Musim PMK Pemkab Larang Datangkan Sapi ke Jombang

0
128
Dokter hewan Dinas Peternakan Kabupaten Jombang sedang melakukan pemeriksaan kondisi klinis hewan ternak sapi milik peternak di Dusun Kandangan, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterorngan, Jombang.

Musim PMK Pemkab Larang Datangkan Sapi ke Jombang

Jombang, layang.co – Guna menyikapi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan sapi yang belakangan ini mewabah di sejumlah daerah  pemerintah melarang pelaku usaha mendatangkan  sapi ternak dari,luar daerah Kabupaten Jombang.

Seruan tersebut disampaikan pemerintah melalui Dinas Peternakan setempat sebagai upaya mencegah wabah PMK di Kabupaten Jombang. Hal tersebut seiring dengan tindakan Dinas Peternakan memberlakukan lockdown menyusul terdapat sedikitnya 104 ternak sapi di Kabupaten Jombang yang saat ini dilakukan suspek.

“Jumlah sapi yang suspek PMK sebanyak 104 ekor, 5 di antaranya mati,” jelas Kepala Dinas Peternakan Jombang Agus Susilo Sugoto, Kamis (12/5/) kemarin.

Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, katanya,  tertanggal 11 Mei lalu, menerbitkan surat yang isinya melarang memasukkan hewan ternak  dari luar Kabupaten Jombang di pasar-pasar untuk mencegah menyebarnya kasus kejadian PMK di Jombang, agar hewan ternak di Jombang tidak tertular PMK.

“Ada pembatasan hewan ternak yang tidak boleh masuk, yakni dari Lamongan, Gresik, Mojokerto, Sidoarjo, Krian, Malang, Bangkalan, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang dan Jember,” ungkapnya.

Kendati demikian, kata Agus hewan ternak selain dari daerah tertular PMK apabila masuk ke Jombang juga harus melewati seleksi ketat. “Ternak yang berasal dari daerah yang masih bebas kasus PMK harus dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari Dinas Peternakan setempat,” jelasnya.

Perlu diketahui, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) adalah penyakit hewan menular akut yang disebabkan oleh virus yang menyerang hewan berkuku genap seperti ternak sapi, kerbau, kambing, domba dan babi, dengan tingkat penularannya mencapai 90% sampai dengan 100% sehingga menyebabkn kerugian yang sangat tinggi bagi peternak.

Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang tanda klinis hewan ternak positif PMK yakni suhu sapi mencapai 39 sampai dengan 40 derajat celsius, tidak mau makan, keluar lendir berlebihan dan mengeluarkan busa dari mulut, nafas cepat, pincang, luka pada kaki sampai terjadi melepasnya kuku, gemetar dan hewan susah berdiri.

“Meski demikian, penyakit ini tidak menular ke manusia (non zoonosis), namun memiliki penyebaran yang begitu cepat kepada hewan,” tutup Agus Kadis Peternakan. (dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here