Beranda blog Halaman 185

Penyaluran Dana Desa akan Dilakukan Sesuai Pengajuan dari Masing-masing Desa

0

Caption foto : Hafid ketika diruang kerjanya

memoexpos.co – Penyaluran Dana Desa tahap 2 nanti akan dilakukan sesuai dengan pengajuan dari masing-masing Desa perkecamatan dan harus memenuhi syarat-syarat tertentu pada setiap tahapanya.

Hal ini di sampaikan oleh Abdul Hafid, Kasi Pembinaan Pembangunan Sarpras Desa saat di Konfirmasi diruang kerjanya. Selasa (25/6/2019)

Penyaluran Dana Desa Tahap ke 2 yakni sebesar 40 persen dan kegunaanya sesuai dengan RKP (Rencana Kerja Pemerintah Desa) masing-masing yang disusun oleh Pemerintah Desa sesuai dengan informasi pemerintah Daerah, jadi pihak Desa tidak bisa melaksanakan pekerjaan sesuai yang tidak sesuai dengan RKP yang sudah ditanda tangani oleh BPD dan Kepala Desa dan susah di posting di Kementrian Keuangan. Jelasnya

Lanjut Hafid, Sedangkan untuk Dana Desa pada tahap 1 rata-rata telah digunkan untuk pemberdayaan yang tergantung oleh masing-masing Desa. Dan program dari DPMPD sendiri yaitu pembinaan molai dari pembinaan secara teknis maupun pelaporan realisasi pengunaanya.

Menurut Hafid, Dana Desa juga dapat digunakan dalam program pipanisasi melalui pansimas dari perkim dan akan di kelola oleh Desa masing-masing , dari DPMPD akan menangani terkait kelembagaanya, monitoring, pemberdayaan dan pembinaan

Untuk Desa tertinggal selama ini kita terus memacu untuk menciptakan beberapa trobosan-trobosan agar dapat mengangkat mereka supaya tidak menjadi Desa tertinggal, setidaknya kita harus melakukan push kegiatan apa yang menyentuh pada Desa untuk dapat meningkatkan perekonomian di Desa.

“Kita juga telah mempersiapkan Desa maju untuk tahun ini ada 4 Desa, selama ini kita masih meninjau dari letak Geografisnya maupun dari tingkat SDM masyarakatnya dan perekonomian masyarakatnya, ketetapan tersebut di ambil dari kriteria-kriteria yang telah disesuaikan dalam Kementrian Desa”.pungkasnya (bay)

Bupati Jombang Pimpin Tanam Tembakau

0

Caption foto : Bupati akan tanam tembakau bersama wabup dan ketua APTI dan Kepala desa

memoexpos.co – Dalam mendukung keberhasilan petani tembakau di Kabupaten Jombang, maka perlu adanya gotong royong. Apa yang di butuhkan masyarakat selama ini adalah sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Jombang Hj.Mundjidah Wahab ketika turun tanam tembakau yang di dampingi oleh Wakil Buoati dan Sekretaris Oemerintah kabuoaten Jombang, dihadiri oleh Kepala Disperta, Kepala BPKAD, Kepala Diskominfo, Ketua HKTI, Ketua APTI, Forpimcam, Kepala Desa Sidokaton, dan Para Petani Tembakau. Bertempat di Persawahan Desa Sidokaton Kecamatan Kudu Kabupaten Jombang. Selasa (25/6/2019)

Lanjut Bupati, dengan adanya kegiatan turun tanam Tembakau Bersama, lebih tahu kondisi yang sebenarnya di masyarakat dalam menanam Tembakau yang lebih membutuhkan air, dengan demikian masyarakat di Sidokaton maupun di utara berantas masih perlu dukungan untuk masalah pengairan dan harus ada bantuan berupa sumur untuk pengairan. 

“Bantuan-bantuan ini akan di proses secara bertahap sesuai dengan kemampuan daerah yang akan di bagi-bagi kepada para petani padi, petani tebu dan tembakau itu semua minta perhatian dari pemerintah Kabupaten Jombang”.ucapnya

Pemerintah Kabupaten Jombang akan berupaya meningkatkan bantuan di tahun-tahun depan, juga akan berupaya untuk mendapatkan bantuan dari Provinsi Jawa Timur.

