Bisnis Mobil Dalam Situasi Pandemi Covid-19 di Showroom Suzuki Megah Abadi Motor Simpang Tiga Jombang Laris Manis

0
1079
Christian, Manager Marketing Suzuki Megah Abadi Motor, Simpang Tiga Jombang

Bisnis Mobil Dalam Situasi Pandemi Covid-19 di Showroom Suzuki Megah Abadi Motor Simpang Tiga Jombang Laris Manis

 Jombang, layang.co – Bisnis otomotif minibus dalam suasana wabah pandemi Covid-19 di Kabupaten Jombang belakangan ini membuahkan hasil menggembirakan, laris manis. Hasil transaksi lumayan  lancar kendatipun secara umum pertumbuhan ekonomi belum bangkit dibanding sebelum  Covid-19 bulan Maret lalu.

“Transaksi relatif bagus, terutama pada mobil second. Bahkan pembelian dilakukan dengan pembayaran cash,” kata Christian, Assosite Manager Marketing (AMM) Dealer Suzuki Megah Abadi Motor, Simpang Tiga, Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang Kota kepada layang.co, Jum’at (12/6/2020).

Kondisi ini memberi nafas baru bagi pelaku usaha bisnis otomotif. Logikanya, dalam situasi pandemi Covid-19 situasi aktivitas perekonomian dimandegkan dengan adanya seruan, “aktifitas di rumah saja”, untuk menghindari tertular virus corona, namun justru transaksi bisnis mobil ada peningkatan.

Menurut analisis Christian, konsumen memilih mobil second dimungkinkan karena adanya peraturan baru terhadap besaran DP (Down Payment)  untuk pembelian mobil baru (on the road). DP yang semula minimal Rp 15 juta, untuk saat ini tidak boleh kurang dari Rp 60 juta.

“Perubahan ini membuat orang beralternatif memilih mobil second dengan kondisi  barang 70 persen bagus. Mobil second yang banyak terpilih produksi tahun 2016-2018 berbagai merk,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, unit yang terjual dalam suasana Covid-19 mencapai 20 unit per bulan. Kondisi ini relatif bagus dibanding sebelum Covid-19, yang bisa terjual  5 – 8 unit. Transaksi cukup menarik terutama di Dealer Megah Abadi Motor wilayah Kota/Kabupaten Mojokerto. “Transaksi di dealer Jombang hampir sejajarlah,” ucapnya.

Menurutnya, relatif lancarnya bisnis mobil di showroom ini diduga muncul adanya subsidi silang, antara pelaku usaha atau keluarga yang terdampak Covid-19 dengan keluarga atau pelaku usaha yang memiliki uang atau butuh sarana transportasi.

“Unit mobil yang menjadi pilihan mayoritas minibus, diikuti kendaraan angkutan barang. Harga mobil yang terjangkau dan telah terjadi transaksi antara Rp 90 juta – Rp 120 juta,” papar Christian, pemuda yang selalu tampak ceria ini mengakhiri perbincangan. (dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here