Pelanggar Cukai Bisa Didenda 20 Kali Lipat dan Pidana 1- 8 Tahun

0
77
Nara Sumber Sosialisasi Ketentuan Peraturan Perundang-udangan di Bidang Cukai, bertempat di Balai Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang.

Pelanggar Cukai Bisa Didenda 20 Kali Lipat dan Pidana 1- 8 Tahun

Jombang, layang.co – Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Kediri Syaiful Arifin menyampaikan, sanksi pelanggar cukai ancaman hukuman mininal 1-5 tahun penjara, serta denda minimal 2 kali nilai cukai sampai makaimal 10 kali nilai cukai yang semestinya di bayar.

“Hukuman ini bagi yang mengedarkan, memproduksi serta menyediakan. Bagi yang memalsu pita cukai minimal 1-8 tahun penjara, sedangkan dendanya minimal10 kali hingga maksimal 20 kali nilai cukai yang harus di bayar,’ tukasnya.

Hal tersebut disampaikannya Saiful Arifin saat bertindak sebagai nara sumber kegiatan Sosialisasi Ketentuan Peraturan Perundang-udangan di Bidang Cukai, bertempat di Balai Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang. Senin (14/03/2022).

Kegiatan tersebut atas sinergitas Dinas Kominfo Kabupaten Jombang, Pemerintah Desa Mojokrapak, Kecamatan Jombang bekerjasama dengan Kantor Bea Cukai Wilker Kediri, yang dihadiri Fungsional Pranata Humas Wahyudi Sudarsono mewakili Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jombang, Sekcam Tembelang mewakili Camat Tembelang, Sekdes Mojokrapak Khusnul Akhlaq mewakili Kepala Desa Mojokrapak, Perangkat Desa Mojokrapak, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa serta warga masyarakat undangan.

Syaiful Arifin menyampaikan, Bea Cukai bertugas di Kepabeanan dan Cukai untuk melayani serta mengawasi lalu lintas barang yang keluar masuk di Indonesia, sekaligus mengawasi dan melayani barang yang dikenakan cukai.

“Barang kena cukai sampai saat ini antara lain hasil tembakau, minuman mengandung etil alhkohol dan etil alkohol (etanol),” ungkapnya.

Funsi Bea Cukai, lanjut dia,  memfasilitasi eksport/import dalam rangka memperlancar proses eksport/import dengan tujuan menekan biaya tinggi sehingga akan tercipta iklim perdagangan yang lebih kondusif, medukung industri dalam negeri agar dapat bersaing dalam pasar internasional, mengoptimalkan penerimaan negara yang diperoleh melalui penerimaan bea masuk,PDRI serta cukai.

“Fungsi terakhir memberikan perlindungan masyarakat dari barang yang di batasi serta dapat mengakibatkan gangguan kesehatan, keamanan dan moralitas,” ujarnya.

Daerah wilayah kerja pengawasan Bea Cukai Kediri meliputi Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk serta Kabupaten Jombang. Di Kabupaten Jombang sendiri terdapat 6 perusahaan rokok, 6 kawasan berikat serta 1 pabrik alcohol.

Semangat peserta sosialisssi tentang cukai rokok ilegal.

Peraturan perundang-undangan cukai berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 tahun 1995 tentang cukai yang diperbarui dengan Undang-Undang Nomer 39 tahun 2007.

Saiful Arifin membeberkan, cukai adalah pungutan negara yang dikenakan terhadap barang-barang tertentu yang mempunyai sifat atau karakteristik yang ditetapkan dalam undang-undang yaitu konsumsinya perlu dikendalikan, peredarannya perlu diawasi, pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan serta pemakaiannya perlu di bebankan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan.

Fungsi pita cukai untuk bukti pelunasan pembayaran cukai serta sebagai alat pengawasan. Ciri-ciri pita cukai asli adalah ada jenis rokok, ada jumlah rokok dalam satu bungkus, terdapat tarif cukai, terdapat gambar burung garuda serta ada tahun anggarannya.

“Definisi rokok ilegal adalah rokok yang diproduksi dan diedarkan tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, tidak sesuai yang dimaksud berupa ijin produksinya (tidak memiliki NPPBKC) maupun tata cara peredarannya (terkait ketentuan pita cukai) seperti pita cukai bekas,pita cukai tidak sesuai peruntukannya, pita cukai palsu serta tanpa pita cukai,” ungkapnya.

Di tempat sama Fungsional Pranata Humas Wahyudi Sudarsono juga menyampaikan, atas nama Dinas Kominfo Kabupaten Jombang mengucapkan terima kasih kepada Pemerintahan Desa Mojokrapak atas fasilitas tempat dan peserta sosialisasi cukai.

Kegiatan sosialisasi ini untuk memberitahukan kepada bapak dan ibu terkait apa itu cukai serta bagaimana ciri-ciri rokok ilegal yang disampaikan oleh petugas dari Bea Cukai Kediri. Harapannya peserta yang menghadiri sosialisasi bisa memberitahukan kepada masyarakat lainnya terkait peredaran rokok ilegal, kegiatan sosialisasi ini merupakan suatu bentuk pembinaan agar kebocoran pendapatan negara dapat diminimalisir, katanya. (*dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here