Sementara itu kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Hadi Purwantoro menyampaikan tanam perdana tembakau kali ini merupakan yang ke 3 setelah sektor perkebunan digabung dalam dinas pertanian. Pada tahun 2017 dilakukan di desa Bendungan Kecamatan Kudu kemudian tahun 2018 dilaksanakan di Desa Tondowulan Kecamatan Plandaan dan saat ini dilaksanakan di dusun Mabul, Desa Sidokaton Kecamatan Kudu.

“Meskipun tembakau bukan komoditas mayoritas petani Jombang, namun keberadaannya tidak bisa pandang remeh, ada sebanyak 176 kelompok tani dengan jumlah petani mencapai 11.533 orang yang menanam tembakau, karena itu kegiatan seperti ini perlu dilakukan sebagai media komunikasi antara kelompok tani dengan pembuat kebijakan dan stakeholder lainnya, seperti perusahaan rokok, penelitian dan bank, serta lainnya,” ujarnya.

Menurut Hadi, pada tahun 2018 luas tanaman tembakau di kabupaten Jombang mencapai 5.292 hektar tersebar di 6 kecamatan, diantaranya Kabuh 2.785 hektar, Ploso 1.092 hektar, Kudu 735 hektar, Ngusikan 94 hektar, Plandaan 574 hektar dan Bareng 12 hektar. Dari luas tanam tersebut, pada tahun 2018 Jombang mampu memproduksi tembakau basah mencapai 59.090 ton. pada tahun 2019 ini diharapkan luas tanah tembakau di Kabupaten Jombang dapat dipertahahankan sebagaimana luas tanam tahun 2018 yaitu sekitar 5.922 hektar.

“Seminggu yang lalu laporan masuk ke dinas pertanian tanam tembakau sudah mencapai 5.225 hektar, sedangkan sampai sekarang sudah hampir tutup tanam dan masih ada petani yang menanam tembakau. Dalam rangka meningkatkan produksi dan kualitas tanaman tembakau tahun ini pemerintah kabupaten Jombang memberikan bantuan berupa pupuk NPK Basal sebanyak 110,3 ton dan pupuk KNO3 sebanyak 11 ton . selain itu, diberikan NPK Fertila mencapai 30 ton, bantuan ini jauh lebih besar dari bantuan pada tahun 2018 sejumalah 22,5 ton,” harapnya.

Menurut Hadi, berdasarkan pengujian tanaman pemanis dan serat (BALITAS) Jawa timur di Malang, pupuk NPK  dan KNO3 khusus tembakau ini memiliki kadar clor yang rendah sehingga bisa menghasilan daun tembakau yang lebih baik. Selain bantuan pupuk untuk medukung keberhasilan petani juga memberikan mesin pertanian, antara lain: hands player elektic 70 unit, hand traktor 3 unit, mulitfator/ traktor mini sebanyak 17 unit, pompa air beserta selang air16 unit, mesin alat rajang tembakau 20 unit, pisau rajang tembakau 40 unit , terpal 70 lembar dan timbangan duduk 25 unit. Bantuan tersebut bersumber dari 3 anggaran, yaitu: APBD Kabupaten Jombang, DBHCHT dan APBD Provinsi Jawa Timur.

“Musim tanam 2018 harga tembakau sangat bagus, untuk tembakau basah berkisar antara 3.000-6.000 perKg, sementara tembakau rajangan berkisar antara 30.000-40.000 perKg, bahkan ada yang mencapai 42.000 perKg. Tentu berharap tahun ini produksi dan harga tembakau bisa lebih baik atau paling tidak, sama dengan tahun  lalu. Dinas pertanian terus mengupayakan program sebaik-baiknya bagi petani tembakau baik berupa bantuan maupun pembinaan kelompok tani dan menfasilitasi kemitraan dengan pabrikan/industri rokok,” ungkapnya. (bay)

