Apabila Menjumpai Rokok Ilegal Laporkan ke Nomor HP 0813-3567-2009

0
81
Donny Sembada, Pemeriksa Bea Cukai Pertama Kantor Bea Cukai Wilayah Kerja (Wilker) Kediri menyampaikan materi sosialisasi.

Apabila Menjumpai Rokok Ilegal Laporkan ke Nomor HP 0813-3567-2009

Jombang, layang.co – Setiap warga masyarakat diminta mengenal, memahami  dan bisa membedakan tentang rokok yang benar dan rokok yang illegal. Apabila menjumpai rokok yang tidak ada bandrol, tidak terpasang cukai, tolong bantuannya untuk bersedia melapor ke nomor handphone: 0813-3567-2009.

Jenis rokok tanpa cukai, atau rokok yang peredarannya tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan, jelas illegal, maka bisa dilaporkan ke nomor HP tersebut diatas atau melalui, Facebook: Kantor Bea Cukai Kediri, Instagram:@beacukaikediri, Twiter:@beacukaikediri.

Demikian pesan Donny Sembada, yang memiliki jabatan Pemeriksa Bea Cukai Pertama Kantor Bea Cukai Wilayah Kerja (Wilker) Kediri. Hal tersebut disampaikan, Selasa (15/2/2022) saat Sosialisasi Ketentuan Peundangan-undangan di Bidang Cukai dihadapan warga Desa Gedangan, Kecamatan Mojowarno.

Sosialisasi terselenggara atas sinergitas Dinas Kominfo Kabupaten Jombang dengan Kantor Bea Cukai Kediri meliputi Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Jombang  itu, dibuka oleh Aries Yuswantono Kabid Humas dan Komunikasi Publik mewakili  Bambang Winarno Kepala Dinas Kominfo Kabupaten, diikiuti 50 orang warga terdiri dari ibu-ibu pemilik kios dan warga laki-laki penghisab rokok. Hadir mendampingi peserta Kepala Desa Sukarno dan Sekretaris Choirul.

Aries Yuswantono (tengah menghadap kamera) hadir membuka sosialisasi di Desa Gedangan, Mojowarno.

Aries Yuswantono menyampaikan, kegiatan sosialisasi  Perundang-undangan di bidang cukai perlu dilakukan karena manfaat dana cukai yang dihimpun oleh pemerintah, yang kemudian dikucurkan melalui dana pemerintah daerah, peruntukkannya dikembalikan lagi untuk kepentingan rakyat seperti  dana pembangunan fasilitas jalan raya, pembangunan rumah sakit, dan untuk pembanguan kesehatan lainnya.

“Kami harapkan, seluruh warga bisa mengikuti  acara hingga selesai dan memahami terhadap materi yang disampaikan nara sumber, selanjutnya, bisa meneruskan informasinya kepada anggota masyarakat lainnya, agar sasaran sosialisasi lebih bisa menjakau banyak masyarakat,” pinta Aries.

Donny Sembada menjelaskan, Rokok illegal adalah rokok yang diproduksi dan diedarkan tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Tidak sesuai yang dimaksud, bisa berupa izin produksinya (tidak memiliki  Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai/NPPBKC) maupun tata cara peredaran (terkait ketentuan pita cukainya).

Donny merincikan, rokok illegal pita palsu yakni tidak menggunakan pita cukai yyang diproduksi resmi oleh pemerintah sebagai pelunasan cukai. Pita cukai berbeda, salah peruntukan dan/atau salah personalisasi.

Pita Cukai Bekas, yaitu bungkus rokok menggunakan pita cukai bekas dengan cara menempelkan kembali pita cukai bekas dari bungkus rokok lain ke bungkus rokok baru. Rokok tanpa pita cukai (polos), bentuk pelanggarannya dimana produksen rokok tidak menempatkan pita cukai resmi pada bungkus rokok.

Jadi, kalau ibu pemilik kois mendapat pesan dari Sales rokok agar bersedia mengupas pita cukai dari bungkus rokok yang mau dijual, kemudian nanti akan ditebus dengan harga tertentu, tolong jangan menuruti, beranilah menolak. Jikalau menuruti, maka bisa kena sanksi hokum karena turut membantu melakukan pelanggaran, tutur Donny.

Dia juga mengingatkan kepada para penghisab rokok untuk tidak membeli rokok tanpa pita cukai, selain berisiko terhadap kesehatan, juga merugikan negara, karena jenis rokok polos melanggar ketentuan perundang-undangan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada para penghisap rokok, atas tindakan menghisap rokok. Aktifitas merokok memberikan kontribusi dalam penghimpunan dana bagi hasil cukai. Berarti secara tidak langsung turut membantu anggaran jalannya beragam pembangunan nasional,” ungkap Donny.

Kepala Desa Gedangan Sukarno mendampingi Donny menyerahkan bingkisan kepada seorang penanya.

Untuk itu, Donny berharap masyarakat tidak membeli rokok illegal. Karena rokok illegal menggerus penerimaan negara.

Berdasarkan hasil penindakan Bea Cukai Wilker Kediri tahun 2021 tingkat pelanggaran rokok illegal didominasi di Kabupaten Jombang. Barang yang terdata sebanyak 3.244.600 batang rokok tanpa pita cukai, perkiraan nilai Rp 3.289.622.400. potensi kerugian negara Rp. 2.148.961.650.

Kejadian serupa juga terjadi di Kabupaten Nganjuk dengan temuan 128.894 batang rokok tanpa pita cukai, perkiraan nilai Rp. 153.838.560, potensi kerugian Rp. 28.278.356. Sedangkan kejadian di Kabupaten Kediri terjadi potensi kerugian negara 12.267.520, di Kota Kediri potensi kerugian negara atas rokok ilagal mencapai 17.267.529.

Sosialisasi juag dilakukan dialogis, antara peserta Sri Rahyu menanyakan berapa besar biaya pengurusan izin pendirian usaha pabrik rokok bagi masyarakat. Selain itu, peserta Arif menanyakan, apakah penghisab rokok polos, tanpa cukai bisa dikenakan sanksi, mengingat dirinya pernah membeli dan mengkonsumsi rokok polos, harga lebih murah.

Donny menjelaskan, biaya pengurusan mendirikan usaha rokok ada ketentuan, tanpa biaya, tetapi prosedural dan ketentuan seperti area pabrik minimal 200 meter per segi dan izin-izin administrasi lainnya harus sudah dipenuhi.

“Sanksi bagi konsumen, penghisab rokok illegal tidak ada sanksi, akan tetapi jelas tindakan itu, tidak membantu pemerintah dalam menghimpan dana hasil bagi cukai, selain merugikan kesehatan konsumen karena kualitas rokok belum teruji kandungan nikotinnya,” pungkas Donny. (dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here