Ini Paparan Bupati pada Ranwal-RKPD Kabupaten Jombang Tahun 2023

0
187
Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab menandatangi berita acara Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Ranwal-RKPD) Kabupaten Jombang tahun 2023. Disaksikan Forum – Konsultasi Publik yang hadir di ruang rapat Bung Tomo Pemkab Jombang, Selasa (18/1/2022).

Ini Paparan Bupati pada Ranwal-RKPD Kabupaten Jombang Tahun 2023

Jombang, layang.co – Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Ranwal-RKPD) Kabupaten Jombang tahun 2023 telah di mulai pada Selasa (18/1/2022) pagi, bertempat di gedung Bung Tomo Kantor Pemkab Jombang.

Kegiatan yang disiarkan langsung di YouTube Channel Jombangkab TV ini dibuka oleh Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab dan dihadiri oleh Wakil Bupati Jombang Sumrambah, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur; Sekretaris Daerah beserta Staf Ahli, Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Camat dan Direktur BUMD di lingkup Pemerintah Kabupaten Jombang; Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang, para alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan masyarakat, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi, organisasi perempuan, stakeholder pembangunan, juga insan pers.

Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab dalam sambutannya menyampaikan paparan yang digunakan sebagai bahan telaah bersama. Diantaranya Ranwal-RKPD Kabupaten Jombang tahun 2023 disusun berpedoman pada Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2021 tentang Perubahan RPJMD yang mana tahun 2023 merupakan periode terakhir dari visi, misi dan program Bupati dan Wakil Bupati periode 2018-2023.

Arah kebijakan pada tahun 2023 tersebut menjadi acuan dasar dalam merancang program-program strategis pembangunan daerah untuk mencapai target dan sasaran pembangunan di tahun 2023.

Forum Konsultasi Publik Ranwal-RKPD Kabupaten Jombang Tahun 2023 merupakan amanat dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017, bahwa Rancangan Awal RKPD Kabupaten disusun berpedoman pada RPJMD Kabupaten, Ranwal RKPD Provinsi, RKP, Program Strategis Nasional dan Pedoman Penyusunan RKPD.

“Sebagaimana dilaporkan kepala Bappeda tadi, bahwa proses penyusunan RKPD harus melalui tahapan-tahapan dan tata waktu yang telah diatur secara detail. Insya Allah mulai tahapan persiapan penyusunan sampai dengan rancangan awal telah diikuti secara bersama,” kata Bupati.

Dalam prosesnya juga berkembang dinamika, mulai dari analisa data dan permasalahan, perhitungan proyeksi kemampuan anggaran, keselarasan tujuan dan sasaran daerah sampai dengan program prioritas penanganan, arah kebijakan serta strategi penanganan, sampai dengan sub kegiatan, tuturnya.

Bupati mengajak semua yang hadir dengan segala pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki, untuk mengintegrasikan, mendialogkan pikiran dan pandangan masing-masing, guna mempercepat langkah dan memacu kinerja pembangunan daerah kabupaten Jombang.

“Saya mengajak saudara semua untuk bekerja sekuat tenaga, berlari lebih cepat lagi di tahun 2023, berpikir cerdas, inovatif, kreatif, serta melakukan lompatan-lompatan agar target-target pembangunan di tahun 2023 dapat tercapai,” ajak Bupati.

Tahun 2023. Lanjut Bupati, merupakan akhir dari Periodesasi Perubahan RPJMD tahun 2018-2023, dimana tantangan dan hambatan pembangunan untuk pencapaian target-target dan sasaran pembangunan menjadi semakin berat. Namun, dengan kerja sama yang baik, serta keinginan dan kemauan untuk berubah menjadi lebih baik, kita bisa jadikan tantangan dan hambatan menjadi peluang keberhasilan di masa mendatang”, paparnya.

Oleh karena itu, dalam penyusunan RKPD Tahun Anggaran 2023, Bupati berharap kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah beserta jajarannya agar memperhatikan target kinerja, sasaran pembangunan serta program, kegiatan dan sub kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2023, sehingga mampu untuk menjawab permasalahan pembangunan, khususnya bagi perangkat daerah yang diamanahkan untuk mengawal Program Jombang Berkadang, program prioritas Kecamatan dan program strategis di bidang Pendidikan, Kesehatan, Sarana dan Prasarana Wilayah atau Permukiman serta pertanian dalam arti luas, tutur Bupati.

