Disporapar Jombang Gelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pelatih Cabor Menuju Prestasi di PORPROV 2025

0
94
Peserta, Ketua KONI Sumarsono, S.Pd, MM, Kabid Olahraga Disporapar Iwan Hari Setyono, SH dan Tutur Jatmiko nara sumber pelatihan mengikuti pembukaan di ruang Soero Adiningrat Pemkab Jombang, Senin (20/5/2024).

Disporapar Jombang Gelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pelatih Cabor Menuju Prestasi di PORPROV 2025

Jombang, layang.co – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) setempat, Senin – Selasa, (20-21/05/2024) menggelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi bagi Pelatih Cabang Olahraga Anggota KONI Kabupaten Jombang.

Kegiatan yang berlangsung di ruang rapar Soero Adiningrat Pemkab Jombang itu dibuka oleh Kepala Disporapar Drs Bambang Nurwijanto, M.Si yang diwakili Kabid Olahraga Iwan Hari Setyono, SH, turut hadir Ketua Umum KONI Sumarsono, S.Pd, MM, Nara Sumber dari Unesa Tutur Jatmiko, S,Pd., M.Kes serta para pelatih tiap cabor.

Kadisporapar menyampaikan kegiatan ini merupakan upaya Pemkab Jombang untuk peningkatan prestasi pada event Porprov tahun 2025 mendatang di Malang Raya. Upaya ini mengingat rekam prestasi yang diraih kontingen Kabupaten Jombang pada Porprov tahun 2023 kemarin kurang memenuhi harapan.

Untuk itu, diharapkan para pelatih sebagai peserta supaya bisa mengikuti kegiatan penuh hikmat hingga selesai, agar bisa menyerap dan menerapkan ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh kedua nara sumber.

Usai membacakan sambutan Kadisporapar, Kabid Olahraga Iwan Hari Setyono mengharapkan, pasca mengikuti pelatihan,  pengurus cabor, terutama pelatih bisa menindaklanjuti, menerapkan ilmu yang diperoleh kepada para atletnya.

Menurut Kabid, kegiatan ini merupakan evaluasi, pengamatan dan kenyataan yang dialami tim atlet kontingen Kabupaten Jombang pada Porprov 2023 lalu, meskipun Jombang sebagai tuan rumah, namun kualitas atlet tampak menurun, ketika menghadapi lawan, akibatnya, tim atlet Jombang gagal meraih medali terbaik.

“Tidak semua atlet mengalami hal tersebut, sebab, masih banyak yang mendapat medali untuk Kabupaten Jombang,” ungkap Iwan Hari Setyono, mantan Sekretaris Satpol PP Jombang ini.

Atas pelatihan ini, Disporapar, merencanakan, bulan Januari 2025 akan melakukan evaluasi kepada cabor dengan cara melakukan test fisik para atlet yang dipersiapkan untuk Porprov 2025.

“Kami juga berharap, KONI bisa berkoordinasi dengan Cabor untuk berkolaborasi bersama, guna capaian terbaik untuk Kabupaten Jombang,” pesannya.

Ketua KONI Kabupaten Jombang Sumarsono, mengapresiasi sangat atas upaya Disporapar, yang sama-sama mempunyai tanggungjawab memajukan olahraga.

“Terima kasih, karena anggaran hibah APBD yang diterima KONI pose-nya untuk pembinaan kegiatan pertandingan kepada Cabor. Sedangkan, seperti pelatihan, pengadaan fasilitas maupun peralatan olahraga menjadi tanggungjawab Pemerintah melalui Disporapar,” terangnya.

Tutur Jatmiko nara sumber yang juga Dosen Vokasi Kepelatihan Olahraga Unesa menyampaikan Model Latihan Fisik. Diantaranya meliputi daya tahan, pembagian daya tahan, tujuan latihan daya tahan, prinsip latihan daya tahan, pengembangan daya tahan model Latihan daya tahan.

Materi tersebut dikupas sampai detail dihadapan peserta. Seperti, motode latihan daya tahan aerobic dan anaerobic, selain itu metoda latihan daya tahan khusus. Ada latihan daya tahan jantung dan latihan daya tahan otot.

Pada dasarnya, semua atlet cabor harus dilatih kekuatan daya tahan tubuhnya. Seperti latihan daya tahan terhadap pemberian kekuatan beban. Utamanya tentang V2O MAX. Yaitu, Jumlah O2 yang diproses tubuh pada kerja maksimal.

“Pada kerja/aktivitas maksimal, sumber energi yang dimiliki tubuh bersifat aerobic dan anaerobic. Sementara kapasitas anaerobic sangat terbatas, dan kerja pada VO2 Max hanya bisa dipertahankan beberapa menit saja. Untuk mempertahankan kerja dalam waktu lama, kerja tersebut harus dilakukan di bawah 100% VO2 Max,” terang Tutur Jatmiko, Pelatih PON Jawa Timur ini.

Dia menambahkan, pemberian beban pada atlet bisa diawali pada saat tanda-tanda kedewasaan. Bagi perempuan ketika mulai mendapat menstruasi, pada laki-laki ketika mendapat mimpi basah.

“Meskipun sambil menunggu perkembangan tetapi mulai saat itu, akan muncul pertumbuhan dan perkembangan yang sangat nyata, berhasil atau tidak,” ujar Jatmiko.

Pelatihan dijadwalkan dua hari oleh Disporapar, hari kedua akan diisi oleh nara sumber Rizky Muhammad Sidik, S.Pd, M.Ed, dosen Unesa. Yang akan menyampaikan materi Penyusunan Program Latihan. (dan)