Bupati Ajak Gemar Makan Ikan dan Meresmikan Klinik Si PEKAN CERIA

0
63
Bupati memotong pita menandai peresmian klinik kesehatan ikan "Si Pekan Ceria" di Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan, Jl Soekarno-Hatta, Mojongapit, Jombang, Selasa (23/8/2022).

Bupati Ajak Gemar Makan Ikan dan Meresmikan Klinik Si PEKAN CERIA

Jombang, layang.co  – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang terus gencar mensosialisasikan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Pada kegiatan tahun 2022 ini sekaligus diresmikan Klinik Kesehatan Ikan “SI PEKAN CERIA” yakni (Sistem pelayanan Kesehatan ikan Cepat Responsif inovatif Adaptif).

Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang pada, Rabu (23/8/2022) pagi tersebut, dibuka dan diresmikan langsung oleh Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab didampingi Wakil Bupati Jombang Sumrambah; Ketua Tim Penggerak PKK selaku Ketua Forikan Kabupaten Jombang; Wakil Ketua DPRD Jombang Farid Al Farizi; Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo, SH., M.Si.

“Terimakasih kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang bersama seluruh elemen masyarakat dalam  mengawal kegiatan Sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Kabupaten Jombang. Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan dampak positif pada masyarakat Jombang untuk lebih meningkatkan tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Jombang,” tutur Bupati.

“Alhamdulillah agenda rutin yang setiap tahun kita lakukan bersama-sama secara sinergi oleh semua pihak ini telah berdampak signifikan dalam menurunkan angka Stunting di Kabupaten Jombang,” katanya.

Seperti kita ketahui bersama, persoalan stunting telah menjadi agenda pembangunan nasional. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 hari pertama kehidupan.

Bupati menyebut bahwa prevalensi stunting di Kabupaten Jombang berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas) 2018 menunjukkan 30,8% atau sekitar 7 juta balita menderita stunting.

Prevalensi stunting di Kabupaten Jombang mengalami penurunan dari tahun 2018 sebesar 20,1%, turun menjadi 17,9% pada tahun 2019, dan tahun 2020 sebesar 16,9%.

Saat ini prevalensi stunting di Kabupaten Jombang berdasarkan bulan timbang Februari tahun 2021 adalah sebesar 13,1% atau 9.462 Balita yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Jombang. Sedangkan target angka stunting tingkat nasional, kita harus menurunkan di angka 14 %.

Salah satu penyebab tingginya angka stunting disebutkan Bupati Jombang karena masih terbatasnya kesadaran masyarakat akan pentingnya nilai gizi dan resiko stunting, sehingga hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk menekan angka stunting dan gizi buruk di Kabupaten Jombang.

Nur Kamalia, SKM, M.Si (kiri) Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang menjelaslam tentang budidaya ikan kepada Bupati Hj Mundjidah Wahab.

Ikan sangat relevan untuk mendukung program perbaikan gizi masyarakat dan penanganan stunting, mengingat ikan sebagai sumber protein memiliki beragam keunggulan dibanding produk hewan lainnya.

Ikan merupakan sumber protein hewani yang sangat baik untuk pertumbuhan sel-sel tubuh manusia. Kecerdasan, kesehatan dan keterampilan merupakan tiga indikator utama yang digunakan untuk mengukur sumberdaya manusia yang Berkarakter dan Berdaya Saing.

“Untuk itu, kepada semua yang hadir baik organisasi wanita, organisasi keagamaan, dan anak-anak sekolah untuk dapat mempromosikan gemarikan dengan harapan dapat meningkatkan kualitas SDM yang Unggul, Berkarakter dan Berdaya Saing,” pintanya.

Selanjutnya Bupati Jombang juga mendorong pembudidaya perikanan serta kelompok pengolah dan pemasar (Poklasar) untuk terus berinovasi meningkatkan karyanya, sehingga hasil perikanan bisa menjadi oleh-oleh khas Jombang yang dapat  meningkatkan perekonomian masyarakat Jombang.

Bupati Mundjidah Wahab juga mengapresiasi Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan atas Inovasinya melaunching Klinik Kesehatan Ikan, yang sebelumnya juga sudah membuat aplikasi Sipekan. “Mudah-mudahan inovasi ini memberikan manfaat dan barokah serta semakin meningkatkan pelayanan pada masyarakat,” ucap Bupati.

Nur Kamalia, SKM, M.Si Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang mengatakan tujuan kegiatan Sosialisasi ini untuk mensinergikan program kesehatan ikan, program pembudidayaan ikan, terutama tingkat konsumsi ikan dimasyarakat terutama bagi anak-anak sekolah dalam rangka meningkatkan kecerdasan dan meningkatkan konsumsi ikan di Kabupaten Jombang.

Disampaikan oleh Nur Kamalia bahwa   berdasarkan data di Kabupaten Jombang, Ketahanan Pangan di Kabupaten Jombang berada di kondisi surplus. Untuk itu, permasalahan berikutnya adalah tingkat pengetahuan dan pola asuh keluarga dalam memberikan konsumsi bagi keluarga dan anak balita sejak dini melalui peningkatan pemberian konsumsi ikan dengan gerakan yang dilaksanakan hari ini yaitu Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

“Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang, tingkat konsumsi Ikan di Jombang ini masih rendah. Rata-rata per orang masih 83 gram. Sedangkan targetnya 150 perorang perhari,” ungkapnya.

Jombang termasuk penghasil ikan Patin nomor 2 se Jawa Timur. Dan nomor satu di Jawa Timur untuk produksi ikan Bawal. Jadi produksi ikannya sudah cukup tinggi, maka dari itu hari ini diadakan kegiatan sosialisasi, harapannya agar tingkat konsumsi ikan meningkat, seiring dengan meningkatnya kecerdasan, pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk membudidayakan mengkonsumsi ikan,” urai Nur Kamalia.

Pada kesempatan tersebut Bupati juga   menyerahkan bantuan kepada Kelompok Pengolah Pemasaran Ikan. Diantaranya, berupa sarana prasarana pengolahan Bakso kepada Pokmas Sejahtera, Desa Brudu Kec. Sumobito.

Sarana prasarana Chest Freezer kepada Kelompok Dua Putra, Desa Kebondalem Kec. Bareng; Kelompok Mina Asih Desa Karangwinongan Kec. Mojoagung; Kelompok Mina Putra Mandiri Desa Japanan Kec. Mojowamo. Sarana Prasarana Pengolahan Pindang kepada Kelompok Mina Sofi Desa Blimbing Kec. Gudo.

Hadir pada kegiatan tersebut Staf Ahli, Asisten, Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemkab Jombang; Kepala Kementerian Agama dan Kepala Cabang Dinas Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Jombang; Ketua Organisasi Wanita, Ketua Dharma Wanita, Ketua Bhayangkari, Ketua Persit, Ketua Pia, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Kabupaten Jombang; Ketua organisasi wanita keagamaan, Ketua Muslimat NU, Ketua Fatayat NU, Ketua Aisyiyah Kabupaten Jombang; Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang beserta jajarannya dan penyuluh perikanan; guru-guru pendamping beserta dengan siswa SLTA dan MA dari 21 Kecamatan. (*/dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here