Beranda blog Halaman 2

Sekdin Dikbud Jombang Tutup Piala GSI 2024, SMP Jombang, SMP Mojoagung dan SMP Sumobito Juara

0
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Dian Yunitasari menyerahkan Trophy Piala Bergilir kepada siswa-pemain SMP Kecamatan Jombang sebagai Juara 1 yang didominasi oleh siswa SMPN 1 Jombang. Kejuaraan GSI tahun 2024 yang diikuti 16 tim ditutup oleh Sekdin Dikbud, pada Sabtu (8/6/2024) di lapangan SMAN 3 Jombang.

Sekdin Dikbud Jombang Tutup Piala GSI 2024, SMP Jombang, SMP Mojoagung dan SMP Sumobito Juara

Jombang, layang.co – Sekrearis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Dian Yunitasari, M.Pd mewakili Kepala Dinas Senen, S.Sos, M.Si, hari Sabtu (8/6/2024) menutup kejuaraan sepak bola antar pelajar level SMP yang disebut Gala Siswa Indonesia (GSI).

Kejuaraan yang dimulai, 3 Juni – 8 Juni diikuti 16 tim SMP dari 21 Kecamatan di Kabupaten Jombang. Tiap kecamatan hanya satu tim. Jumlah SMPN di Kabupaten Jombang sebanyak 46 sekolah.

Sekdin bersama sejumlah Kepala Sekolah hadir dan menyaksikan pertandingan di lapangan SMAN 3 Jombang. Dalam durasi 2 x 20  perebutan Juara 3  antara SMP Kecamatan Mojowarno versus SMP Kecamatan Sumobito, berkesudahan dengan skor 3 – 0 untuk kemenangan SMP Kecamatan Sumobito.

Kabid Pendidikan SMP Dikbud Jombang Iswayudi, M.Pd (hijau) menyerakan piala kepada Juara 3 SMP Kecamatan Sumobito.

Tiga gol diselasatkan oleh M Choirudin (2”), Defano Atha Zanuar (12”) dan Alfino Julio Purnomo (39”). Atas gol-gol itu para pemain mendapat bonus mentas sebagai support dari kepala sekolah Rp 100 ribu tiap gol.

Di tempat yang sama pada sesi kedua, pukul 08.30 WIB, partai final perebutan Juara 1 dan Juara 2 SMP Kecamatan Jombang versus SMP Kecamatan Mojoagung. Pertandingan cukup seru silih berganti serangan dilakukan kedua tim.

Namun, penjaga gawang SMP Mojoagung harus memungut bola dari jaring pada menit ke-4 atas serangan dan tendangan kaki kanan Kenzie pemain nomor punggung 4 SMP Jombang. Beberapa kali penjaga gawang SMP Mojoagung harus berjikabu menyelamatkan gawang.

Kedudukan tidak berubah hingga wasit Masluh meniup peluit mengakhiri waktu pertandingan. Skor 1-0 mengantarkan Tim SMP Kecamatan Jombang sebagai Juara 1 (satu) dibawah Pelatih Hadi Suroso dan Manajer Tomy Wahyudi.

Wakil Ketua Askab PSSI Jombang Gufron, M.Pd yang juga Pengawas Sekolah Dikbud Jombang menyerahkan Piala kepada Juara 2 SMP Kecamatan Mojoagung.

Juara 2 diraih SMP Kecamatan Mojoagung yang dikoordinir pelatih Yudha Satria dan Juara 3 SMP Kecamatan Sumobito dikoordinir pelatih Putiyo,  sedangkan SMP Kecamatan Mojowarno dibawah manager Dwijo Lukito, Guru Olahraga SMPN 1 Mojowarno gagal mencapai predikat juara.

Sekdin Dina Yunitasari, usai menyerahkan  trophy juara 1 mengatakan, Juara 1 akan diberangkatkan pada kejuaraan GSI level Provinsi Jawa Timur pada bulan Juli 2024.

“Dikbud akan memfasilitasi tim berangkat ke Jawa Timur, meliputi transportasi dan akomodasi selama jadwal pertandingan berlangsung. Insya Alloh, tim SMP Kabupaten Jombang bisa juara 1 tingkat Provinsi Jawa Timur,” harapnya.

Sekdin juga menjanjikan, siapa yang mampu sebagai top skor pada level Jawa Timur, Dikbud Jombang akan memberikan reward, namun tidak disebutkan bentuk atau nilai reward dimaksud.

Untuk diketahui, GSI adalah suatu kegiatan berkelanjutan yang diadakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), dan ini merupakan kegiatan dari Kemendikbud Ristek yang bersifat kompetisi khusus cabang sepak bola peserta didik jenjang SMP tingkat satuan pendidikan, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi hingga Nasional.

Sebelum mencapai partai final, masing-masing tim mencatat hasil: SMP Kecamatan Sumobito 1 – 2 SMP Kecamatan Mojoagung, SMP Kecamatan Jombang menundukkan SMP Kecamatan Mojowarno 2-0. (dan)

DPRD Magelang ke Jombang Bahas Agenda Kerja dan Rencana Pelantikan DPRD Terpilih

0
Kabag Umum DPRD Jombang Dian Retno (membelakangi camera) sedang berbincang dengan rombongan DPRD Magelang, Jawa Tengah dalam kunjungan di DPRD Kabupaten Jombang, Selasa (4/6/2024).

DPRD Magelang ke Jombang Bahas Agenda Kerja dan Rencana Pelantikan DPRD Terpilih

Jombang, layang.co – Rombongan Pimpinan DPRD Kabupaten Magelang, Jawa Tengah melakukan kunjungan kerja (kunker) ke kantor DPRD Jombang, Selasa (4/6) pagi.