Berani Lakukan Pencurian dan Kekerasan Dibekuk Polisi

0

Caption foto : barang bukti

memoexpos.co – LHR (34) telah berhasil di amankan Resmob Polres Jombang karena telah melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan di wilayah hukum Polres Jombang.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu SH SIK membeberkan, berawal dari laporan warga bahwa pada tanggal 10 Mei 2019 sekira pukul 20.30 wib telah terjadi tindakan perampasan HP di Jalan kemuning Desa Candimulyo Kec/kab Jombang, pada saat itu lorban tengah keluar hendak menjemput temanya namun setibanya di lokasi korban mengalami penjambretan. Untuk menindaklanjuti laporan tersebut anggota Resmob unit I Polres Jombang melaukan penyelidikan dan penangkapan terhadap LHR yang berhasil ditangkap pada hari minggu 23/06/19 tepatnya di Dusun Juwet Desa Kedunglosari Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang.

Lanjut Azi, diketahui bahwa tersangka saat melakukan aksinya menggunakan motor Yamaha Vega warna ZR warna biru tahun 2010 dengan Nopol L-5507-HD, tersangka beraksi dengan cara berkeliling seputaran jalan di dalam kota Jombang untuk mencari sasaran terutama seorang pengendara perempuan, setelah berahasil melakukan aksinya, selanjutnya tersangka menjual HP hasil Jambret tersebut dan sebagian HP hasil jambretanya digunakan oleh tersangka bersama istrinya

Setelah dilakukan penangkapan, Polisi berhasil menemukan barang bukti 1 unit HP Merk OPPO A3S warna ungu hasil dari jambret dan 1 unit sepedah motor Yamaha Vega ZR warna biru tahun 2010 dengan Nopol L-5507-HD yang digunakan pada saat menjambret

Menurut pengakuan tersangka bahwa dalam melakukan tindakan penjambretan ini dilakukanya sendirian  dan telah dilakukan tersangka di 12 TKP yang semuanya di wilayah hukum Polres Jombang.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuataanya pelaku yang beralamatkan di Desa kedunglosari Kecamatan Tembelang kabupaten Jombang ini, terjerat pasal 365 ayat 1 dan ayat 2 ke 1e KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara, selanjutya pelaku di bawa ke Mapolres Jombang guna proses penyelidikan lebih lanjut.pungkasnya (bay)

Dinamika Global Mengharuskan Semua Memiliki Kualitas Diri yang Lebih Baik

0

Caption foto : Wabup Sumrambah ketika sambutan

memoexpos.co – Pegawai honorer harus mampu melakukan upaya peningkatan kualitas diri, penguatan diri agar kemudian mampu membawa tugas yang amanah untuk bisa menjadikan Jombang yang lebih baik, Begitu juga ASN ( Aparatur Sipil Negara ). Karena dinamika global mengharuskan semua memiliki kualitas diri yang lebih baik.

Hal ini disampaikan oleh Sumrambah Wakil Bupati Jombang saat menghadiri silaturahmi dan Halal Bi Halal 1440 H Tenaga Hororer K2 Kabupaten Jombang yang mengambil tema “Tingkatkan Ukhuwah Menuju ASN Yang Penuh Berkah”. Bertempat di gedung Bung Tomo Pemerintah Kabupaten Jombang. Senin (24/6/2019)

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Jombang senantiasa akan memberikan yang terbaik bagi pegawai honorer K2 yang sekarang ini pemerintah sedang mencari satu titik terbaik bagaimana kemudian pegawai honorer K2 bisa terakomodir sehingga tidak lagi menjadi beban pemerintah daerah.

