Plt Direktur RSUD Kabupaten Jombang: Proses Pertolongan Persalinan Sudah Sesuai Prosedur Operasional

0
66
Plt Direktur RSUD Jombang drg Budi Nugroho*nomor dua dari kanan) didampingi tim medis RSUD saat jumpa pers.

Plt Direktur RSUD Kabupaten Jombang: Proses Pertolongan Persalinan Sudah Sesuai Prosedur Operasional

Jombang, layang.co – Sehubungan dengan pemberitaan thread di akun twitter @ MinDesiyaa tentang “pengalaman istri adik sepupu yang melahirkan di RSUD Jombang°, maka kami keluarga besar RSUD Kabupaten Jombang menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian tersebut.

Sebagaimana release Humas RSUD Kabupaten Jombang yang diterima http://layang.co, melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur, IDI Cabang Jombang, IDI Wilayah Jawa Timur, POGI Cabang Surabaya, ARSADA Jawa Timur, PERSI dan MAKERSI Jawa Timur, Selasa (02/08/2022).

Plt Direktur RSUD Jombang, drg Budi Nugroho saat konferensi pers mengatakan, Tim  dari pihak RSUD Jombang telah melakukan pembahasan kasus ini, dan menyimpulkan bahwa tindakan pertolongan persalinan pada pasien ini sudah sesuai dengan indikasi medis, terangnya.

Budi melanjutkan, hal ini juga dikuatkan oleh POGI Cabang Surabaya. IDI Cabang Jombang yang menyatakan bahwa pertolongan persalinan pada pasien ini sudah sesuai dengan kaidah profesi.

Pada kasus Preeklamsi (keracunan kehamilan) diupayakan, agar persalinan dilakukan secara normal, dan jika terjadi kesulitan maka baru dilakukan upaya terakhir yaitu operasi Sectio Caesar(SC), tambahnya.

drg Budi Nugroho menjelaskan, dimana pada setiap persalinan normal, ada risiko medis, salah satunya adalah distosia bahu (kemacetan saat melahirkan bahu janin). Risiko distosia bahu ini tidak bisa diprediksi sebelumnya.

Pada kasus persalinan ini, terjadi distosia bahu, dan sudah dilakukan perasat-perasat sesuai prosedur untuk melahirkan bayi, tetapi upaya tersebut tidak berhasil, dan bayi tidak dapat tertolong, terangnya.

“Karena bayi tidak berhasil dilahirkan dengan perasat distosia bahu dan kondisi bayi sudah meninggal, maka diputuskan untuk melakukan tindakan decapitasi dan operasi Sectio Caesar untuk upaya penyelamatan ibu,” terangnya.

drg Budi menambahkan, keputusan tindakan tersebut dilakukan setelah mendapat persetujuan dari pihak keluarga. “Saat ini kondisi ibu bayi  dalam keadaan baik dan stabil,” ungkap Budi

Penanganan pasien di RSUD Kabupaten Jombang dilakukan berdasarkan indikasi medis. RSUD Kabupaten Jombang tidak pemah membedakan status pasien baik peserta BPJS kesehatan maupun non BPJS kesehatan atau penjamin lainnya, pungkasnya. (dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here