Kedatangan rombongan para wakil rakyat Magelang itu bertujuan untuk mengkaji terkait agenda tahunan DPRD Jombang dan rencana pelantikan anggota DPRD terpilih, hasil Pemilu  14 Pebruari 2024 lalu.

Pimpinan DPRD Magelang ditemui Kabag Umum DPRD Jombang Dian Retno. ”Agenda dari pimpinan DPRD Magelang membahas tentang agenda tahun DPRD Jombang,” jelasnya saat dikonfirmasi awak media.

Dian Retno mengungkapkan, untuk agenda kerja hampir semua di DPRD sama. Sebelumnya dilakukan rapat badan musyawarah (bamus) untuk menentukan agenda-agenda kerja.

”Agenda kerja itu ditentukan melalui bamus,” bebernya.

Kegiatan anggota DPRD Jombang di antaranya melakukan sidang paripurna, rapat dengar pendapat dengan OPD melakukan kunjungan kerja. Selain itu, para wakil rakyat itu juga turun ke masyarakat untuk melakukan serap aspirasi.

”Sepertinya agenda ini hampir dilakukan seluruh DPRD,” katanya.

Selain itu, juga membahas terkait rencana pelantikan anggota DPRD terpilih. Untuk mekanismenya sendiri masih menunggu instruksi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

”Tentunya nanti pelantikan serentak. Akan tetapi masih menunggu instruksi dari pemprov,” pungkas Dian. (*dan)

DLH Jombang Gelar Apel Hari Lingkungan Hidup, Pj Bupati Ajak Warga Jaga Bumi Resik dan Lestari

0
Pj Bupati Jombang Sugiat, bersama Kepala OPD Pemkab Jombang diantaranya Kepala DLH Miftakhul Ulum foto bersama penggiat lingkungan, kader-kader lingkungan baik di komunitas, permukiman, maupun sekolah, yang telah berkomitmen bekerja sama menjaga lingkungan hidup yang lebih baik, di alunalun Jombang dalam rangka apel peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun 2024.

DLH Jombang Gelar Apel Hari Lingkungan Hidup, Pj Bupati Ajak Warga Jaga Bumi Resik dan Lestari

Jombang, layang.co – “Ayo Jaga Bumi Lestari, Ayo Jaga Jombang Resik”, adalah jargon Pj Bupati Jombang Sugiat S.Sos., M.Psi.T saat Apel Peringatan Hari Lingkungan Hidup se Dunia 2024.

Kegiatan digelar Dinas Lingkungan Hidup, Rabu (5/6/2024) di alun-alun Jombang yang mengusung tema: “Penyelesaian Krisis Iklim dengan Inovasi dan Prinsip Keadilan”.

Jargon tersebut untuk membangkitkan semangat masyarakat agar terus menjaga lingkungan. Lingkungan aset kehidupan yang harus selalu dilestarikan sebagai upaya pelestarian bumi tempat kita tinggal.

Disampaikan Pj Bupati Sugiat bahwa  seluruh masyarakat dunia dihadapkan pada tantangan pelestarian alam dan lingkungan. “Krisis iklim adalah fakta yang harus di hadapi bersama,” ujarnya.

Masalah ketersediaan air, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, sangat mempengaruhi produksi pertanian. Selain itu, merebaknya wabah penyakit dan berbagai bencana alam seperti banjir, kekeringan panjang, tanah longsor, dan kebakaran lahan juga merupakan tantangan yang dihadapi oleh Kabupaten Jombang.

Untuk mengatasi krisis iklim ini, Pj Bupati Jombang Sugiat mengajak semua pihak melakukan langkah konkret yang inovatif.

“Langkah-langkah ini harus dilaksanakan secara konsisten dan kolaboratif oleh seluruh pemangku kepentingan, tidak hanya oleh pemerintah, tetapi juga oleh perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat. Prinsip keadilan dan inklusivitas harus selalu kita junjung tinggi dalam setiap upaya penyelesaian krisis ini,” katanya.

Pj Bupati menuturkan setiap individu memiliki tanggung jawab yang sama dalam pengelolaan dan pelestarian lingkungan.

Pembiasaan untuk mengurangi, memilah, dan mengolah sampah, menghemat energi dan air, menanam pohon, serta berbagai upaya lain yang bermanfaat bagi lingkungan harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Sebagai bagian dari komitmen, Saya menginstruksikan kepada semua ASN dan Non-ASN untuk membiasakan penggunaan botol minum guna ulang (Tumbler) sebagai upaya untuk mengurangi sampah plastik,” seru Pj Bupati.

Lebih lanjut, Pj Bupati mendorong masyarakat agar beralih menggunakan moda transportasi ramah lingkungan atau massal seperti sepeda dan ojek mobil/motor online. Ketentuan ini akan diatur dalam Surat Edaran Bupati.

“Semua Kepala Perangkat Daerah wajib melakukan internalisasi dan sosialisasi gaya hidup ramah lingkungan ini kepada seluruh staf di lingkungan masing-masing,” tegas Pj Bupati yang juga hobi olahraga gowes ini.

Pj Bupati berharap, langkah ini secara bertahap dapat direplikasi di sekolah atau madrasah di lingkup Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama, serta secara masif di masyarakat oleh Kepala Desa/Lurah dan tokoh masyarakat/agama.

“Pada kesempatan ini, Saya juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada semua penggiat lingkungan, serta kader-kader lingkungan baik di komunitas, permukiman, maupun sekolah, yang telah berkomitmen bekerja sama menjaga lingkungan hidup yang lebih baik. Saya mengajak semua pihak untuk terlibat aktif dan bertanggung jawab dalam mengelola dan melestarikan lingkungan dengan cara yang bijak dan berkelanjutan,” tambahnya.

