Sinergitas KONI-BPJS Ketenagakerjaan Dorong Atlet Fokus Raih Medali Diarena PORPROV

0
57
Bupati Jombang Hj Munjidah Wahab didampingi Kapolres, Dan Satradar 222, Ketua KONI (kanan) dan Kepala PBJS Jombang (baju putih) menyerahkan secara simbolis kesertaan atlet dan pelatih sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, Rabu (15/6/2022) di Pendopo Kabupaten Jombang.

Sinergitas KONI-BPJS Ketenagakerjaan Dorong Atlet Fokus Raih Medali Diarena PORPROV

Jombang, layang.co – Sinergisitas KONI Kabupaten Jombang dengan BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan jaminan asuransi kecelakaan kerja diharapkan memberi manfaat positif bagi atlet, supaya bisa lebih fokus meraih medali.

Harapan ini disampaikan Ketua Umum KONI Heru Ariwanto dan Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Jombang, Binti Kristanti dihadapan atlet, pelatih dan official kontingen Porprov Kabupaten Jombang, Rabu (15/6/2022), saat mengikuti proses pelepasan dan pemberangkatan oleh Bupati dan Forpimda Kabupaten Jombang.

Dipaparkan oleh Tanti, panggilan akrab Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan itu, jaminan asuransi yang ditanggung oleh BPJS yakni biaya perawatan rumah sakit apabila atlet mengalami cidera akibat bertanding di arena laga.

“Sesungguhnya, Kami tidak berharap itu terjadi. Akan tetapi, aktifitas atlet dalam membela daerah, berjuang untuk meraih kemenangan, sangat luar biasa, berkeringat, berdarah-darah. Laga serupa itu, sangat berisiko. Kebijakan Ketua KONI menyertakan atlet ke BPJS sangatlah tepat,” ucapnya.

“Laga atlet dan aktifitas pelatih pada momentum Porprov masuk kategori bekerja, sehingga menimbulkan efek atau risiko yang harus diberikan kenyamanan,” ungkapnya.

Jenis jaminan yang ditanggung BPJS yakni jaminan kecelakaan dan jaminan kematian dalam durasi satu bulan jadwal pelaksanaan Porprov, 25 Juni – 3 Juli 2022.

Data kontingen Kabupaten Jombang yang terdaftar di Panitia Besar (PB) Porprov KONI Provinsi Jawa Timur sebanyak 218 orang atlet putra-putri, pelatih/official sebanyak 77 orang. Dari jumlah tersebut sebagian sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Berdasarkan validasi NIK (Nomor Induk Kependudukan) sebagian sudah masuk peserta BPJS. Peserta baru sudah Kami terbitkan kartu anggota, tinggal menunjukkan manakala sedang dalam perawatan di rumah sakit,” bebernya.

Tanti menambahkan, pasca Porprov, atlet maupun pelatih boleh melanjutkan kerja sama sebagai peserta BPJS secara mandiri, diluar jadwal KONI, mengingat aktifitas atlet, pengurus cabor dan pelatih memiliki risiko tinggi baik saat laga maupun dalam perjalanan mengikuti kejuaraan. Nilai jaminan yang harus dibayar tidak sampai Rp 17.000 per bulan per orang.

Jaminan yang diberikan bukan hanya saat laga, diluar jadwal itu juga bisa memperoleh layanan BPJS semenjak terkait dengan kegiatan pekerjaan.

“Selain itu, peserta BPJS boleh mengajukan diri berhenti sebagai peserta, dan tidak harus membayar. Ini bedanya dengan BPJS Kesehatan, yang wajib membayar terus,” terangnya menjawab pertanyaan Salikul Iman, Ketua Cabor Paralayang tentang mekanismis layananan yang akan diperoleh.

Secara terpisah Heru Ariwanto menyampaikan, orientasi disertakan sebagai peserta BPJS yakni agar atlet optimis tampil secara maksimal untuk meraih medali. Apalagi ditunjang penyataan Ibu Bupati, yang memberikan informasi tentang besarnya bonus tali asih bagi atlet yang menyabet medali.  “Tujuan dari BPJS agar atlet dan official fokus dan nyaman,” ujarnya. (dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here