RSUD Jombang Adakan Bulan Bakti Psikologi “Program Persiapan Pernikahan” untuk Kesiapan Mental dan Antisipasi Perceraian

- Penulis

Senin, 14 April 2025 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CH. Widayanti, M.Si., M.Psi, Psikolog (Ka. Poli Psikologi) RSUD Jombang menyampaikan materi bulan bakti psikologi kepada Calon Pengantin

CH. Widayanti, M.Si., M.Psi, Psikolog (Ka. Poli Psikologi) RSUD Jombang menyampaikan materi bulan bakti psikologi kepada Calon Pengantin "Program Persiapan Pernikahan", Jum’at (11/04/2025).

RSUD Jombang Adakan Bulan Bakti Psikologi “Program Persiapan Pernikahan” untuk Kesiapan Mental dan Antisipasi Perceraian

Jombang, layang.co – Inilah kabar gembira yang diberikan Tim Media RSUD Jombang. Yakni, melakukan bulan bakti psikologi “Program Persiapan Pernikahan” bagi calon pengantin.

Rincian kegiatan bulan bakti psikologi. Pendaftaran secara Online: 10 – 19 April 2025. Skrining Kesiapan Pernikahan: 21 – 30 April 2025 (online dan offline); Workshop Persiapan Pernikahan: 7 Mei 2025 (offline); Konseling Persiapan Pernikahan: 12 – 16 Mei 2025 (offline).

Cara Mendaftar: Pendaftaran dapat dilakukan melalui link: https://bit.ly/BulanBaktiPsikologiInformasi Kontak: Kak Maria: 0812 1640 4626; Kak Shinta: 0812 3122 4119; Kak Aida: 0813 5959 1491.

Bakti Psikologi telah dilakukan pada, Jum’at (11/04/2025),  yaitu fokus pada kegiatan yang bertujuan untuk memberikan pendampingan psikologis kepada calon pengantin agar lebih siap menghadapi tantangan dalam pernikahan.

Disampaikan, pernikahan diatur dalam UU No 1 Tahun 1974, sebagai ikatan lahir dan batin antara pria dan wanita. Rata-rata umur ideal menikah di Indonesia adalah 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki.

GH Widayanti, M.Si., M.Psi, Psikolog (Ka. Poli Psikologi) RSUD Jombang mengatakan, dalam mempersiapkan pernikahan dibutuhkan beberapa aspek yang menjadi dasar dari pernikahan itu sendiri.

Saxton (1986) menyebutkan, bahwa kepuasan dalam pernikahan bisa terpenuhi bila ada tiga aspek ini di dalamnya yaitu kebutuhan material, kebutuhan seksual, dan kebutuhan psikologis.

“Jika kepuasan dalam pernikahan dapat terpenuhi maka akan meningkatkan komitmen pasangan dalam mempertahankan pernikahan,” terang Widayanti.

Namun sebaliknya, katanya, jika tidak terpenuhi pada aspek tersebut maka dapat menurunkan kepuasan pada pernikahan yang di jalani,” ungkapnya,  kepada awak media.

Widayanti, menjelaskan berdasarkan kasus yang ada di Jombang menurut Pengadilan Agama Jombang terkait pernikahan, pada tahun 2024 terdapat sebanyak 3.079 pasangan mengajukan perceraian.

Widayanti menguraikan, pengajuan perceraian tersebut dikarenakan eberapa faktor, diantaranya ekonomi terdapat sebanyak 840 kasus, faktor judi online sebanyak 57 kasus, 108 pasangan meninggalkan pasangan dengan alasan yang tidak jelas, sebanyak 16 kasus karena kawin paksa, dan 7 kasus karena salah satu pasangan terjerat pidana.

Baca Juga:  Yustisi di Simpang Empat Diwek Kesadaran Warga Pakai Masker Turun

Widayanti menjelaskan berdasarkan fenomen ini RSUD Jombang melalui Poli Psikologi akan melaksanakan kegiatan pelatihan persiapan pernikahan dalam rangka Bulan Bakti Psikologi.

Menurutnya, kegiatan pemberian pendampingan persiapan pernikahan dari sisi psikologi diharapkan dapat mempersiapkan pasangan agar lebih adaptif dalam menghadapi tantangan dalam pernikahan.