Perubahan perilaku yang dimaksud oleh Pj Bupati harus dimulai dari rumah, kantor, sekolah, Desa/Kelurahan, hingga menjadi gerakan sosial yang masif. Tujuannya, sekecil apapun tindakan yang dilakukan untuk lingkungan, akan memberikan dampak besar bagi bumi dan generasi mendatang. (*dan)

Pj Bupati Jombang: Sosialisasi Cukai Penting Perannya Strategis Mendukung Penerimaan Negara dan Menjaga Stabilitas Ekonomi

0
Pj Bupati Jombang Sugiat, S.Sos, M.Psi.,T., saat menyampaikan sambutan dalam rangkaian penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-120 tahun 2024 di Desa Panglungan Wonosalam Jombang, Jawa Timur, dan sosialisasi “Gempur Rokok Ilegal”.

Pj Bupati Jombang: Sosialisasi Cukai Penting Perannya Strategis Mendukung Penerimaan Negara dan Menjaga Stabilitas Ekonomi

Jombang, layang.co – Pj Bupati Jombang Sugiat, S.Sos. M.Psi.T menyatakan sosialisasi ketentuan perundang – undangan di bidang cukai sangat penting. Mengingat peran strategis cukai dalam mendukung penerimaan negara dan menjaga stabilitas ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Pj Bupati Jombang, Selasa (4/5/2024) malam dalam rangkaian kegiatan  penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-120 tahun 2024 di Desa Panglungan Wonosalam Jombang, Jawa Timur.

Bersamaan dengan itu di tempat yang sama Pemerintah Kabupaten Jombang melakukan Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal dalam bentuk malam panggung prajurit.

Selain Pj Bupati Jombang, warga masyarakat Wonosalam, hadir pula Kepala Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Tipe Madya Kediri Suryana,  Dandim 0814 Jombang, Letkol Kav Devit Eko Junanto, Komandan Satuan Radar 222 Ploso, Letkol Lek Ridar Adi Juliatmono, Perwakilan Kapolres Jombang.

Turut hadir, Perwakilan Pengadilan Negeri Jombang, Perwakilan Kepala Kejaksaan Negeri Jombang, Perwakilan DPRD Kabupaten Jombang, Staf Ahli Bupati Jombang, Perwakilan Kantor Kementerian Agama Jombang, Perwakilan Ketua Pengadilan Agama Jombang, Segenap Kepala Perangkat Perangkat Daerah, serta Muspika Wonosalam.

Pj Bupati menyampaikan, tujuan sosialisasi adalah memberikan edukasi kepada seluruh peserta atau masyarakat yang hadir tentang segala hal yang berkaitan dengan peredaran rokok ilegal yang merugikan negara.

“Diperlukan pemahaman, konsekuensi hukum jika mengedarkan rokok ilegal, serta perlu mengenali ciri-ciri rokok ilegal beserta cara melaporkannya,” kata Sugiat.

Disampaikan Pj Bupati, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) digunakan untuk pembangunan daerah, seperti pembangunan jalan, pemberian bantuan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan lain sebagainya.

Selain itu, DBHCHT juga untuk memberikan bantuan sosial kepada masyarakat kurang mampu dan rentan, serta memberdayakan untuk ekonomi masyarakat melalui pelatihan keterampilan dan bantuan modal usaha.

Peredaran rokok tidak dilengkapi cukai, justru merugikan negara, sehingga negara kehilangan pendapatan yang seharusnya bisa digunakan untuk pembangunan.

“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh hadirin untuk bersama-sama gempur rokok ilegal,” tandas Pj Bupati.

Pemerintah Kabupaten Jombang bekerja sama dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kediri melaksanakan sosialisasi “Gempur Rokok Ilegal” dengan menyasar berbagai kelompok masyarakat.

“Dalam pelaksanaan operasi pemberantasan Barang Kena Cukai (BKC) illegal, atau rokok dengan cukai illegal, selalu bersinergi dengan aparat penegak hukum.  Pentingnya sinergi untuk memastikan bahwa upaya pemberantasan dilakukan secara efektif dan efisien,” ujar Pj Bupati Jombang.

Di tempat sama, Thonsom Pranggono Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jombang menyampaikan, kegiatan sosialisasi gempur rokok ilegal merupakan hasil dari upaya komunikasi, koordinasi, kolaborasi dari seluruh jajaran penyelenggara pemerintahan dan masyarakat.

Thonsom menambahkan, dasar kegiatan sosialisasi diantaranya; Pertama, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 215/PMK.07/2021 tentang Penggunaan Pemantauan dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.

Kedua, Surat Edaran Nomor 3/BC 2022 tentang  Pedoman Pelaksanaan Penyusunan Rencana Kerja Dan Pelaksanaan Kegiatan Dalam Rangka Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Bidang Pendekatan Hukum oleh Pemerintah Daerah.

Ketiga, surat Kemendagri Nomor 900.1.15.5/20741 Tahun 2023 tentang Hasil Pemetaan Dan Pemutakhiran Klasifikasi Kodifikasi Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan  Keuangan Daerah Terkait Pajak Daerah, Retribusi Daerah, DBHDR, DBHCHT, DBH Sawit, DBH Migas, serta TDF.

Keempat, Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Polisi Pamong Praja pada Program, Peningkatan Ketenteraman dan Ketertiban Umum, Kegiatan Penegakan Peraturan Kabupaten/Kota dan Peraturan Bupati/Wali Kota, Sub Kegiatan Penanganan Atas Pelanggaran Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati /Wali Kota.

Thonsom juga mengatakan, cukai dikenakan terhadap hasil tembakau yang meliputi sigaret, cerutu, krotok daun, tembakau iris, dan hasil tembakau lainnya.

“Membeli rokok yang berpita cukai asli berarti turut menyumbang pembangunan karena DBHCHT 50% ya dialihkan untuk kesejahteraan masyarakat,” ucap Thonsom.

