DPMD Jombang Launching Aplikasi Elektronik Bantuan Keuangan Khusus Desa

0
61
Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab melounching aplikasi EE BUK KADES di ruang Bung Tomo, Senin (26/9/2022).

DPMD Jombang Launching Aplikasi Elektronik Bantuan Keuangan Khusus Desa

Jombang, layang.co  – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jombang meluncurkan aplikasi khusus BKK Sarpras Desa yang diberi nama “EE BUK KADES”. Yakni, (Elektronik Bantuan Keuangan Khusus Desa) dalam rangka peningkatan kualitas perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan monitoring BKK Sarpras Desa.

Launching EE BUK KADES dan Sosialisasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Sarpras Desa P-APBD tahun 2022 yang dihadiri Camat dan Kepala Desa tersebut diselenggarakan di ruang Bung Tomo – Pemkab Jombang pada, Senin (26/9/2022).

Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab hadir  melaunching Inovasi EE BUK KADES didampingi oleh Sekdakab Agus Purnomo, S.H, M.Si, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Purwanto MKP, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Sholahuddin Hadi Sucipto.

“Alhamdulillah, inovasi-inovasi OPD di lingkup Pemkab Jombang ini keren-keren dan sangat luar biasa,” ucap Bupati Mundjidah Wahab mengawali sambutannya.

Bupati juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi keberhasilan peningkatan status desa yang merupakan kerja bersama antara pemerintah Kabupaten Jombang dan Pemerintah Desa.

Salah  satu bentuk kebijakan pemerintah Kabupaten Jombang untuk meningkatkan status desa adalah adanya Bantuan Keuangan Khusus Sarpras Desa yang diberikan kepada Pemerintah Desa.

“Tahun 2019 hanya ada 6 desa berstatus mandiri dan pada tahun 2022 berkembang menjadi 47 desa berstatus mandiri, serta sejak tahun 2020 sudah tidak ada desa dengan status sangat tertinggal dan tertinggal di Kabupaten Jombang,” ungkap Bupati.

Oleh karenanya, dengan Bantuan Keuangan Khusus kepada Desa Bidang Sarana dan Prasarana Desa dan aplikasi EE BUK KADES adalah;

Pertama, untuk mendorong pemerataan dan perkembangan wilayah dengan membuka akses hasil produksi dan penyediaan sarana dan prasarana infrakstruktur perdesaan.

Kedua, untuk meningkatkan pemberdayaan dan menumbuhkan perekonomian masyarakat perdesaan. Ketiga,  mengoptimalkan pelayanan dan keterbukaan informasi kepada masyarakat.

Bantuan Keuangan kepada Desa khusus bidang sarana dan prasarana desa tersebar di Kabupaten Jombang dengan lingkup kegiatan meliputi: infrastruktur jalan desa, jembatan, dan bangunan air; bidang sarana dan prasarana desa; pengembangan desa wisata.

Total anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) ke Desa pada P-APBD 2022 adalah Rp. 15.202.990.000,- (lima belas milyar dua ratus dua juta sembilan ratus sembilan puluh ribu rupiah) diberikan kepada 92 desa, dengan jumlah kegiatan sebanyak 137  kegiatan.

“Bantuan keuangan ini bersifat khusus, dalam arti peruntukan, lokasi dan besarannya ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Jombang, untuk membangun infrastruktur tingkat pedesaan sesuai kewenangan desa,” terangnya.

Bupati minta, kepada semua Camat, Kepala Desa, Perangkat Desa dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam penerimaan BKK desa ini benar-benar paham dan mengerti dengan anggaran BKK Desa yang sangat besar ini.

Diharapkan, dapat dikelola dengan baik, hati-hati dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan agar terhindar dari penyelewengan. “Jangan sampai karena ketidaktahuan dan ketidakpahaman kita, memunculkan permasalahan di kemudian hari,” saran Bupati.

Kepala Dinas PMD, Sholahuddin Hadi Sucipto mengatakan, bahwa aplikasi EE BUK KADES merupakan Sistem Informasi yang Berbasis Web/Internet yang mengintegrasikan dengan sistem Keuangan Desa (Siskeudes).

“BKK Desa Bidang sarpras dimaksudkan untuk mempercepat akselerasi pembangunan perdesaan dalam rangka menyeimbangkan pertumbuhan perekonomian desa melalui pembangunan/peningkatan infrastruktur perdesaan,” beber Sholahuddin, mantan Kabag Humas Pemkab Jombang.

Dia menandaskan, BK diselenggarakan untuk mensupport kemandirian desa agar lebih baik lagi. Saat ini, katanya,  Desa Mandiri sudah mencapai 47. Desa berkembang 76, dan sebanyak 147 sudah maju.

“Tinggal 76 yang harus naik level. Desa yang berprestasi dan memberikan kinerja yang bagus yang akan mendapatkan apresiasi,” tutur Sholahuddin.

Harapannya, tambah Kepala DPMD,  dengan adanya launching dan sosialisasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Sarpras Desa P-APBD tahun 2022  ini segera dilakukan pencairan sehingga tidak ada penundaan diakhir tahun ini,” katanya.

Sholahuddin juga menyebutkan, bahwa Indeks Desa Membangun (IDM) meletakkan prakarsa dan kuatnya kapasitas masyarakat, sebagai basis utama dalam proses kemajuan dan keberdayaan desa yaitu meliputi aspek ketahanan sosial, ekonomi dan ekologi. Sehingga indeks ini difokuskan pada upaya penguatan otonomi desa melalui pemberdayaan masyarakat, pungkasnya sebagaimana diinformasikan Humas Dinas Kominfo Kabupaten Jombang. (dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here