Duuuh…. Asyiiiiknya…..! Senam di Pusat Oleh-oleh Pasar Ngrawan Tembelang

0
166
Komunitas Pesenam warga Tembelang saat mengikuti senam ,di Pasar Pusat Oleh-Oleh Ngrawan, Desa Santren, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang.

Duuuh…. Asyiiiiknya…..! Senam di Pusat Oleh-oleh Pasar Ngrawan Tembelang

BEGITULAH, kesan yang tampak dari kegiatan senam aerobik, senam jogetan, dan senam body lightweight  yang dipandu  instruktur senam dari anggota PERWOSI (Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia) Kabupaten Jombang, Minggu (12/12/2021).

Senam bersama ratusan ibu-ibu, gadis-gadis dan komunitas olahragawan warga yang berdomisili di sekitar pasar, Pusat Oleh-oleh yang terletak di Dusun Ngrawan, Desa Santren, Kecamatang Tembelang, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur nampak meriah. Gerak lincah seirama dengan gemulai gerak body instruktur, tampak  semangat.

Keasyiiiiikan itu, terekspresi dari lontaran sorak cerewet instruktur, mana suaranya….., dibalas yel-yel, diikuti genit lincah ibu-ibu peserta. Kompak berkeringat sekitar  1,5 jam, mulai pukul 06.30WIB. Empat orang instruktur yang terdiri dari  Tata (leader), Renita, Masita, dan Rowi telaten, bergairah memandu hingga tuntas.

Tapi ada kata SayaaaanG…! Suasana itu, tidak seirama dengan rasa hati para pedagang. Sejumlah pedagang sesekali  melirik peserta senam, sembari menata jajanan pada lapak yang di tempati. Setelahnya merapat, berbincang dan mungkin berdiskusi sesuatu tentang semalam….

Sikap dingin para pedagang,  tersirat. Sambil berbincang dengan teman pedagang sebelah, mereka berharap usai senam peserta singgah, melihat-lihat atau basa-basi bertanya atau apalah, seyogyanya sebagaimana biasa di pasar, ada penawaran, ada pembelian (transaksi).

Namun tidak. Usai mengikuti senam, ibu-ibu langsung bubar, pulang, meninggalkan halaman pasar. “Senam serupa ini tidak memberi efek bagi kami. Tapi, kalau ada acara anak-anak TK (Taman Kanak-Kanak) di tempat ini, anak-anak maupun ibunya, beli berbagai ragam dagangan kami,” tukas Rasti, diiayakan rekan sebelahnya, sambil berbisik inisiatif.

Ketika ada acara kunjungan pejabat, seperti saat pembukaan, atau kehadiran anak TK, para pedagang bisa mendapat pemasukan sekitar Rp 200.000. Tetapi selepas acara, suasana seperti hari-hari biasa, tidak ada calon pembeli yang singgah. “Jangankan lihat barang kami, turun dari kendaraan aja tidak,” imbuh Rasti.

Disampaikan Rasti, pada awalnya, banyak pedagang, dari berbagai unsur, perorangan, Bumdes, atau kelompok usaha lainnya yang membuka lapak. Sebagaimana Banner yang masih terpasang di masing-masing lapak. Namun seiring berjalannya waktu, pedagang tidak lagi datang. Alasan mereka, pasar sepi . Barang dagangan kemasan/paket menjadi rusak karena bongkar pasang ditata, dan diringkesin untuk dibawa pulang.

“Kami yang bertahan ini, mencoba, barangkali ada perubahan. Sambil menawarkan dagangan via online. Alhamdulillah dari teman ke teman atau melalui orang yang pernah beli, sedikit bisa laku. Tapi, akhirnya sepi juga,” papar  Rasti, pedagang asal Desa Pulorejo, yang menjual bantal, guling berbahan dakron.

Menurut Kepala Dinas Kepemudaan,Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Jombang Drs Bambang Nurwijanto, M.Si  sebagaimana disampaikan Kabid Olahraga Bambang Tedjoatmoko, S.Sos., M.Si sedianya, kegiatan variasi  hiburan menyehatkan, senam oleh PERWOSI atas inisiator kolaborasi (Disporapar) dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang, bertujuan  “memakmurkan” Pasar Pusat Oleh-Oleh yang diresmikan oleh Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab, pada 22 Oktober lalu.

Menurut penggagas, pemanfaatan lokasi tersebut sebagai Pasar Pusat Oleh-oleh sudah tepat. Namun kenyataan belum seperti harapan. Ada beberapa problem yang butuh solusi.

Pelintas di ruas jalan Raya Tembelang-Ploso, terkadang bablaaas, lewat. Hal ini, karena sebelum mendekati lokasi pasar tidak didukung rambu-rambu petunjuk, yang mengatakan pada jarak sekian meter ada pasar pusat oleh-oleh khas pruduk Jombang, suatu misal.

Pengamatan awak media ini, penampilan bagian depan, adanya pepohonan di tepi jalan pas depan lokasi  pasar menghalangi pandangan. Bahkan identitas gapura “Pusat Oleh-Oleh” kurang bisa terbaca. Kalaupun pelintas sempat baca, kendaraan sudah mau melewati lokasi pasar, karena ruas  jalan raya itu merupakan jalur cepat.

Totok, petugas pasar dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian, menguraikan, dari sisi keamanan dan kenyamanan relatife terjaga baik. Halaman cukup memadai, beragam barang dagangan yang disajikan cukup variasi, banyak pilihan, jikalau pengguna lapak datang dengan barang dagangnnya, bisa ramai.

Secara konstruktual fisik fasilitas pasar masih perlu dilengkapi. Diantaranya, pada lapak, belum ada tempat penyimpan barang yang aman, akibatnya setiap pagi-sore barang dagangan harus dikemas,  dibawa pulang, risikonya barang rusak sebelum laku.

Pemandangan wajah bagian depan kurang dag. Penampakkan belum mengungkapkan lokasi ini sebagai pasar. Kadang ada pengunjung hanya memutar kendaraan di halaman parkir, setelah memperhatikan beberapa saat suasana , dan mungkin menu barang yang dipajang tidak cocok, papar Totok yang setiap hari bertanggungjawab kebersihan dan keamanan lingkungan pasar.

Total lapak yang tersedia 210 bidang, termasuk kios yang berada di samping kiri-kanan. Suasana pagi, lapak sayur mayur kebutuhan masak sehari-hari, dan warung dengan menu nasi pencel, kopi dan seretetan menu kelengkapannya tidak ada pengunjung datang. Barang dagangan dikerumini keluarga dan personil sama-sama pedagang.  Hari itu, mungkin hari kurang beruntung.

Rasti dan kawan-kawan pedagang berharap, pihak terkait, pemerintah, penggagas dan inisiator, untuk membantu suasana pasar menjadi ramai. Ramai pembeli, ramai hiburan, sehingga ramai rezeki, agar capaian yang diharapkan, memakmurkan pasar pusat oleh-oleh bisa tercapai.

“Mungkin perlu mendatangkan hiburan seperti adanya pasar malam, dremulun dan sejenisnya. Selain itu, lokasi ini bisa dijadikan lokasi lomba mewarnai, menggambar bagi anak-anak TK, karena dibagian belakang masih longgar. Mungkin dengan begitu, kesejahteraan bisa kami rasakan,” harapnya. (dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here