“Dengan diselenggarakannya sosialisasi gempur rokok ilegal, diharapkan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi upaya penanggulangan peredaran rokok ilegal di Kabupaten Jombang,” pungkasnya. (dan)

Durian Bido Wonosalam Mendunia Melalui Okulasi Batang Bawah

0
Piagam penghargaan dianugerahkan kepada Fakultas Pertanian Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, yang diterima oleh Dekan Fakultas Pertanian Dr. Ir Nugrahini M.Si. Pemerintah Kabupaten Jombang, diterima langsung oleh Pj Bupati Jombang Sugiat dan dari Pondok Pesantren Bakti Bapak Emak Jombang diterimakan kepada Sumrambah S.P., MAP atas Rekor Pemrakarsa dan Penyelenggara Sambung Dini Durian Lokal Bido Terbanyak 2024.

Durian Bido Wonosalam Mendunia Melalui Okulasi Batang Bawah

Jombang, layang.co – Durian Bido Asal Wonosalam, Kabupaten Jombang,Jawa Timur  mendunia menyusul masuk rekor MURI atas program pemuliaan (perbanyak bibit) melalui sistem sambung dini, atau okulasi batang bawah.

Teknik Topworking adalah menyambung atau okulasi batang bawah tanaman dengan entres baru dari bibit yang berkualitas unggul. Dengan begitu, pohon durian yang ada tidak perlu ditebang untuk digantikan dengan pohon baru.

Okulasi dilakukan sinergitas Pondok Pesantren (Ponpes) Bhakti Bapak Emak dengan Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya, serta poktan dan gapoktan Kecamatan Bareng dan Wonosalam di laksanakan di Pondok Pesantren Bhakti Bapak Emak di Kecamatan Bareng.

Program itu komitmen bersama mendukung pengembangan pertanian lokal, khususnya Durian Bido yang menjadi produk unggulan kebanggaan Kabupaten Jombang, yang telah dilepas oleh Kementerian Pertanian, serta sebagai upaya perwujudan sinergitas antara akademisi dengan masyarakat petani durian.

Sambung Dini Durian Bido Wonosalam dilaksanakan sejak Februari 2024. Harapannya, dapat meningkatkan produksi Durian Bido, digemari masyarakat luas.

“Ke depan, saya harap bukan hanya komoditas durian, tetapi komoditas unggulan lokal Jombang yang layak untuk dikembangkan, seperti kopi excelsa, jambu gondangmanis, tembakau pie, dan lain-lain”, tuturnya.

Mengakhiri sambutannya Pj Bupati berpantun “Giatkan Potensi Pertanian Lokal Kita, Promosikan Durian Bido Yang Khas Rasanya, Mari Kita Pecahkan Rekor Muri Bersama, Agar Durian Bido Makin Masyhur di Dunia”.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Ir. Much. Rony, MM., menyampaikan potensi durian di Kabupaten Jombang mencapai 199.582 pohon, di antaranya Durian Wonosalam sebanyak 193.582 pohon, dengan potensi panen total mencapai 114.496 pohon, menghasilkan 59.495 kwintal per tahun.

Durian Bido Womosalam, telah didaftarkan sebagai varietas unggul Kabupaten Jombang. Tertera pada Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 340/KPTS/SR.120/5/2006 tentang Pelepasan Durian Bido Wonosalam sebagai varietas unggul, pada tanggal 4 Mei 2006, jelasnya.

“Pelepasan varietas ini adalah pengakuan pemerintah terhadap suatu varietas hasil pemuliaan di dalam negeri atau introduksi dari luar negeri yang menyatakan bahwa varietas tersebut merupakan varietas unggul yang dapat diedarkan”, tuturnya.

Pengembangan populasi Durian Bido Wonosalam, sejak tahun 2012 telah mencapai 10.577 pohon yang didukung oleh komunitas pegiat durian, tim Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Wonosalam, dan Asosiasi Komoditas (Askom) Wonosalam.

“Dengan kegiatan kolaborasi ini, bibit durian Bido yang legend ini dirawat dengan baik, tumbuh dengan baik, dan dikawal terus proses penyebarannya”, harap Ir. Much. Rony, MM.

Perwakilan dari MURI Sri Widayati menyampaikan, memecahkan rekor spektakuler Sambung Dini Durian Lokal Bido Wonosalam Terbanyak 2024, dan secara resmi tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia rekor ke 11.649. “Semoga melimpahnya bibit Durian Bido tidak hanya   dikenal di Indonesia tapi juga dikancah dunia”, katanya. (*dan)

Jaga Generasi Muda, Pemkab Jombang Penyuluhan Ciptakan Bersih Narkoba

0
Photo bersama: Hadir Pj Bupati Jombang Sugiat S.Sos., M.Psi., T, Kabag Hukum Sekdakab Jombang dan Asisten 3, ratusan Siswa Siswi SMP Jombang yang mengikuti di Bung Tomo dan mengikuti secara daring.

Jaga Generasi Muda, Pemkab Jombang Penyuluhan Ciptakan Bersih Narkoba

Jombang, layang.co – Narkotika sudah menjadi musuh bersama masyarakat kita. Guna mempersiapkan Jombang bebas narkotika Pemkab Jombang melakukan Penyuluhan Kesadaran Hukum: “Giat Cegah Penyalahgunaan Narkotika Bagi Remaja, Guna Mewujudkan Generasi Tangguh Berprestasi”.

Kegiatan yang berlangsung, Kamis (30/05/2024) di Aula Bung Tomo menghadirkan naras umber Kasat Narkoba Polres Jombang AKP Ahmad Yani S.H., M.H., Ketua Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Prof. Siswanto, Guru Bimbingan Konseling (BK).

