UNWAHA Bebaskan Mahasiswa Berkreasi, Berinovasi untuk Mengembangan Diri

0
136
Dr. H. Anton Muhibuddin, MP., Rektor UNWAHA (tengah) didampingi Pengurus Yayasan.

UNWAHA Bebaskan Mahasiswa Berkreasi, Berinovasi untuk Mengembangan Diri

Jombang, layang.co – Dinamisasi Universitas KH A Hasbullah (UNWAHA), Tambakberas, Jombang  yang kian terus berkembang berpedoman pada Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Sistem Pendidikan Nasional.

Karenanya, sehingga UNWAHA wajib menyelenggarakan pendidikan formal, non formal dan informal. Tujuan untuk bisa mencetak sumber daya manusia (SDM) yang terbaik. Bukan hanya pada mahasiswa melainkan juga berlaku pada seluruh civitas akademika UNWAHA.

Hal ini disampaikan Dr. H. Anton Muhibuddin, MP.,  Rektor UNWAHA ketika diwawancarai, Minggu (13/3/2022) di ruang kerjanya terkait pengelolaan kampus.

Seluruh civitas akademika Kampus UNWAHA, lanjut Rektor,  diperkuat adanya dasar hukum Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. UNWAHA wajib menyelenggarakan pendidikan formal, non formal, dan informa yang dapat saling melengkapi dan memperkaya pengajaran, penelitian, dan pengabdian.

Capaian Kampus UNWAHA berpedoman pada Tri Darma perguruan tinggi. Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah tujuan yang harus dicapai oleh kampus UNWAHA yang tidak hanya berlaku untuk mahasiswa, namun dosen dan bagian di Kampus UNWAHA  harus bekerja sama untuk melaksanakannya.

“Tujuannya,  untuk bisa mencetak sumber daya manusia (SDM) yang terbaik. Mahasiswa UNWAHA tidak hanya fokus pada nilai akademik saja, namun juga pengembangan dan pengabdian yang akan mendorong kreativitas, disiplin, mandiri dan berinovasi,” terangnya.

Tidak hanya itu, tambah Rektor Anton, mahasiswa di Kampus UNWAHA dibebaskan untuk berkreasi dan berinovasi dalam mengkaji, mengembangkan, dan menerapkan ilmu dan teknologi yang telah dipelajarinya diperkuliahan, dengan mengimplementasikan pada program PKM yang dibentuk oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

PKM memiliki lima sub program, yaitu PKM-Penelitian (PKMP), PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) dan PKM-Penulisan Artikel Ilmiah (PKM-I).

“Finalis dari masing-masing PKM akan dilombakan dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS),” tandasnya.

Penyusunan proposal PKM cenderung menjadi aktivitas mahasiswa di awal tahun ajaran karena tenggat waktu pengumpulan proposal ke Dikti biasanya ditetapkan pada semester ganjil, ungkap Rektor.

Untuk mengikuti program PKM yang di bentuk oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, mahasiswa akan mengikuti program sesuai dengan ketentuan ketentuan yang telah ditetapkan.

Di program PKM ini memang mahasiswa di haruskan untuk menyusun dan membuat proposal. Mahasiswa yang mengajukan PKM akan tetap dapat bimbingan dari dosen, pungkasnya. (*/dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here