Bupati Dukung Kurikulum Merdeka, di Jombang Ada 877 Satuan Pendidikan Jalur Mandiri

0
80
Mendampingi Bupati Jombang dalam menerima Kunker Kemendikbudristek diantaranya, Staf Ahli, Inspektur, Bappeda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang dan jajarannya, serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim yang ada di Kabupaten Jombang.

Bupati Dukung Kurikulum Merdeka, di Jombang Ada 877 Satuan Pendidikan Jalur Mandiri

Jombang, layang.co – Bupati Hj. Mundjidah Wahab mendukung penuh Implementasi Kurikulum Merdeka di Kabupaten Jombang, menyusul ada 877 Satuan Pendidikan (SP) yang menerapkan Implementasi Kurikulum Merdeka jalur mandiri.

Sikap ditunjukkan Bupati dengan menerima Kunjungan Kerja Tim Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, Senin (18/7/2022) di Jombang.

Kunker yang dipimpin oleh Dr. Praptono, M.Ed Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, diterima di ruang Swagata, Pendopo Pemkab Jombang.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang, saya mendukung penuh Implementasi Kurikulum Merdeka di Kabupaten Jombang,” ucapnya.

Bupati berharap  terobosan positif dari Kemendikbudristek akan menjadikan pembelajaran pada satuan pendidikan di Kabupaten Jombang menjadi lebih mudah, menghasilkan kualitas pendidikan terbaik dan sumber daya manusia unggul.

Bupati yakin, Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah dan Guru  yang telah mempelajari berbagai pedoman yang disediakan oleh Kementerian Dikbudristek melalui platform Merdeka Mengajar,  mampu memimpin satuan pendidikan dalam mencapai pembelajaran yang berkualitas, membangun ekosistem pendidikan yang lebih kuat, yang berfokus pada peningkatan kualitas serta menciptakan iklim kolaboratif dibidang pendidikan pada lingkup satuan pendidikan di Kabupaten Jombang, serta memaksimalkan pemanfaatan platform Merdeka mengajar agar program ini berjalan sukses.

“Dengan Implementasi Kurikulum Merdeka saya berharap mampu mewujudkan generasi muda yang unggul, berkualitas, berkarakter, berdaya saing, berkepribadian serta berakhlak mulia,” tandasnya.

Alhamdulillah, kata Bupati, manfaat IKM ini sudah dirasakan sangat luar biasa sekali oleh para fasilitator, Kepala Sekolah juga guru, bahkan mereka menyampaikan kenapa tidak dari dahulu ada Kurikulum Merdeka ini.

Dr. Praptono, MEd, Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan menyampaikan bahwa kehadirannya bersama tim yang terdiri dari Medira-Pokja Sekolah Penggerak yang mengkomandani Implementasi Kurikulum Merdeka; Nisa-Tim Lapangan untuk Implementasi Kurikulum Merdeka selaku Konsultan; serta pejabat pembuat komitmen yang mengorganisir semua kegiatan, adalah untuk mengapresiasi atas kerja keras dari Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang khususnya di sektor pendidikan.

Dr. Praptono menyebutkan bahwa data yang sudah masuk dari Kabupaten Jombang ada 877 satuan pendidikan yang menerapkan Implementasi Kurikulum Merdeka jalur mandiri.

Oleh karenanya melalui kunjungan kerjanya kali ini dalam rangka memastikan kesiapan sekolah, untuk melakukan gerakan turun ke bawah mendorong sekolah-sekolah untuk segera memanfaatkan platform Merdeka sebagai sarana belajar, mengunduh materi bahan ajar, menghidupkan komunitas belajar sebagai sarana belajar bersama bagi guru dan kepala sekolah.

“Di dalam data Kemendikbudristek ada sekitar 10.278 guru yang terlibat dalam Implementasi Kurikulum Merdeka jalur mandiri. Artinya, bahwa 10.000 guru itu harusnya pelatihan dulu kemudian pembelajarannya baru bisa berjalan dengan sebagaimana yang diharapkan,” kata Dr. Praptono.

Pada pertemuan tersebut juga berlangsung sesi tanya jawab, dengan para perwakilan fasilitator dari berbagai jenjang pendidikan serta dilanjutkan dengan diskusi dengan Calon Guru Penggerak, Kepala Sekolah IKM, Kepala Sekolah PSP, dan Komunitas belajar di SMPN 2 Ngoro Jombang. (*dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here