Hadir Pj Bupati Jombang Sugiat S.Sos., M.Psi., T, Kabag Hukum Sekdakab Jombang dan Asisten 3, ratusan Siswa Siswi SMP Jombang yang mengikuti di Bung Tomo dan mengikuti secara daring.

Pj Bupati menyampaikan, peredaran dan penyalahgunaan narkotika tidak hanya merusak kesehatan individu, tetapi juga menghancurkan masa depan generasi muda. Sebab narkoba dapat menyebabkan kecanduan, gangguan kesehatan, dan bahkan kematian. Narkoba juga dapat memicu berbagai tindak kriminal dan mengganggu stabilitas keamanan.

“Bahaya narkoba ini biasanya karena salah bergaul. Adik-adik terutama anak SMP masih sangat labil dan dalam proses mencari jati diri, namun ingat jangan mudah terpengaruh. Jangan coba-coba termasuk jangan merokok. Karena awalnya coba-coba, beli, ambil uang orang tua, ambil uang orang lain, sehingga memicu tindak kriminal, ” katanya.

Pj Bupati sangat mengapresiasi penyelenggaraan acara penyuluhan hukum ini. Kegiatan seperti ini sangat penting sebagai salah satu bentuk upaya preventif dalam menangkal bahaya narkotika di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.

Pencegahan narkoba membutuhkan peran semua pihak salah satunya pendidik. Peran guru BK sangat penting dalam mendampingi dan membimbing anak-anak.

“Saya berharap Bapak/Ibu dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mendeteksi dini, mencegah, serta memberikan penanganan yang tepat bagi siswa yang mungkin terpapar bahaya narkotika. Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari narkotika, ” ajak Pj Bupati.

Pj Bupati mengimbau agar siswa siswi dapat mengikuti penyuluhan ini dengan baik, menyimak setiap informasi yang disampaikan oleh narasumber, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pihaknya berpesan agar anak-anak muda selalu menjaga pergaulan dan mengisi waktu dengan kegiatan yang positif.

“Anak-anakku, kalian yang akan memimpin Jombang kedepannya. Tapi kalau dari sekarang sudah terpengaruh narkotika, mohon maaf berat rasanya,” pesan Pj Bupati.

Pj Bupati yang memiliki latar belakang sebagai seorang intelejen ini mengimbau kepada siswa siswi yang hadir, agar selalu waspada dan berhati-hati. Jangan mudah percaya pada orang yang baru dikenal, apalagi jika mereka menawarkan sesuatu yang tidak jelas.

“Selalu ingat untuk bercerita dengan orang tua atau guru jika ada hal-hal yang mencurigakan. Pilihlah teman yang dapat memberikan pengaruh positif dan saling mendukung dalam mencapai prestasi,” pesannya.

Pj Bupati mengajak masyarakat untuk menjaga diri, keluarga, dan lingkungan dari bahaya narkoba. Sehingga tercipta Kabupaten Jombang yang bersih dan bebas dari narkoba. Terlebih saat ini peredaran narkoba masih tinggi di Jawa Timur.

“Jombang disebut Kota Santri, tapi narkobanya nomor dua di Jatim. Hal ini disebabkan Jombang tempatnya di tengah-tengah dan wilayahnya strategis”, tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Jombang berkomitmen untuk terus mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba. Salah satu upaya yang dilakukan Pemkab Jombang adalah membentuk Kampung Bersinar (Bersih Narkoba).

“Kampung bersinar, bersih narkoba ini bisa ditindaklanjuti. Saya pernah diundang di Sambungdukuh, itu bagus ada kampung anti narkoba. Semoga di tempat tempat lain bisa ada Kampung Bersinar, ” jelas Pj Bupati.

Guna menggugah semangat siswa-siswi yang akan mengikuti penyuluhan, Pj Bupati Sugiat mengakhiri sambutannya dengan berpantun. “Lama menetap di Bali jangan sampai lupa pulang. Giatkan semangat berprestasi untuk masa depan cemerlang”, pungkasnya disambut tepuk tangan peserta yang hadir. (*dan)

Inilah Keistimewaan SMPN 2 Sumobito, Sekolah Penggerak Cetak Generasi Berprestasi yang Religius

0
Kepala SMPN 2 Sumobito Drs. Bambang Djoko Soejono, M.Pd., dan aktivitas para siswi mengikuti program Baca Tulis Qur’an (BTQ) dengan menambahkan program Tahfidz Al-Quran untuk meningkatkan pengetahuan religius.

Inilah Keistimewaan SMPN 2 Sumobito, Sekolah Penggerak Cetak Generasi Berprestasi yang Religius

Jombang, layang.co – SMP Negeri 2 Sumobito merupakan sekolah penggerak yang memiliki segudang kegiatan. Salah satunya adalah mencetak generasi emas, berprestasi yang religius menuju Indonesia Emas tahun 2045.

Tagline Indonesia Emas yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Republik Indonesia, seirama dengan visi sekolah yaitu: “Membentuk Insan Berkarakter Profil Pelajar Pancasila dan Berbudaya Lingkungan”.

Kepala SMPN 2 Sumobito Drs. Bambang Djoko Soejono, M.Pd., menyampaikan salah satu karakter pelajar Pancasila yang harus dimiliki oleh peserta didik adalah beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia.

“Untuk mewujudkan karakter tersebut, sekolah telah berupaya dalam merancang program-program keagamaan yang dapat diikuti oleh seluruh peserta didik,” tukasnya kepada http://layang.co, Rabu (29/5/2024).

Kegiatan pembelajaran di SMP Negeri 2 Sumobito, beber mantan Kasek SMPN 2 Mojoagung ini,   terdiri dari 3 kegiatan pembelajaran yaitu, pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler.

Hasilnya, banyak siswa dari sekolah ini berprestasi dibidang akademik dan non akademik, berkarakter seperti menonjol di bidang olahraga.