“Harapan saya untuk aparatur pemerintah agar selalu meningkatkan kapaisitas diri masing-masing (capacity building), kedepan saya juga berharap tidak akan pernah lagi mendengar pegawai honorer K2″.ucapnya

Sementara Ipung Kurniawan koordinator K2 menyapaikan banyak terimakasih atas usaha jerih payah semuanya

“Kabupaten Jombang ketika membuka CPNS juga P3K, akan di akomodir dalam aparatur sipil negara, untuk Jombang kemarin dari yang masuk CPNS tersisa kurang lebih 450, ini untuk Kabupaten Jombang di semua instansi yang menjadi prioritas yaitu tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan”.katanya

Masih menurut penjelasan Ipung, Sebelumnya kita telah melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Timur bersama perwakilan BKD dan Kepala Dinas Provinsi telah menyetujui tuntutan kita, artinya tenaga honorer K2 di provinsi akan di selesaikan di tahun 2019, sedangkan ditingkat Kabupaten kemarin yang tidak terjaring menjadi ASN paling tidak akan muncul kebijakan dari pemerintah daerah untuk tetap dipekerjakan, dan kami mohon agar tenaga honorer K2 yang tersisa ini yang tidak lolos di CPNS maupun P3K akan tetap menjadi prioritas penyelelesaikan kepegawaian di pemerintah kabupaten Jombang

Senada dengan Syarif Hidayatulah anggota dewan komisi D, Ia Menyampaikan Semoga semua usulan yang disampaikan dapat di terima dengan baik oleh Wakil Bupati Kabupaten Jombang, sehingga harapan kita ke depan Jombang sudah seperti daerah-daerah lain, tidak ada lagi istilah K2 yang ada semua adalah ASN dan kita harapkan dengan proses yang terstruktur dengan baik semua pasti akan bisa terselesaikan.

“Kita akan tetap komunikasi dengan pemerintah daerah, saya yakin pemerintah daerah kedepan akan peduli dengan teman-teman honorer K2 sehingga akan kita upayakan ada jalan keluar kepada tenaga honorer K2 khususnya yang usianya sudah tua-tua”, pungkasnya (bay)

Dandenpom V/2 Mojokerto : Anjangsana Guna Mempererat Tali Silaturahmi

0

Caption foto : Dandenpom ketika serahkan taliasih

memoexpos.co – Anjangsana guna mempererat tali silaturahmi, karena telah menjadi kewajiban bagi sesama mahluk allah SWT yang saling mengasihi dan berbagi. Masih dalam suasana lebaran.

Hal ini disampaikan oleh Dandenpom V/2 Mojokerto Letkol Cpm Rudy Herdiyanto Widijasmoko S.H. ketika dikediaman Brigjen TNI Purnawirawan Abdul Kholik Desa Sumber Agung Kecamatan Magaluh Kabupaten Jombang.bersama Wadandenpom V/2 Mojokerto Mayor Cpm I Nengah Sindu Darmawan S.sos bersama Dan Unit PM Jombang  Peltu Handiyanto dan anggotanya. Jumat (21/6/2019)

Lanjut Rudy,  Kunjungan dikediaman Brigjen TNI Purnawirawan Adbul Kholik dalam rangka memperingati HUT polisi Militer Angkatan Darat ke 73 dengan tema “Polisi militer angkatan darat profesional dan modern.Teriring ucapan terimakasih yang tulus dan penghargaan yang setinggi tingginya atas pengabdiannya selama ini”,ujarnya

Diberitahukan bahwa POMAD di usianya ke 73 selaku generasi penerus mengajak dan mengingatkan kembali agar kita jangan sekali kali melupakan sejarah tentang bagaimana para pendahulu berjuang. Mengabdi dan berkorban dengan tulus dan iklas demi kejayaan corp TNI Bangsa dan Negara. Konsekwensinya adalah kita agar mampu dan menjunjung tinggi nama baik corp pomad polisi militer angkatan darat.dengan komitmen dan tekat yang kuat untuk mampu melaksanakan tugas pokok secara maksimal dengan memiliki kemampuan yang tinggi serta berpegang teguh kepada nilai nilai moral dengan merujuk pada sifat sifat yang dimiliki oleh patih gajah mada yang tertuang dalam panca dharma corp yang berbunyi sifat kesatria bijaksana pantang mundur kebesaran hati dan kejujuran.

Denpom Rudi Menambahkan, menyikapi perkembangan zaman yang diiringi meningkatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi saat ini sehingga tantangan tugas pomad kedepan semakin kompleks dan dinamis.