“Sehingga dapat terbentuk keluarga yang fungsional dan harmonis. Selain itu, dengan adanya pendampingan ini di harapkan dapat mengurangi kemungkinan kasus perceraian,” harapnya.

Widayanti mengatakan, dengan adanya kegiatan pendampingan psikologis ini diharapkan dapat meningkatkan persiapan secara psikologis bagi calon pengantin, agar kedepannya dalam pernikahannya tercapai pernikahan yang berkualitas.

Persiapan pernikahan dapat diketahui calon pengantin melalui skrining awal yang dilaksanakan secara offline di Poli Psikologi RSUD Kabupaten Jombang.

Bagi peminat yang tidak dapat hadir secara offline difasilitasi secara online jika memenuhi syarat sebagai calon pengantin dan atau berusia 18 – 25 tahun (tidak ada pembatasan jumlah peserta).

Setelah diperoleh hasil skrining akan diperoleh data calon peserta workshop persiapan pernikahan yang bisa mengikuti. Dalam hal ini, peserta akan dibatasi sesuai standar kelas efektif pelatihan (20 peserta).

Workshop kesiapan pernikahan bertujuan untuk memberikan penguatan fondasi hubungan, memberikan wawasan praktis, serta mempersiapkan mental dan emosional sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.

Dari workshop yang diikuti peserta nantinya akan mendapatkan pengetahuan mendalam tentang aspek-aspek penting dalam pernikahan, keterampilan dalam berkomunikasi dan mengelola perbedaan, serta kesempatan tanya jawab untuk membahas pertanyaan dan kekhawatiran seputar pernikahan, bebernya.

Jika peserta yang mengikuti skrining maupun pelatihan dirasa masih perlu konseling, persiapan pernikahan lebih lanjut, maka bisa dilakukan di Poli Psikologi sesuai jadwal yang telah disepakati dengan menghubungi admin Poli Psikologi (CP tertera).

Kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi angka perceraian yang tinggi, dengan 3.079 pasangan mengajukan perceraian di Jombang pada tahun 2024. Dengan adanya program ini, diharapkan calon pengantin dapat mempersiapkan diri secara psikologis untuk mencapai pernikahan yang berkualitas dan harmonis. (*dan)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel layang.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puskesmas Kesamben Intensif Layani 33 Penderita HIV/AIDS dan Pasien TBC
Bersinergi dengan Kader Posyandu Desa, Puskesmas Kesamben Lakukan Screning dan Sosialisasi ATM
Kenali Sejak Dini Tanda Gawat Darurat pada Anak Sakit, Segera Bawa ke IGD RSUD Jombang Jikalau Muncul Gejala Ini
Di Kompleks Makam Mbah Sayyid Sulaiman, Betek Mojoagung akan Ada Klinik Rawat Inap
RSUD Jombang dan Pemdes Temuwulan Kolaborasi Tangani Anak Penderita Jantung Bawaan
Poli VCT RSUD Jombang Layani Deteksi dan Terapi HIV/AIDS Sepenuh Hati: Pengobatan Bukan Akhir, tapi Awal untuk Hidup Lebih Sehat
302 Desa di Jombang Bentuk Tim Siaga, Warsubi Targetkan Eliminasi TBC 2030
Untuk Tingkatkan Gizi Masyarakat dan Atasi Stunting, Pemkab Jombang Gencarkan GEMARIKAN

Berita Terkait

Kamis, 18 Desember 2025 - 15:44 WIB

Puskesmas Kesamben Intensif Layani 33 Penderita HIV/AIDS dan Pasien TBC

Selasa, 25 November 2025 - 13:48 WIB

Bersinergi dengan Kader Posyandu Desa, Puskesmas Kesamben Lakukan Screning dan Sosialisasi ATM

Kamis, 13 November 2025 - 14:33 WIB

Kenali Sejak Dini Tanda Gawat Darurat pada Anak Sakit, Segera Bawa ke IGD RSUD Jombang Jikalau Muncul Gejala Ini

Selasa, 28 Oktober 2025 - 18:25 WIB

Di Kompleks Makam Mbah Sayyid Sulaiman, Betek Mojoagung akan Ada Klinik Rawat Inap

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 12:07 WIB

RSUD Jombang dan Pemdes Temuwulan Kolaborasi Tangani Anak Penderita Jantung Bawaan

Berita Terbaru