Peringati Hari Stroke se-Dunia Tahun 2022 RSUD Jombang Gelar Acara Seminar Kesehatan

0
204
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Jombang dr. Iwan Priyono Sp. OG menyampaikan materi pada seminar peringatan hari stroke sedunia tahun 2022 di RSUD Jombang diikuti tenaga kesehatan dari 34 Puskesmas dan Klinik Kesehatan yang ada di Kabupaten Jombang, Kamis (24/11/2022).

Peringati Hari Stroke se-Dunia Tahun 2022 RSUD Jombang Gelar Acara Seminar Kesehatan

Jombang, layang.co – RSUD Jombang, pada Kamis (24/11/2022 menggelar seminar kesehatan dalam rangka memperingati Hari Stroke Sedunia Tahun 2022.  Acara bertempat di ruang rapat Wahab Hasbullah lantai 4 gedung RSUD Jombang.

Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Direktur Pelayanan RSUD Jombang dr. Iwan Priyono Sp. OG itu diikuti tenaga medis RSUD, tenaga kesehatan dari 34 Puskesmas dan Klinik Kesehatan yang ada di Kabupaten Jombang.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Jombang dr. Iwan Priyono Sp. OG menyampaikan seminar kesehatan kali ini dalam rangka Hari Stroke Sedunia yang diperingati setiap tahun tanggal 29 Oktober. Namun di RSUD Jombang memperingati Hari Stroke Sedunia pada tanggal 12 November 2022, dengan melakukan seminar kesehatan yang tujuannya untuk melakukan upaya edukasi bagi tenaga Kesehatan dan keluarga pasien stroke yang dirawat di rumah sakit.

“Seminar kesehatan ini diperuntukkan bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang hari ini dihadiri oleh 34 Puskesmas dan klinik – klinik yang ada di Kabupaten Jombang, untuk memberikan eduskasi dan pencerahan upaya penanganan pasien stroke,” terangnya.

Menurut dr. Iwan, peringatan Hari Stroke Sedunia ini merupakan salah satu wujud kampanye kesehatan agar kesadaran masyarakat akan pentingnya upaya pencegahan, perawatan, dan dukungan bagi penderita stroke terus meningkat.

Sehingga, lanjutnya,  kualitas kesehatan masyarakat meningkat, jumlah masyarakat yang mengalami serangan stroke semakin berkurang, serta para penderita stroke tetap dapat mencapai derajat kesehatan yang optimal, meskipun dengan gejala sisa yang ditimbulkan dari penyakit ini.

“Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular yang perlu mendapatkan perhatian tersendiri, baik dari kalangan medis maupun masyarakat,” katanya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ungkapnya, stroke menjadi penyebab kematian nomor satu di Indonesia setiap tahunnya.

Dulu, ucapnya, stroke diidentikkan dengan penyakit yang terjadi pada orang tua. Namun sekarang, banyak kejadian stroke yang juga menyerang orang yang masih tergolong muda, aktif, dan produktif, jelasnya.

“Tidak hanya itu, stroke juga penyakit yang terjadi di dalam otak. Stroke terjadi ketika pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak tersumbat oleh gumpalan atau pecah,” terangnya.

Ketika itu terjadi, imbuhnya, bagian dari otak tidak bisa mendapatkan darah dan oksigen yang dibutuhkannya, sehingga sel-sel otak itu mati. “Akibat terparah dari penyakit ini adalah kematian,” tandasnya.

Tetapi, katanya, jika seorang penderita selamat dari serangan stroke, orang tersebut tetap dapat mengalami gejala sisa yang dapat mempengaruhi aktifitas dan produktifitasnya dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak dapat dipungkiri, sebut dokter Iwan,  bahwa pola dan gaya hidup masyarakat modern telah menjadi salah satu faktor penyebab angka kejadian stroke semakin meningkat.

Kurangnya aktifitas fisik, konsumsi makanan cepat saji juga banyak kalori, serta tingkat stres yang tinggi menjadi hal yang perlu kita waspadai, tuturnya.

“Untuk itu, kami sampaikan materi bagaimana cara mengenali gejala stroke, dan apa saja yang harus dilakukan, agar segera ke rumah sakit untuk mendapat penanganan awal,” serunya.

Selain itu, pasien-pasien stroke dan keluarganya  kita undang  pada acara seminar ini, supaya nanti keluarganya dapat mengetahui bagaimana penanganan kelanjutannya setelah mendapat penanganan dari rumah sakit.

Kami juga berharap, nantinya ketika sudah diberikan materi, mereka juga mampu mengenali gejala stroke, sehingga pasien dirujuk lebih awal ke rumah sakit. “Sebab, pasien stroke itu waktunya sangat berharga, diketahui diawal agar bisa mendapatkan terapi lebih awal,” harap dokter Iwan.

Disampaikan Wadir Pelayanan RSUD Jombang, pasca kegiatan ini akan ada pembinaan fasilitas-fasilitas yang ada di Kabupaten Jombang, seperti di Puskesmas dan di klinik.

Kalau nanti mereka masih tetap membutuhkan pembinaan dari dokter – dokter saraf maka nanti dokter tersebut akan siap memberikan materi lagi.

“Di RSUD Jombang juga sudah mempunyai alat lengkap untuk pasien stroke, mungkin nanti ke depan akan ada beberapa alat canggih lagi yang bisa dipakai,” bebernya.

Pemateri pada peringatan hari stroke kali ini diantaranya dokter spesialis saraf, yakni dr. Nella Lusti Sp.S, turut menyampaikan bagaimana rehabilitasi pasca stroke  oleh dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medis, dr. Agustina Mufidah, Sp. KFR.; dr. Antina Nevi Hidayati, Sp. KJ yang merupakan dokter spesialis Jiwa di RSUD Jombang; turut menyampaikan keilmuan bagaimana menangani Depresi Pasca Stroke serta Bapak Eko Wahyudi, S.Kep. Ners yang memberikan arahan bagaiman perawatan pasca stroke.

“Semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan sehingga mencapai hidup yang penuh manfaat untuk semua,” pungkas dokter Iwan. (dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here