Sementara itu  Abdul Chalik ketika diwawancarai menjelaskan, anjangsana adalah hal yang sangat dianjurkan oleh agama dan dapat menjaga hubungan baik yang selama ini telah terwujud antara polisi militer dengan purnawirawan.

menurut Abdul Kholik, di era tehnologi digital agar prajurit mengikuti perkembangan agar tetap mampu mengakses dan saling tukar informasi.

Abdul Kholik mengucapkan terimakasih kepada jajaran Denpom yang mau meluangkan waktunya, Semoga Hubungan talisilaturahmi ini dapat menambah keutuhan antara polisi Militer dengan Purnawirawan yang menjaga kedamaian dan kekeluargaan. ungkapnya (syaif)

Liputan video langsung

Dua Pengguna Narkotika Berhasil Digulung Polisi

0

Caption foto : pelaku beserta barang bukti

memoexpos.co – WPN (30) dan AA (35) ditangkap polisi karena berani menggunakan Narkotika jenis sabu di Desa Pandanwangi wilayah hukum polres Jombang.  Kamis (19/6/2019)

Kasat ResNarkoba polres Jombang AKP Moch Mukid membeberkan, Dua Pengguna Narkotika berinisial WPN (30) Penyanyi Cafe alamat Desa Pandanwangi Kecamatan Diwek dan AA (35) alamat Desa Tunggorono Kecamatan Jombang  Kabupaten Jombang  berhasil diamankan polisi yang merupakan TO. hasil penyelidikan Anggota Unit II Satresnarkoba Polres Jombang.

Lanjut Mukid, setelah dilakukan penggeledahan ditemukan Barang Bukti berupa Bungkus bekas Chitato berisi kotak ungu yang didalamnya terdapat 1 (satu) plastic klip berisi 2 paket sabu masing-masing berupa 1 (satu) plastic klip sabu dengan berat 3,25 gram berat bersih 3,31 gram dan 1 (satu) plastic klip sabu dengan berat kotor 1,05 berat bersih 0,85 gram. 1 (satu) plastic klip berisi 3 (tiga) paket sabu dibungkus lakban hitam kuning masing-masing berat kotor 0,88 gram berat bersih 0,30 gram. 1 (satu) plastic klip berisi 15 (lima belas) paket sabu dililit lakban kuning dengan masing-masing berat kotor 0,34 gram berat bersih 0,08 gram. 1 (satu) plastic klip berisi 9 (Sembilan) paket sabu dililit lakban hijau masing-masing berat kotor 0,52 gram berat bersih 0,15 gram. 1 (satu) plastic klip berisi 5 paket sabu dililit lakban merah masing-masing dengan berat kotor 0,40 gram berat bersih 0,10 gram. 3 (tiga) buah sedotan sebagai skrup. 3 (tiga) pak plastic klip kosong. 2 (dua) buah timbangan elektronik. 4 (empat) buah lakban warna merah, kuning, hijau dan hitam kuning. 1 (satu) unit HP merk VIVO warna hitam. berat kotor swluruhnya sebanyak 18,72 gram. dengan no, simcard 081555760xxx (satu) Unit HP merk VIVO warna silver dengan nomor sim card 081555760XXX

Kedua Pelaku diduga melanggar pasal, Setiap orang dengan sengaja tanpa hak atau melawan hukum membeli, menjual atau sebagai perantara dalam jual beli, menyimpan, memiliki atau menguasai dan sebagai penyalahguna Narkotika Golongan I bukan tanaman jenis Sabu yang beratnya lebih dari 5 gram  sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) jo pasal 112 ayat (2) UURI no.35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kedua tersangka dilakukan penahanan di Mapolres Jombang. Guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut, dan menemukan pelaku lainnya. pungkas Mukid. (bay/syaif)

Panglima TNI Kunjungan ke Ponpes Tebuireng Jombang

0

Caption foto : Pengasuh pondok ketika sambutan

memoexpos.co – Rombongan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P Silaturahim dengan Alim Ulama Jawa Timur. di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang dengan keamanan jalan oleh Polisi lalulintas polres Jombang dan polisi militer.

