Bupati Kumpulkan Pendekar dari 24 Perguruan Silat untuk Jaga Jombang
Jombang, layang.co – Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab, didampingi Wakil Bupati Sumrambah, Forpimda, Pj Sekdakab, Kepala Dinas OPD, hari Selasa (14/12/2021) siang mengumpulkan sedikitnya 120 orang Pendekar Pecak Silat, Perwakilan dari 24 Perguruan Silat yang ada di Kabupaten Jombang.
Mereka secara bergelombang datang dari berbagai arah menuju Pendopo Kabupaten Jombang dengan menggunakan kendaraan, mengenakan busana perguruan kebesaran. Secara tertib disambut petugas kantor yang menginisiasi pertemuan yakni Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jombang.
“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dan organisasi lainnya beberapa wakktu lalu di Ruang Bung Tomo. Harapan dari pertemuan ini, kondisi kondusifitas Kabupaten Jombang bisa terjaga,” tukas Kepala Bakesbangpol Kabupaten Jombang Drs Anwar, MKP saat menyampaikan laporannya.
Kehadiran mereka memenuhi undangan bersilaturahim dan harmonisasi Perguruan Silat di Kabupaten Jombang. Pertemuan yang berlangsung secara dialogis itu dipandu langsung oleh Bupati. Setelah menyampaikan arahan Bupati memberikan kesempatan anggota Forpimda untuk menyampaikan pandangannya, selain itu juga memberikan kesempatan pada perwakilan untuk menyampaikan keinginannya.
Bupati nyampaikan terima kasih kepada para pendekar yang telah secara nyata komitmen menjaga dan turut menciptakan aman dan nyaman Kota Santri Kabupaten Jombang. Bupati mengatakan, meskipun berbeda perguruan, sesungguhnya kita adalah saudara, berasal dari unsur yang sama atas kehendak Allah SWT.
Untuk itu, Bupati berharap, diantara kita bisa saling menghargai dan menghormati. Walaupun menekuni olahraga pencak silat dan berstatus sebagai pendekar, tapi tetap harus memiliki rasa rendah hati, berbudi pekerti luhur dalam kehidupan, menjaga kerukunan dan mengutamakan hidup rukun, gotong royong saling bantu membantu.
“Meski ada sedikit letupan kecil karena salah paham diantara perguruan, saya ucapan terima kasih kepada TNI, Polri dan tokoh perguruan yang mampu berkoodinasi sehingga tidak menjadi perkelahian lebih besar,” ucap Bupati.
Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menyerahkan tali asih yang diterima oleh M Budi Setiawan, SE. MM, Ketua Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kabupaten Jombang, atas prestasi yang telah diraih Kabupaten Jombang mampu sebagai Juara Umum Kejurda Pencak Silat digelar di MAN 4 Jombang, Kompleks Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, pada 9-13 Desember lalu. IPSI Jombang mengoleksi 2 emas, 1 perak, 1 perunggu (http://layang.co, 13 Desember 2021).

Hadir pula pada kesempatan tersebut perwakilan Perguruan Silat Jombang Beriman (PSJB) dengan Ketuanya H M Idris (dari Perguruan Pagar Nusa), yang mengatakan, kondisi Kabupaten Jombang relatif aman. “PSJB sepakat dan komitmen menjaga Kabupaten Jombang tetap kondusif ,” ujarnya.
Drs Imam Suhardi, M.Si, Ketua Pusat Perguruan Nur Harias meminta kepada Bupati dan Forpimda untuk bisa menfasilitasi keberadaan Pencak Silat yang ada di Kabupaten Jombang dengan adanya dua organisasi, yakni IPSI dan PSJB. “Semoga, kedua organisasi bisa berdampingan menjaga kenyamanan dan keamanan Jombang,” harap Imam Suhardi yang juga Kepala Sekolah SMPN 1 Tembelang.
Dia menyampaikan agar Bupati memfasilitasi adanya kejuaraan bela diri pencak silat di Kabupaten Jombang yang sangat minim event kejuaraan. Selain minta menambah anggaran pembinaan, agar lebih bisa melakukan pembinaan dan pengurus/pegiat tidak urunan jikalau mengirimkan atlet pada kejuaraan.
