengan adanya kenaikan PBB P2 bisa dilakukan pembetulan. Masih ada ruang untuk pembetulan, verifikasi ulang NJOP, termasuk yang salah bisa diverifikasi langsung,” ucap Pj Bupati Jombang Sugiat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal tersebut disampaikannya Pj Bupati saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Jombang tahun 2025, Senin (29/01/2024).

“Segala persoalan Saya minta dengan sigap untuk diselesaikan termasuk terkait perbaikan jaringan. Bapenda Jombang juga telah sigap dengan membuka 10 cashier untuk melayani antrian yang panjang. Pelayanan pembayaran PBB P2 sudah berjalan normal,” tandasnya.

Baca Juga:  Kabupaten Jombang Raih Penghargaan WTP Dari Kemenkeu RI 7 Tahun Berturut-turut 

“Saya telah meminta Kepala Bapenda untuk membuka pelayanan pengaduan masyarakat bagi yang merasa keberatan atas kenaikan PBB-P2, masyarakat tidak perlu cemas,” tambahnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, masyarakat Kabupaten Jombang merasa keberatan adanya kenaikan atau perubahan nilai jual objek pajak (OJOP) tahun 2024 ini.

Selain perubahan NJOP cukup besar juga tidak diikuti dengan sosialisasi ke masyarakat. Bahkan sebagian sudah ada yang mengadu ke DPRD Kabupaten Jombang, untuk memperoleh pencerahan dan perubahan yang tidak memberatkan bagi masyarakat atas kewajiban pembayaran PBB-P2. (dan)

Berita Terkait

Pemkab Jombang Bantu 10,118 Ton Beras Kepada Korban Gempa Bumi NTT
Dukung Muktamar NU, Presiden Prabowo Bantu 200 Becak Listrik, tidak Boleh Mungut Ongkos, tidak Boleh Dijual, Tiap Hari Dikasih Upah Rp 150 Ribu
Sambut Muktamar ke-35 NU  di Jombang Satpol PP dan Gabungan Bagikan Kerudung dan Edukasi Ketertiban
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Momentum Kondusifitas Menuju Muktamar ke-35 NU di Jombang
Pelayanan Publik Polres Jombang, Kembali Raih Penghargaan Predikat Prima A dari Kapolri
Diskominfo Jombang Edukasi Civitas Akademika Undar Manfaatkan SP4N-LAPOR
Bupati Warsubi Tinjau Lokasi Pembukaan Muktamar NU di Lapangan Untung Suropati, Serukan Kepala OPD Totalitas Dukung Persiapan
Gemarikan 2026 di Tembelang: Komitmen Pemkab Jombang Perkuat Gizi Anak dan Ketahanan Pangan Sejak Dini

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Pemkab Jombang Bantu 10,118 Ton Beras Kepada Korban Gempa Bumi NTT

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Dukung Muktamar NU, Presiden Prabowo Bantu 200 Becak Listrik, tidak Boleh Mungut Ongkos, tidak Boleh Dijual, Tiap Hari Dikasih Upah Rp 150 Ribu

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:47 WIB

Sambut Muktamar ke-35 NU  di Jombang Satpol PP dan Gabungan Bagikan Kerudung dan Edukasi Ketertiban

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:24 WIB

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Momentum Kondusifitas Menuju Muktamar ke-35 NU di Jombang

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:37 WIB

Pelayanan Publik Polres Jombang, Kembali Raih Penghargaan Predikat Prima A dari Kapolri

Berita Terbaru