Panglima TNI ditemui oleh pengasuh Pondok  Pesantren Tebuireng Jombang yakni KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah), dikediamnnya

Silaturahim dilanjutkan menuju Lantai III Gedung HK.Yusuf Hasyim yang dihadiri oleh Pimpinan Ponpes dan perwakilan pengasuh Pondok Pesantren se- Jatim. Perwakilan Toga dan Tomas, Para Ulama se Jatim. Wakil bupati Jombang Sumrambah, Jombang. Letkol Arm Beni Sutrisno Dandim 0814/Jombang.  Kapolres Jombang AKBP Fadli Widiyanto SIK SH MH. Dandim 0814 Jombang Letkol Arm Beni Sutrisno. Danramil, Kapolsek. dan Kepala Desa Cukir.Kamis (19/6/2019)

Dalam Silaturrahimnya tersebut, Pengasuh pondok Tebuireng Jombang KH Salahudin Wahid menyampaikan Makna Halal Bi Halal karena masih dalam suasana lebaran. 

“Istilah halal bi halal muncul ketika terjadi dialog konstruktif anatara Presiden Soekarno yang pada masa itu para elit tidam mau bersatu saling bertengkar dan saling menyalahkan karena situasi politik di Indonesia kala itu.Ucapnya

Waktu itu  lanjut Gus Sholah, Kiai Wahab mengusulkan agar Bung Karno mengadakan acara silaturahmi antar elit politik, saran KH Wahab Hasbullah kemudian di amini oleh Bung Karno, sehingga pada Hari Raya Idul fitri saat itu Bung Karno mengundang semua tokoh elit politik untuk datang ke istana menghadiri silaturahmi bertajuk Halal Bi Halal.jelasnya

Selain itu Gus Solah panggilan akrab pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng menyampaikan dalam menuju kemerdekaan Negara Indonesia tidak lepas dari peran perjuangan tokoh tokoh Islam. selain itu Nahdatul ulama menyetujui Pancasila sebagai dasar negara Indonesia demi persatuan dan kesatuhan Negara Indonesia. 

Sementara itu Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP  menyampaikan,  data fakta di lapangan pada tanggal 21.22 mei 2019. Jauh sebelum peristiwa tanggal 22 mei, data tersebut dari Intelijen yang mengatakan bahwa  banyak informasi diterima akan ada kerusuhan di Jakarta.

“Panglima TNI, Kapolri, Menko Polhukam, Menkumham. dan menkominfo berfikir kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. dan menjaga bangsa Indonesia tetap utuh bersatu dalam mempertahankan negara Indonesia”. ujarnya

Menurut Panglima, Kantor KPU. Bawaslu. Istana. MPR/DPR dilakukan penjagaan oleh TNI/POLRI guna rasa aman. karena terjadinya kerusuhan 22 mei. 

Akibat kerusuhan tersebut ditemukan sebanyak 854 korban warga sipil. 108 diantaranya luka ringan. 559 luka ringan. 178 non trauma. 9 meninggal dunia.dan 234 personil polri. 29 rawat inap. 25 luka berat. 4 luka ringan. 205 rawat jalan. 

Secara garis besar dari TNI/Polri mampu mengatasi kerusuhan. Terdeteksi jenis masa berbeda dan teroganisir. dan dari kerusuhan itu bisa selesai tanggal 23 mei. 

Untuk mengetahui kebenaran kerusuhan yang terjadi, pihak kepolisian mencari dan oleh TKP pelaku kerusuhan yang mengakibatkan meninggal dunia dan  Tuntut proses pelaku kesuruhan. jelasnya

Sebelumnya panglima TNI dan Gus sholah telah bertemu di jakarta untuk membahas kejadian 21 dan 22 mei 2019, sedangkan hari ini kunjungannya ke pondok tebuireng yaitu dalam rangka silaturahmi dengan para alim ulama Jawa Timur, panglima TNI membahas tentang kesiapan TNI Polri dalam mengamankan peristiwa 21 dan 22 Mei yang telah terjadi, dengan beberapa Fakta dan Data selama kejadian 22 Mei 2019, dalam kejadian tersebut tidak hanya terdapat masa aksi saja tetapi ada juga yang bertindak sebagai masa perusuh. 