“Saya berharap, rekan-rekan anggota PSJB untuk bisa masuk ke IPSI agar lebih bagus meraih prestasi, mengukir nama Kabupaten Jombang,” harapnya.
Wakil Bupati Sumrambah menyampaikan latar belakang pertemuan ini adalah untuk menyamakan persepsi, agar pendekar silat tidak menunjukkan kemampuan di jalan, tetapi bisa diekspresikan pada wadah arena tanding, event kejuaraan yang ada parameter prestasinya, jelas arahnya, dan terukur kekuatan skill-nya.
“Kami berharap, Jombang adem ayem, tenteram, tidak lagi ada pertikaian di jalan antar perguruan. Tahun 2021 terselesaikan, damai. Tahun 2022 kami minta tidak ada lagi, tahun 2023, tahun 2024 tidak ada lagi. Selanjutnya, Kabupaten Jombang aman bagi kita semua,” pinta Wabup yang mendapat giliran kedua yang diberikan Bupati.
Komandan Saar Radar 222 Ploso, mengajak untuk bersikap tolong menolong dalam kebaikan jangan melakukan tolong menolong dalam hal ketidakbaikan. Bersatu padu lebih baik dari pada bercerai berai.
“Mari kita bantu vivi misi pemerintah daerah untuk mewujudkan Jombang Berkarakter dan Berdaya Sain, untuk mencapai kesejahteran bersama. Meski berbeda perguruan tetapi utamakan kerukunan, kompak menjaga kondusifitas, jangan mudah terprovokasi atau menuruti hawa nafsu tetapi pikirkan dulu sebelum bertindak,” tuturnya.
Kapten Tatok Budiono, Dan Ramil Kota Jombang yang membacakan amanat Komandan Kodim 0814 Jombang tidak hadir karena ada rapat di Makodam V Brawijaya menyampaikan pertemuan serupa ini perlu dilakukan ditingkat kecamatan, untuk saling mengenal, menjaga kerukunan.
“Generasi muda adalah aset bangsa, dengan tingginya era digitalisasi, cepatnya informasi jangan mudah terprovokasi. Sesungguhnya olahraga bela diri silat untuk prestasi, bukan untuk kesombongan diri, untuk itu tunjukkan kemampuan pada kejuaraan,” pesannya.
Sementara Kabag Ops Polres Jombang AKP M Puji mewakili Kapolres menghimbau kepada tokoh perguruan untuk selalu memberikan pencerahan kepada pendekar anggota yang ada di akar rumput.
“Intinya ada tiga tugas Kepolisian, pemeliharaan ketertiban masyarakat, penegakan hukum dan melayani/melindungi masyarakat. Meski demikian, jangan sampai ada yang urusan hukum karena penegakan akan terus berjalan jika ada kejadian,” katanya.
Andik Subangun Kasi Intel Kejaksaan Jombang mengajak tokoh perguruan untuk mengingatkan atau mendapingi anggotanya saat berangkat atau pulang latihan.
“Pengalaman hukum yang kami tangani, kejadian muncul saat pulang latihan. Jikalau sudah demikian proses hukum dan sanksi hukum tetap berjalan, untuk itu jangan sampai menimbulkan ekses hukum,” tuturnya.
Ketua Pengadilan Agama yang juga mendapat kesempatan, mengajak seluruh pedekar dan lapisan masyarakat manapun untuk menjaga kerukunan, menciptakan suasana kondusif, aman dan nyaman.
Menurutnya, hidup rukun harus dimulai dari lingkungan terkencil, lingkup Rumah Tangga, bisa tolong menolong, saling pengertian agar tercipta suasana harmonis.
“Untuk itu, perlu komitmen yang kuat mewujudkan dan menjaga bersama, Kabupaten Jombang yang kondusif, aman bagi kita semua,” saran Ketua PA Perempuan, yang mengaku, bahwa yang ditangani PA bukan hanya masalah perceraian saja, melainkan banyak masalah lain yang terkait dengan suasana kondusifitas Kabupaten Jombang. (dan)