Sudah banyak rekam prestasi piala maupun piagam yang diraih siswa dari berbagai kejuaraan baik level kecamatan maupun kabupaten, ungkapnya.

Dalam bidang dibidang keagamaan banyak inovasi yang telah dilakukan SMP Negeri 2 Sumobito, seperti kegiatan Baca Tulis Al-Qur-an (BTQ).

“Pada kegiatan ini peserta didik dibimbing oleh guru-guru pembimbing mulok dan diniyah dalam membaca Al-Quran,” jelasnya.

Kasek menyebut, mereka dibagi dalam tingkatan-tingkatan level kemampuan membaca mulai dari tingkatan dasar sampai ke tingkatan hafalan Juz 30.

“Alhamdulillah, program BTQ ini banyak diminati oleh peserta didik. Hal ini terlihat dari banyaknya peserta didik yang berada di tingkat hafalan Juz 30,” katanya.

Sehingga sekolah mengembangkan program BTQ dengan menambahkan program Tahfidz Al-Quran, imbuh dia.

“Pelaksanaan program ini pihak SMPN 2 Sumobito bekerja sama dengan Pondok Pesantren Hamidatul Qur’an,” terangnya.

Pihak sekolah menjadwalkan, selama empat hari anak-anak penghafal Juz 30 mentashihkan bacaan dari segi tajwidnya, setelah lulus akan memperoleh sertifikat.

“Kegiatan keagamaan juga dilakukan di luar pembelajaran. Sebelum masuk sekolah peserta didik melakukan pembiasaan, seperti pembacaan Juz Ama,” tandasnya.

Sekolah juga memprogramkan Sholat Dhuhur berjamaah yang diikuti oleh seluruh warga didik sekolah, ungkapnya.

Selain itu, tambahnya, sekolah juga melaksanakan kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) seperti Maulud Nabi Muhammad SAW, Isro’ Mi’roj, dan Nuzulul Qur’an.

“Seluruh kegiatan keagamaan di SMP Negeri 2 Sumobito ini bertujuan untuk mencetak generasi yang religius dan berakhlakul karimah,” pungkas Kasek Bambang didampingi Wakasek Sarpras Humas Suhariyanto, S.Pd. (dan)

Disporapar Jombang Gelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pelatih Cabor Menuju Prestasi di PORPROV 2025

0
Peserta, Ketua KONI Sumarsono, S.Pd, MM, Kabid Olahraga Disporapar Iwan Hari Setyono, SH dan Tutur Jatmiko nara sumber pelatihan mengikuti pembukaan di ruang Soero Adiningrat Pemkab Jombang, Senin (20/5/2024).

Disporapar Jombang Gelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pelatih Cabor Menuju Prestasi di PORPROV 2025

Jombang, layang.co – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) setempat, Senin – Selasa, (20-21/05/2024) menggelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi bagi Pelatih Cabang Olahraga Anggota KONI Kabupaten Jombang.

Kegiatan yang berlangsung di ruang rapar Soero Adiningrat Pemkab Jombang itu dibuka oleh Kepala Disporapar Drs Bambang Nurwijanto, M.Si yang diwakili Kabid Olahraga Iwan Hari Setyono, SH, turut hadir Ketua Umum KONI Sumarsono, S.Pd, MM, Nara Sumber dari Unesa Tutur Jatmiko, S,Pd., M.Kes serta para pelatih tiap cabor.

Kadisporapar menyampaikan kegiatan ini merupakan upaya Pemkab Jombang untuk peningkatan prestasi pada event Porprov tahun 2025 mendatang di Malang Raya. Upaya ini mengingat rekam prestasi yang diraih kontingen Kabupaten Jombang pada Porprov tahun 2023 kemarin kurang memenuhi harapan.

Untuk itu, diharapkan para pelatih sebagai peserta supaya bisa mengikuti kegiatan penuh hikmat hingga selesai, agar bisa menyerap dan menerapkan ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh kedua nara sumber.

Usai membacakan sambutan Kadisporapar, Kabid Olahraga Iwan Hari Setyono mengharapkan, pasca mengikuti pelatihan,  pengurus cabor, terutama pelatih bisa menindaklanjuti, menerapkan ilmu yang diperoleh kepada para atletnya.

Menurut Kabid, kegiatan ini merupakan evaluasi, pengamatan dan kenyataan yang dialami tim atlet kontingen Kabupaten Jombang pada Porprov 2023 lalu, meskipun Jombang sebagai tuan rumah, namun kualitas atlet tampak menurun, ketika menghadapi lawan, akibatnya, tim atlet Jombang gagal meraih medali terbaik.

“Tidak semua atlet mengalami hal tersebut, sebab, masih banyak yang mendapat medali untuk Kabupaten Jombang,” ungkap Iwan Hari Setyono, mantan Sekretaris Satpol PP Jombang ini.

Atas pelatihan ini, Disporapar, merencanakan, bulan Januari 2025 akan melakukan evaluasi kepada cabor dengan cara melakukan test fisik para atlet yang dipersiapkan untuk Porprov 2025.

“Kami juga berharap, KONI bisa berkoordinasi dengan Cabor untuk berkolaborasi bersama, guna capaian terbaik untuk Kabupaten Jombang,” pesannya.

Ketua KONI Kabupaten Jombang Sumarsono, mengapresiasi sangat atas upaya Disporapar, yang sama-sama mempunyai tanggungjawab memajukan olahraga.

“Terima kasih, karena anggaran hibah APBD yang diterima KONI pose-nya untuk pembinaan kegiatan pertandingan kepada Cabor. Sedangkan, seperti pelatihan, pengadaan fasilitas maupun peralatan olahraga menjadi tanggungjawab Pemerintah melalui Disporapar,” terangnya.

