Manfaatkan Layanan Instalasi Patologi Anatomi di RSUD Jombang

0
151
dr Agung Dwi Suprayitno, Sp.PA (kanan) saat dialog Humas RSUD Menyapa yang dipandu Gionita Prayoga (kiri).

Manfaatkan Layanan Instalasi Patologi Anatomi di RSUD Jombang

INSTALASI Patologi Anatomi RSUD Jombang melayani pemeriksaan fnab, histopatologi, imunohistokimia. Untuk sitologi, salah satunya fnab, papmear. Fnab untuk deteksi  awal Jenis Benjolan yang tidak normal, untuk antisipasi dalam upaya Pengobatan dan tindakan yang tepat di Jombang. 

Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran, MKP melalui Dokter Spesialis Instalasi Patologi Anatomi RSUD Jombang, dr Agung Dwi Suprayitno, Sp.PA menyampaikan agar kita mengenali benjolan-benjolan yang tumbuh pada bagian tubuh diri kita. Dengan mengetahui kondisi dimaksud akan memudahkan pengobatan atas jenis benjolan itu.

Menurut dokter Agung Dwi Suprayitno, setiap benjolan yang tidak normal bisa jinak, ganas atau suatu keradangan. Dengan mengetahui jenis-jenis benjolan tersebut bisa menentukan langkah  pengobatan selanjutnya.

Hal tersebut diutarakan dokter Instalasi Patologi Anatomi saat dialog Humas RSUD menyapa yang dipandu Gianita Prayoga dengan tema: “Pemeriksaan Laboratorium Patologi Anatomi di RSUD Jombang”.

Disampaikan oleh dokter Agung, ada dua jenis patologi. Yakni Patologi klinik dan Patologi Anatomi. Mekanisme pemeriksaan berbeda. Patologi klinik mengambil sampelnya dari darah pasien, sedangkan patologi anatomi mengambil sampel dari jaringan sel pada benjolan pasien yang seharusnya tidak di situ tempatnya.

“Ada benjolan yang normal dan ada yang tidak normal. Benjolan itu bisa terjadi di seluruh tubuh misalnya jaringan otot atau ditulang,” jelas dokter kelahiran Madiun yang tugas di RSUD sejak 2020 alu ini.

Untuk menganilisa jenis benjolan-benjolan itu, butuh waktu yang berbeda-beda.  Pemeriksaan Patologi Anatomi ada tiga jenis pemeriksaan patologi anatomi yaitu Sitologi,  Histopatologi dan Imunohistokimia.

Untuk pemeriksaan Sitologi sedikitnya butuh waktu satu jam. Jenis pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan awal, sebagai skrining, sebelum dilakukan tindakan atau pengobatan.

Caranya, menggunakan jarum halus, dengan menusukkan jarum pada bagian benjolan yang tidak norma, kemudian melakukan pewarnaan kemudian Sampel dilakukan pemeriksaan di mikroskop. Untuk mendapatkan hasil butuh waktu satu jam. Setelah mengetahui jenis benjolan baru bisa menentukan langkah penanganannya.

Hal serupa biasa dilakukan dalam analisa Patologi Anatomi untuk pemeriksaan Papsmear, untuk deteksi dini adanya kanker serviks. Pemeriksaan  ini sampel dilakukan di bagian kandungan, kemudian dilakukan pewarnaan di lab patologi anatomi, kemudian diperiksa di mikroskop. Waktu yang dibutuhkan sekitar setengah jam.

Berikutnya, pemeriksaan histopatologi merupakan pemeriksaan yang dilakukan dari bahan operasi. Dari sampel kita lakukan proses untuk menjadi suatu bahan pemeriksaan di slide, agar bisa dibaca atau dianalisa di mikroskop. Pemeriksaan histopatologi ini butuh waktu sekitar 7 hari.

“Relatif agak lama karena bahan dari hasil operasi, kita proses. Kita matangkan dulu menggunakan  formalin buffer Apabila sudah matang, kemudian diproses lebih lanjut. Misalnya, kita potong-potong , dilakukan pewarnaan untuk menajamkan pemeriksaan,” tukas dokter spesialis anatomi alumnus Universitas Airlangga 2019 ini.

Sedangkan pemeriksaan Imunohistokimia suatu pemeriksaan yang dapat untuk mendiagnosis semua jenis kanker, menentukan jenis terapi, dan untuk prognosis. Jenis pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan yang baru di  RSUD Jombang.  Pemeriksaan imunohistokimia ini  banyak dilakukan pada kasus kanker payudara.

“Pemeriksaan imunohistokimia sering kami lakukan pada kasus kanker payudara, mengingat kasus kanker payudara tinggi di kab jombang. Pemeriksaan Imunohistokimia ini, sesungguhnya bisa dimanfaatkan untuk mengetahui semua jenis kanker,” jelasnya.

Analisa imonohistokimia, kata dokter Agung,  proses untuk pemeriksaan imunohistokimia ini lebih panjang dibanding  pemeriksaan histopatologi. Karena  dari bahan sampel, kita lakukan pemeriksaan lagi dengan peralatan khusus untuk  imunohistokimia

“Proses pemeriksaan sistem imonohistokimia butuh waktu 10 hari. Tetapi bisa jadi prosesnya lebih cepat dari estimasi waktu yang ditentukan,” ujarnya.

Tahapan pemeriksaan patologi anatomi untuk FNAB sebagai berikut. sebelum masuk ke tahap pemeriksaan di patologi anatomi, pasien  melakukan pemeriksaan ke Poli Bedah, Poli Penyakit Dalam, Poli Paru, Poli THT,  Poli kebidanan dan kandungan serta poli lainnya di RSUD Jombang.

Dari hasil pemeriksaan masing-masing unit layanan Poli tersebut, tim medis akan memberikan pengantar ke bidang Instalasi Patologi Anatomi. Untuk menentukan jenis benjolan, apakah suatu kanker ganas, kanker jinak atau benjolan karena peradangan.

“Jenis-jenis benjolan itu tentu berbeda cara penanganannya. Atas perbedaan ini membutuhkan perhatian lebih khusus sesuai dengan jenis benjolan,” tandasnya.

Untuk memperlancar pemeriksaan, pasien tidak harus puasa. Justru harus dalam kondisi prima, makan cukup, tidak dalam keadaan stres agar bisa mengikuti prosedur sesuai tahapan.

Dalam upaya memberikan pelayanan maksimal Instalasi Patologi Anatomi RSUD Jombang di dukung dua tenaga dokter spesialis yakni dr Agung Dwi Suprayitno, Sp.PA dan dr Tjondro Sasmoro, Sp.PA, buka setiap hari kerja mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB, dengan kondisi menyesuaikan keadaan pasien.

Pengalaman yang sudah dilakukan di Instalasi Patologi Anatomi RSUD Jombang, dari kasus infeksi paling sering kasus  TBC , Tumor jinak, yaitu lipoma, suatu tumor jinak dari jaringan lemak yang  mengganggu kesehatan. Tumor ganas, yaitu kanker payudara. Semua itu bisa diobati dengan terapi sesuai kondisi penyakit yang diderita pasien, pungkas dr Agung Dwi Suprayitno, Sp.PA. (dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here