Operator Crane di PG Jombang Baru di Tahan Polres

0
20
Kasat Reskrim AKP Giadi Nugraha, S.IK saat jumpa pers, Jum'at (29/7/2022) di Mapolres Jombang.

Operator Crane di PG Jombang Baru di Tahan Polres

Jombang, layang.co – N (37 tahun) seorang operator Crane di Pabrik Gula Jombang Baru yang menyebabkan seorang pekerja pabrik meninggal dunia, ditahan Polres Jombang. Penahanan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha, S.IK di Mapolres saat jump pers, Jum’at (29/7/2022) menjelaskan, tersangka dalam menjalankan pekerjaan belum memiliki lisensi operator crane.

Kasat membeberkan, kejadian berawal pada saat truk tebu masuk ke dalam timbangan di PG Jombang Baru. Saat tebu hendak dipindahkan ke lori. Ketika proses pemindahan ke lori, tali kawat sling tersangkut.

Pengalaman operator, biasa ketika tersangkut dilori, tali sling diayun kekanan ke kiri, biasanya lepas, namun Ketika itu pada saat diayunkan tali sling putus dan menghantam kepala bagian kiri korban.

Korban bernama Ali Imron (43 tahun) warga Dsn Mojo RT 01 RW 01 Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang, Jombang. Musibah kecelakaan kerja terjadi pada Rabu, 27 Juli 2022 pukul 16.00 WIB di lingkup PG Jombang Baru.

“Saat kejadian di TKP, korban masih belum meninggal. Korban menderita luka di bagian  kiri kepala. Sempat mendapat rujukan ke rumah sakit. Setelah dilakukan penangan sekitar 2 jam korban tidak tertolong, meninggal dunia,” terang Giadi.

Untuk selanjunya, pihak Reskrim akan terus melakukan penyelidikan, termasuk kepada N (tersangka), warga Desa Jabon, Kecamatan Jombang selaku operator crane belum memiliki lisensi. “Dia hanya sebagai anggota transloding, petugas pemindah lori. Bukan operator crane yang sesungguhnya. Sehingga patut diduga atas kelalaiannya,” ungkap Kasat Giadi.

Penyelidikan selebihnya, katanya, akan minta keterangan sejumlah saksi termasuk keterangan ahli, diantaranya meliputi apakah operator harus memiliki lisensi, apakah alatnya masih layak dioperasionalkan, apakah peralatan sudah dilakukan perawatan secara rutin atau tidak, tambahnya.

“Atas kelalaiannya, tersangka di ancam pidana penjara paling lama 5 tahun berdasarkan pasal 359 KUHP, menyebabkan orang lain meninggal dunia,” pungkas Kasat Reskrim. (dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here