Tutur Jatmiko nara sumber yang juga Dosen Vokasi Kepelatihan Olahraga Unesa menyampaikan Model Latihan Fisik. Diantaranya meliputi daya tahan, pembagian daya tahan, tujuan latihan daya tahan, prinsip latihan daya tahan, pengembangan daya tahan model Latihan daya tahan.

Materi tersebut dikupas sampai detail dihadapan peserta. Seperti, motode latihan daya tahan aerobic dan anaerobic, selain itu metoda latihan daya tahan khusus. Ada latihan daya tahan jantung dan latihan daya tahan otot.

Pada dasarnya, semua atlet cabor harus dilatih kekuatan daya tahan tubuhnya. Seperti latihan daya tahan terhadap pemberian kekuatan beban. Utamanya tentang V2O MAX. Yaitu, Jumlah O2 yang diproses tubuh pada kerja maksimal.

“Pada kerja/aktivitas maksimal, sumber energi yang dimiliki tubuh bersifat aerobic dan anaerobic. Sementara kapasitas anaerobic sangat terbatas, dan kerja pada VO2 Max hanya bisa dipertahankan beberapa menit saja. Untuk mempertahankan kerja dalam waktu lama, kerja tersebut harus dilakukan di bawah 100% VO2 Max,” terang Tutur Jatmiko, Pelatih PON Jawa Timur ini.

Dia menambahkan, pemberian beban pada atlet bisa diawali pada saat tanda-tanda kedewasaan. Bagi perempuan ketika mulai mendapat menstruasi, pada laki-laki ketika mendapat mimpi basah.

“Meskipun sambil menunggu perkembangan tetapi mulai saat itu, akan muncul pertumbuhan dan perkembangan yang sangat nyata, berhasil atau tidak,” ujar Jatmiko.

Pelatihan dijadwalkan dua hari oleh Disporapar, hari kedua akan diisi oleh nara sumber Rizky Muhammad Sidik, S.Pd, M.Ed, dosen Unesa. Yang akan menyampaikan materi Penyusunan Program Latihan. (dan)

Sunarsih Pimpin Cabor PERBASASI Siap Beri Kontribusi Terbaik Dari Jombang

0
Ketua Cabor PERBASASI terpilih Sunarsih, S.Pd., M.MPd (duduk tengah/berkerudung) foto bersama Ketua KONI Kabupaten Jombang Sumarsono, S.Pd., MM dan Pengurus PERBASASI serta bersama peserta Musorkab, di ruang rapat KONI di GOR Merdeka, Minggu (19/5/2024).

Sunarsih Pimpin Cabor PERBASASI Siap Beri Kontribusi Terbaik Dari Jombang

Jombang, layang.co – Sunarsih, S.Pd, M.MPd.,  yang sehari sebagai guru olahraga SMPN 1 Sumobito, pada Minggu (19/5/2024) secara aklamasi terpilih kembali sebagai Ketua Umum Cabang Olahraga Perserikatan Baseball dan Softball Amatir Seluruh Indonesia (PERBASASI) Kabupaten Jombang untuk empat tahun ke depan.

Terpilihnya Sunarsih dalam Musyawarah Kabupaten Cabor PERBASASI itu dihadiri Ketua Umum KONI Kabupaten Jombang, Sumarsono, S.Pd, MM, Perwakilan Pengurus Pengprov PERBASASI Jawa Timur Daru Sumanjaya, Pengurus Klub Sofh Ball, Pengurus PERBASASI Kabupaten Jombang itu berlangsung di ruang rapat KONI di GOR Merdeka.

Muskab tersebut juga memilih tiga orang formatur yang akan menyusun komposisi personil Kepengurusan PERBASASI Kabupaten Jombang untuk masa bakti 2024 – 2028. Anggota Formatur yakni Ketua terpilih didampingi pengurus PERBASASI periode 2021-2024 adalah Renaldy Philip Sumanjaya, dan Wahyu Puguh.

Saat menyampaikan sambutan Sunarsih menyatakan siap memberikan prestasi terbaik untuk Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur, nasional hingga internasional. Asal mendapat dukungan riil dari para atlet, pemerintah dan wali atlet. Sebab, untuk eksistensi cabor PERBASASI, Soft Ball terutama membutuhkan dukungan fisik, finansial dan moral cukup besar.

Disampaikan Sunarsih mantan atlet Soft Ball Asean Game Philipina tahun 1997 ini, di Jawa Timur telah ada Sembilan Kepengurusan PERBASASI. Sehingga sangat dimungkinkan pada PORPROV tahun 2025 di Malang Raya tim Soft Ball akan turut serta dan akan tampil maksimal menyuguhkan medali bagi Kabupaten Jombang.

“Saya yakin, dengan dukungan para atlet yang kami miliki Kabupaten Jombang akan mampu menyabet medali. Hal ini karena sejumlah atlet dari Jombang telah cukup pengalaman, sebagai tim nasional untuk Jawa Timur pada multi event Kejurnas maupun PON,” tukasnya.

Harapan ini, bukan gegabah, akan tetapi, kami minta anak-anak atlet untuk bisa serius latihan rutin. Bukan hanya, beberapa saat menjelang kejuaraan digelar.

Tercatat, pada beberapa kali Kejurnas, tim Soft Ball Jombang masuk tim inti Cabor Soft Ball Jawa Timur, dan mampu memberi kontribusi menjadi Juara.

Sekedar diketahui dua putra dan satu putri Sunarsih berpasangan dengan suami Majid (Guru SDN 1 Sumobito) saat ini menjadi personil Polri Polda Jatim atas prestasi dari aktifitas sebagai atlet Soft Ball, Kabupaten Jombang untuk Provinsi Jawa Timur.

