Porseni 2022 Catur Hanya Gelar Kelas Perorangan Putra Putri

    0
    261
    Wasit lapangan Wahyudi Sulistya WNP. menyerahkan piala kepada juara putri.

    Porseni 2022 Catur Hanya Gelar Kelas Perorangan Putra Putri

    Jombang, layang.co – Cabang olahraga Catur pada Porseni se-Jawa Timur tahun 2022 yang dilaksanakan di MAN 3, Tambakberas Jombang, tanggal 26 Maret ini hanya menggelar pertandingan kelas perorangan putra-putri.

    Diikuti 76 atlet yang masing-masing daerah di Kabupaten/Kota hanya mengirim dua atlet, satu putra, satu putrid. Pertandingan yang disaksikan Tondo Samiadi, S.Pd., M.MPd., WN., PN. Ketua Umum Percasi Jawa Timur, lancar.

    Pada kesempatan tersebut Tondo Samiadi, S.Pd., M.MPd., WN., PN.,  menyampaikan lomba catur menggunakan Sistem Swiss Manager dengan durasi 25 menit, masing masing pemain apabila diakumulasi membutuhkan waktu tanding 50 menit keseluruhan.

    “Porseni Catur di ikuti 38 peserta putra dan 38 putri tingkat MA se-Jawa Timur dengan tujuan akan muncul atlet berpotensi untuk memperkuat tim Jawa Timur disaat tanding ketingkat yang lebih tinggi baik itu skala nasional atau skala internasional,” ucap Tondo.

    Wasit Pungky Wahyu Febrian, WN., PNP mengawasi jalannya pertandingan.

    Pertandingan dipimpinan Wasit Pungky Wahyu Febrian, WN., PNP., Wasit Pairing Junaidi Harahap WNP, PNP, Wasit lapangan Wahyudi Sulistya WNP.,  Koordinator lapangan Siti Lilik Mas’ulah S.Pd, WNP, PNP yang dibantu oleh Ubaidurrochman.

    Tercatat, kategori putra: Juara 1 diraih oleh Muhammad Hudan Nurrohman/MAN 2 Kota Probolinggo; Juara 2 oleh  Muhammad Randi Wahyu Romadhon/MAN 1 Jombang; Juara 3 oleh Nizam Arby Prasetya Putra/MAN Kabupaten Kediri.

    Sedangkan kategori putri: Juara 1 diraih oleh Aurellia Vania Winanda/MAN 2 Kota Malang; Juara 2, Syalwa Cantika Arifianto/MAN Kabupaten Pacitan; Juara 3, Hapsari Nur Cahyani/MAN 1 Kabupaten Kediri.

    Tri Anto, Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur usai menyerahkan Piala menyampaikan, sebagian filosofi event ini adalah untuk meningkatkan sportifitas yang artinya, ketika kita sportif maka yang kalah tidak terlalu minder yang menang tidak terlalu sombong. “Jadi semuanya sama tergantung bagaimana kita menyikapinya antara kemenangan dan kekalahan,” ujarnya.

    Selain itu, tambah Anto, untuk menumbuhkan prestasi di lingkungan peserta didik yakni di Madrasah masing-masing, bahwa sebenarnya madrasah itu sendiri tidak kalah dengan sekolah non madrasah baik ilmu agama, ilmu umum, seni  dan olahraga semua meraih prestasi yang sama.

    “Pada dasarnya, insan kamil atau siswa yang sempurna adalah kemampuan dibidang agama dan akademik serta olahraga. Kami sangat mengharapkan, sangat bangga dengan prestasi-prestasi yang sudah diraih,” ucapnya.

    Melalui olahraga peserta dapat dipupuk dan ditumbuhkembangkan untuk kemajuan Madrasah Aliyah di bidang olahraga dan seni, imbuhnya. (*dan)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here