Nur Harias, Gelar Kejuaraan Antar Pelajar se-Jawa Timur, Piala Bupati Jombang: Saatnya Rajut Prestasi Jalin Silaturahmi
Jombang, layang.co – Bupati Jombang Hj Munjidah Wahab menyampaikan melalui Kejuaraan Pencak Silat antar Pelajar Putra-Putri se-Provinsi Jawa Timur, Perguruan Nur Harias saatnya merajut prestasi dan menjalin silaturahmi, disamping menjunjung dan menjaga sportifitas.
Nur, artinya cahaya. Harias, filosofi padi. Anak-anakku semua nantinya benar-benar jadi pendekar yang bercahaya dan mengikuti filosofinya padi, semakin kuat, semakin berilmu semakin menunduk, semakin hormat kepada siapapun.
“Jadi kalau sudah punya ilmu tentang pencak silat tidak boleh sombong, atau kebanggaan semata, tetapi selain bangga harus bisa untuk bela diri, membela agama dan membela bangsa. Mengukuti jejak para pejuang di zaman penjajahan. Jangan sampai setelah menguasai ilmu pencak silat dijadikan hal negatif. Sehingga masyarakat tidak mengganggap ilmu pencak silat untuk tawuran,” tutur Bupati.
Hal tersebut disampaikan Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab saat membuka Kejuaraan Pencak Silat antara Pelajar Putra-putri se Jawa Timur “Piala Bupati Jombang” tahun 2022 di GOR Merdeka, Senin (26/12/2022).
Kejuaraan akan berlangsung 26-28 Desember itu diikuti 14 daerah Kota/Kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Timur. Mempertandingkan kategori peserta putra-putri pelajar SD-SMP hingga SMA, mulai kelas pra pemula hingga kelas remaja.
Hadir dalam kesempatan tersebut para Asisten Setdakab Jombang, Kepala Disporapar Jombang Drs Bambang Nurwijanto, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Senen, M.Si, sejumlah Kepala OPD terkait, Ketua KONI Kabupaten Jombang Heru Ariwanto, para guru MKKS olahraga lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta para wali atlet, yang duduk di tribun GOR Merdeka.
Lebih lanjut Bupati menyampaikan selain mencari juara bersilaturahmi, saling mengenal bahwa kita adalah saudara, saling mengasihi dalam pertandingan. Untuk itu, selamat bertanding jaga persaudaraan jaga sportivitas, silat tidak boleh dipakai untuk kekerasan, tambah Bupati.
Bupati mengajak perguruan Nur Harias dan perguruan pencak silat lainnya untuk komitmen dalam tahun 2023, untuk mewujudkan Kabupaten Jombang menjadi sentra perguruan pencak silat yang damai dan berprestasi, berorientasi meraih sertifikat MURI dengan menunjukkan atlet pencak silat terbanyak secara nasional.
Imam Suhadi, M.MPd, Ketua Dewan Pendekar Kabupaten Jombang selaku penyelenggara menyampaikan kegiatan akbar tahun 2022 ini diikuti 388 atlet putra putri berasal dari: Jombang 114 atlet, Jember 6 atlet, Situbondo satu atlet, Ponorogo 20 atlet, Bondowoso 23 atlet, Malang 7 atlet, Sampang 85 atlet, Surabaya 51 atlet, Pasuruan satu atlet, Mojokerto 13 atlet, Nganjuk 5 atlet, Gresik 39 atlet, Sidoarjo 23 atlet.
Dalam kejuaraan ini mempertandingan 9 kelas. Mulai kategori Kelas A dengan BB 39 – 42 Kg, Kelas B 42 – 45 Kg hingga Kelas J yakni BB 66 – 69 Kg, setiap jenjang kelas beda berat badan 3 Kg.
“Kejuaraan ini merupakan ajang pembinaan, pendadaran atlet untuk meningkatkan skill menjelang persiapan Porprov 2023,” papar Imam Suhadi yang juga Kepala Sekolah SMPN 1 Tembelang ini.
Disampaikan oleh Imam Suhadi, perguruan Pencak Silat Nur Harias berkembang di Jawa Timur sejak tahun 1970-an. Pola dan strategi pengembangan pembinaan prestasi dengan sasaran prioritas usia pelajar SMP, MTs berlanjut ke jenjang usia lebih tinggi.
“Orientasi Nur Harias, yakni untuk prestasi terukur melalui berbagai ajang kejuaraan di arena pertandingan,” pungkas Imam Suhadi. (dan)