Ketua Umum KONI Sumarsono, menyampaikan selamat kepada Sunarsih yang telah mampu memimpin Soft Ball Jombang, dengan baik dan mampu berkontribusi untuk Indonesia.

Sumarsono berharap, ke depan anak pengkaderan, peningkatan klub cabor di Kabupaten Jombang di wilayah lainnya, bukan hanya berada di wilayah Jombang bagian timur, Sumobito, Kesamben, Mojoagung, “Soft Ball perlu dikembangkan, agar lebih membumi, untuk kemajuan olahraga.” tandasnya.  (dan)

SMAN 2 Putra, SMAN 3 Putri, SMPN 1 Putra dan SMPN 2 Putri Jombang Juara I Kejurkab Basket Tahun 2024

0
Ketua Cabor PERBASI Jombang Chandra Iewanto bersama Ketua Umum KONI Sumarsono (putih) dan Kabid Olahraga Disporapar Iwan S (kanan) menyerahkan Trophy dan uang pembinaan kepada Juara 1 Putra Kejurkab Bola Basket memperebutkan Piala PERBASI tahun 2024 yakni SMAN 2 Jombang.

SMAN 2 Putra, SMAN 3 Putri, SMPN 1 Putra dan SMPN 2 Putri Jombang Juara I Kejurkab Basket Tahun 2024

Jombang, layang.co – Disaksikan Ketua KONI, Ketua Cabor PERBASI dan Kadisporapar Kabupaten Jombang finalis Kejurkab Bola Basket, memperebutkan Piala PERBASI tahun 2024, tim putra SMAN 2 mampu tampil gemilang menjungkalkan kekompakan tim putra SMAN Jogoroto pada babak final.

Pertandingan cukup seru berlangsung di GOR Merdeka Jombang, Sabtu (18/5/2024) malam. Sorak gemuruh diiringi dentuman genderang drumband dari kedua sporter menambah semangat kedua tim untuk mengoleksi point demi point.

Namun hingga batas waktu 4 x 10 menit bola yang disarangkan kedua tim relatif minim. Serangan silih berganti dilakukan, akan tetapi tempak bola sulit masuk kedalam jala. Tembakan melenceng, tidak akurat, tidak sampai  atau terbentur lingkar jaring, alhasil, skor yangt dipoleh cukup menyulitkan kedua tim.

Kesulitan itu tampak pada serangan jarak dekat maupun jarak diluar garis finalti. Sesekali kedua tim mendapat hadiah tendangan finalti dari wasit atas pelanggaran lawan, akan tetapi bola tembakan tidak selalu masuk.

Hingga batas waktu pertandingan berakhir tim putra SMAN 2 Jombang memperoleh 53 point. Sedangkan kerja kompak tim SMAN Jogoroto putra berhasil menyarangkan bola 21 point.

Pemain putra SMAN 2 (merah) bertanding melawan tim putra SMAN Jogoroto (putih).

Dengan hasil itu, Juara 1 Tim  SMA Putra yakni SMAN 2,  Juara 2  SMAN Jogoroto, Juara 3 SMAN Mojoagung. Pada Tim SMA Putri yang menjadi Juara 1 adalah SMAN 3 Jombang, Juara 2 SMKN 1 Jombang, dan Juara 3 SMAN 1 Jombang.

Selain kategori SMA/SMK/MA Kejurkab yang digelar mulai tanggal 2 – 18 Mei ini juga diikuti pelajar SMP/MTs. Tercatat 39 peserta untuk kedua kategori. Menurut M Rizky, Sekretaris PERBASI Jombang jumlah peserta menurun dibanding tahun 2023 lalu.

Keluar Juara 1 SMP Putra yakni SMPN 1 Jombang, Juara 2 SMPN 1 Kesamben, Juara 3 SMP Al Umah, Pandanwangi, Diwek. Sedangkan Juara Tim SMP Putri, Juara 1 SMPN 2 Jombang, Juara 2 SMPN 1 Diwek, Juara 3 SMPN 1 Bareng. Total uang pembinaan untuk Juara SMA – SMP sebesar Rp 10.800.000,-

Ketua KONI Kabupaten Jombang Sumarsono, S.Pd., MM mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, sangat positif untuk pembibitan penjaringan dan pembinaan bagi anak-anak pelajar, untuk persiapan kejuaraan ke level lebih tinggi.

“Harapan kami, PERBASI Jombang bisa berbicara di level Provinsi, sehingga pada Porprov 2025 mendatang bisa menyumbang medali,” harapnya.

Sedangkan Ketua PERBASI Jombang Chandra Iewanto, yang akrab dipanggil Suk Icheng ini, mengingatkan kepada seluruh atlet yang juara maupun yang belum juara untuk terus berlatih, meningkatkan kulitas tanding. Ia, berjanji bulan September akan digelar kegiatan serupa, dalam kaitan HUT RI tahun 2024.

M Risky menyampaikan, kualitas pertandingan dari tim yang juara tampak meningkat dibanding kualitas tahun kemarin. Sayangnya, jumlah peserta memurun, tanpa diketahui penyebabnya, padahal siswa kelas 12 pada Kejurkab 2024 diperbolehkan turut bertanding.

“Sesungguhnya, pada Kejurkab 2024 PERBASI sekaligus seleksi untuk persiapan Liga Jatim bulan Nopember yang di gelar oleh Pengprov PERBASI Jawa Timur. Atlet yang dijaring kelahiran 2006. Ini untuk persiapan PON setelah PON tahun 2024 di Banda Aceh dan Medan,” tukasnya.

“Jadi regulasi PERBASI Jawa Timur, melakukan pembinaan lebih awal untuk persiapan PON berikutnya,” imbuh M Risky yang juga pelatih/guru olahraga SMAN 2 Jombang ini. (dan)