Seperti kita ketahui bersama program Jombang Berkadang merupakan salah satu program unggulan daerah dengan memberikan anggaran 200 juta per Desa dalam bentuk bantuan keuangan khusus kepada desa.

Yang difokuskan untuk penanganan pemberdayaan ekonomi, penanggulangan kemiskinan dan sanitasi, pelestarian budaya, pengembangan pendidikan usia dini, meningkatkan derajat kesehatan, meningkatkan sarana prasarana ibadah dan meningkatkan layanan publik melalui digitalisasi layanan sampai tingkat desa.

“Kami berharap melalui program-program unggulan tersebut, peningkatan perekonomian dan kesejahteraan rakyat guna mempercepat pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi covid-19 bisa lebih berdampak langsung pada masyarakat.

Koordinasi Perencanaan Program selama ini sudah menunjukkan perkembangan yang lebih baik, di mana Pemerintah Daerah berupaya memfasilitasi harapan dan kebutuhan masyarakat melalui program-program pembangunan, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan tetap mengedepankan koridor utama perencanaan daerah.

Yaitu hasil evaluasi pelaksanaan RPJMD mulai tahun 2019 sampai tahun 2021 dan perencanaan berjalan tahun 2022, serta RPJPD Kabupaten Jombang tahun 2005-2025 dengan memperhatikan arah kebijakan, program prioritas dan sasaran pembangunan nasional, maka tema Pembangunan Kabupaten Jombang Tahun 2023 adalah

“Percepatan Pemulihan Ekonomi dengan Akselerasi Pertumbuhan Sektor Unggulan Melalui Peningkatan Kualitas Produk dan Daya Saing” ungkapnya.

“Selaras dengan tema tersebut, Bupati berharap program, kegiatan dan sub kegiatan serta target sasaran yang disusun dapat mendukung pencapaian target dan sasaran pembangunan dalam perubahan RPJMD Kabupaten Jombang tahun 2019-2023 khususnya di tahun 2023.

Beberapa kondisi yang perlu menjadi fokus penanganan, antara lain: Antisipasi banjir tahunan; percepatan pemulihan ekonomi dampak pandemi covid-19; pencegahan wabah DBD dan difteri; percepatan penanganan infrastruktur daerah terutama menuju pusat ekonomi dan pengembangan kawasan industri untuk mendukung pembangunan ke kawasan produksi rakyat, kawasan industri kecil, kawasan pariwisata dan kawasan pertanian serta perkebunan.

Selain itu meliuti pengembangan produk unggulan daerah; percepatan penanggulangan kemiskinan dan pemerataan akses pelayanan dasar; peningkatan layanan publik dengan digitalisasi layanan sampai tingkat desa; peningkatan daya saing usaha mikro dan IKM; peningkatan produksi atau produktivitas pertanian, peternakan dan perikanan; membangun lingkungan yang berkelanjutan dan ketahanan bencana; peningkatan ketentraman dan ketertiban terhadap isu potensi konflik di masyarakat,” urai Bupati Mundjidah Wahab.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak lepas dari keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawasi dan berpartisipasi dalam proses pembangunan.

Begitu juga dengan seluruh stakeholders yang selama ini telah ikut berperan dalam mensukseskan Pembangunan Daerah melalui program CSR kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas partisipasinya dalam mewujudkan pembangunan yang lebih baik ke depan.

Namun, kami juga mengajak untuk tidak henti-hentinya bersama-sama membangun Kabupaten Jombang yang kita cintai ini menuju masyarakat yang sejahtera, berkarakter dan berdaya saing, tambahnya.

“Besar harapan saya bahwa keberhasilan dan kemajuan yang sudah kita raih selama ini tidak menjadikan kita berpuas diri, akan tetapi hal itu menjadi motivasi bagi kita semua untuk melaksanakan proses perencanaan pembangunan yang sinergis dan partisipatif guna mewujudkan perencanaan yang lebih baik di masa mendatang. Bappeda agar bisa mengawal pencapaian target-target dalam RPJMD Kabupaten Jombang,” pungkas Bupati Mundjidah Wahab. (dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here