Silaturrahim Panglima ke Ponpes Tebuireng adalah memontum hari raya Idul Fitri dan melakukan halal bihalal guna mempererat Negara dan Bangsa.  :semoga bangsa Indonesia menjadi Negara Gemahripah lohjinawi. Toto tentrem toto raharjo. pungkasnya. (bay/syaif)

Kesenian Patrol Meriahkan Warung Pojok Kebonrojo

0

Caption foto : wabup Sumrambah saat sambutan

memoexpos.co – Tugas Penyuluh Pertanian adalah dengan Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Manusia (SDM) Penyuluh Pertanian. Lapangan dan Balai Penyuluhan Pertanian dalam mendukung Ketahanan Pangan Nasional bersama Kepala pusat penyuluh BPPSDMP Kementrian Pertanian. 

Hal ini disampaikan oleh Anasrul Hakim Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang, saat menyambut kehadiran Bupati bersama Wakil Bupati Jombang, serta segenap OPD Pemerintah Kabupaten Jombang di acara Warung Pojok Kebonrojo yang dimeriahkan dengan kesenian Patrol.Rabu (19/6/2019)

Kemerihaan kegiatan Warung Pojok Kebonrojo kali ini Sumrambah Wakil Bupati Jombang dalam sambutannya menambahkan penyampaian Bupati Jombang Hj.Mundjidah Wahab.

Menurut Sumrambah, yang disampaikan oleh Bupati Jombang adalah visi Jombang yang berkarakter dan Berdaya Saing. Karena itu penyuluh kabupaten Jombang harus Berkarakter dan Berdaya Saing dan kopentensi yang unggul. 

Lanjut Sumrambah, Saat ini kita semakin memiliki tantangan sangat besar. Alih fungsi lahan pertania, perubahan iklim dengan berbagai akibatnya perubahan prilaku di masyarakat.Trend perekonomian yang semakin dinamis. Satu hal lagi Tehnologi Informasi yang cepat sekali berkembang membutuhkan SDM yang baik”. katanya 

Sementara itu, Penyuluh maupun petani agar mampu mengikuti perkembangan teknologi yang saat ini disebut sebagai era industri 4.0. Yaitu pemanfaatan teknologi informasi dan internet secara sangat luas. Selain itu, saat ini juga sedang mengalami panen demografi, dimana 60% penduduk adalah kawula muda yang disebut sebagai generasi milenial. 

Semua itu bisa menjadi peluang percepatan pembangunan pertanian, tapi juga menjadi masalah apabila dunia pertanian tidak bisa menjawab kebutuhan kaum milenial. ungkapnya

“Kalau kita tidak mampu menyesuaikan dengan perubahan maka lambat laun dunia pertanian akan ditinggalkan dan manakala pertanian kita lemah, maka ini akan menjadi bencana bagi kita semua”. 

Seperti yang disampaikan oleh Ibu Bupati, bahwa penyuluh merupakan ujung tombak pemerintah dalam melaksanakan kebijakannya. Maka kita harapkan optimalisasi peran penyuluh melalui sarana bpp yang ada perlu terus ditingkatkan melalui berbagai inovasi. pungkas Sumrambah (syaif)

 

Meriah, Halal Bi Halal Kejari Jombang Ditandai dengan Pemberian Penghargaan

0

Caption foto : Kajari beserta ibu dampingi Kasi Pindum saat pasang taliasih ke istrinya

memoexpos.co – Halal Bi Halal bersama segenap pegawai Kejaksaan Kabupaten Jombang Kegiatan diikuti oleh seluruh jajaran kepegawaian Kejaksaan Negeri Jombang beserta keluarga besar dan ibu-ibu Dharma Karini Kejaksaan Negeri Jombang.

Hal ini disampaikan oleh Syafiruddin Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Jombang Ketika diwawancarai oleh sejumlah media. di aula Kejaksaan. Rabu (19/6/2019)

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Jombang, Syarifuddin. ditantai dengan memeriahkan lima pegawainya yang sedang ulang tahun.

“Setelah sebulan kita menjalankan puasa di bulan suci Ramadhan, sangat kurang ketika kita tanpa halal bihalal dan saling memaafkan. Selain itu saya mengajak pegawai yang sedang ulang tahun. Kami mengutamakan guyub rukun serta kekeluargaan. demi terciptanya kondusifitas antar pegawai”.ucapnya

Selain halal bihalal, Kejari Jombang juga peringati hari kartini dan tasyakuran ulang tahun lima orang, 3 Jaksa siantaranya Agus Suroto, Yoga Adyatama, Mujb Saris dan 1 pegawai honorer bernama Ubet serta Nawa Vila dari Ikatan Adyaksa Dharma Karini Kejaksaan Negeri Jombang. ujarnya

Disamping ajang silaturahmi, moment tasyakuran ulang tahun sebagai bentuk penghargaan Kajari kepada anggotanya, dan sudah menjadi budaya positif keluarga kejari Jombang.

“Semua kita jadikan satu guna silaturahmi bersama dan semua ini adalah keluarga besar dari kejaksaan, tasyakuran ulang tahun ini sudah menjadi budaya mulai dari saya sampai jabatan terkecil guna intropeksi, bertambah usia bertambah pula kebaikan” Ungkapnya

Perlu diketahui, Halal Bi Halal dan tasyakuran, Kejaksaan Negeri Jombang terselenggara melalui kordinator ibu-ibu Dharma Karini Kejaksaan Negeri Jombang, Kajari juga mengajak pegawai memakai kebaya batik, guna itentitas peringatan hari kartini. (syaif)

Diduga Lakukan Pencurian, RM Harus Berurusan dengan Polisi

0

Caption foto : pelaku saat ditangkap polisi

memoexpos.co – RM (34) Warga Dusun Kedungsari Desa Balongsari Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang, sempat dihajar masa lantaran diduga lakukan upaya pencurian dirumah kontrakan Hasanuddin, Dsn Bendorangkang Desa Tanggalrejo Kecamatan Mojoagung Jombang. Senin (17/6/2019)

Kapolsek Mojoagung, Kompol Khoiruddin membeberkan, Upaya pencurian yang  dilakukan oleh RM bermula saat korban bersama isterinya keluar rumah menggunakan sepeda motor sekitar pukul 18.45 Wib. Saat sampai dijalan depan rumahnya, ia merasa curiga dengan gerak gerik orang tak dikenal yang mondar mandir disekitar rumah. Curiga dengan hal itu, korban mengajak Saiful (saksi) untuk mengecek tempat tinggalnya. dan dugaan itu benar, RM diduga akan masuk ke tempat tinggal korban dengan cara lewat jendela depan, namun belum sempat pelaku masuk rumah aksi pencurian itu gagal lantaran diketahui oleh korban.

Menanggapi kejadian tersebut korban membawa Pelaku ke Polsek Mojoagung pada pukul 20.00 wib, guna proses lebih lanjut. Pelapor curiga dengan gerak gerik orang tak dikenal yang mondar mandir disekitar rumahnya, kemudian pelapor mengajak saksi untuk mengecek tempat tinggalnya. Terlapor diduga akan masuk ke tempat tinggal pelapor dengan cara melalui jendela depan, namun belum sempat masuk rumah sudah ketahuan” Ujarnga.

Dari tangan pelaku Polisi berhasil menyita barang bukti berupa 1 buah stang sok dengan panjang 26 Cm dan 1 buah kubut linggis warna biru dengan panjang 47 Cm yang diduga untuk alat melakukan upaya pencurian.

Pelaku juga sempat dihajar masa, dipukul dengan tangan kosong oleh warga.jelas Kompol Khoiruddin, Atas perbuatannya RM terancam UU Pasal 363 ayat 53 KUHP tentang Percobaan Pencurian.pungkasnya (syaif/iod)