Bupat Beri Hadiah Pemenang Lomba Landmark Identitas Jombang

0
168
Pemenang dan Peserta Lomba berfoto bersama Bupati Jombang Hj Munjidah Wahab di ruang rapat Bung Tomo, Pemkab Jombang, Selasa (7/12/2021).

Bupat Beri Hadiah Pemenang Lomba Landmark Identitas Jombang

Jombang, layang.co – Sebanyak 28 peserta baik kelompok maupun perorangan dari berbagai kota telah ikut serta dalam kegiatan lomba Landmark Jombang tahun 2021.

Penyerahan hadiah pemenang lombaLlandmark dilaksanakan di Ruang Rapat Bung Tomo Pemkab Jombang pada, Selasa 7/12/2021 oleh Bupati Jombang, dengan di ikuti Ketua Bappeda, Inspektur, Staf Ahli, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang, Dewan Juri, Perangkat Daerah, dan seluruh peserta lomba.

Kepala Bappeda Kabupaten Jombang, drg Budi Nugroho menyatakan, kegiatan lomba diadakan guna menumbuhkan identitas baru untuk wilayah Kabupaten Jombang agar kedepannya dapat lebih baik dan menumbuhkan indentitas asli Jombang yang kuat serta melestarikan nilai karakteristik lokal yang menarik.

“Kedepannya akan dibangun di wilayah yang memungkin dan strategis seperti di perbatasan wilayah Jombang, ataupun pintu masuk Kabupaten Jombang,” katanya.

Selain itu, juga untuk dapat menumbuhkan nilai kreativitas dan inovasi diri masyarakat agar bisa tersalurkan dan terwadahi dengan baik, imbuhnya.

Dengan mengusung tema, “Design Karakteristik Lokal Yang Menjadikan Jombang Sebagai Kota Santri dan Seni Buday “.

Pelaksanaan kegiatan lomba telah dilakukan kurang lebih 2 bulan lamanya dengan serangkaian acara seperti, launching, pendaftaran, penjelasan teknis lomba yang dilakukan secara online maupun offline dengan 2 tahap penjurian yakni melihat dan memilih design yang baik sehingga tersisa 10 nominasi, tahap ke-dua mengambil 5 dari 10 nominasi pemenang dengan mempresentasikan karyanya.

Penilaian lomba melibatkan berbagai macam unsur diantaranya, Unsur Arsitektur Indonesia, Unsur Akademisi, Unsur Sejarah, dan Unsur Budaya untuk mendukung visi,  bersama membangun Jombang yang berkarakter dan berdaya saing.

Pemenang lomba Landmark tidak hanya mendapatkan pengalaman namun juga penghargaan dengan sertifikat dan uang pembinaan.

Juara 5 dengan skor nilai 81,72 dan uang pembinaan sebesar 2 juta rupiah. Juara 4 dengan skor nilai 82,23 dan uang pembinaan sebesar  3 juta rupiah. Juara 3 dengan skor nilai 83, 34 dan uang pembinaan sebesar 5 juta rupiah dengan tema selendang besut.Juara 2 dengan skor nilai 83,56 dan uang pembinaan 15 juta rupiah dengan tema tetenger Jombang. Juara 1 dengan skor  nilai 88,21 dan uang pembinaan 20 juta rupiah dengan tema gapura bumi santri.

Disampaikan oleh Bupati Jombang, sebagai bentuk rasa syukur untuk menjaga budaya karakteristik lokal adalah dengan mendirikan  tetenger atau tanda yang unik dan menarik supaya menjadi pesan mendalam bagi siapa saja yang melintasi jalan masuk ataupun keluar wilayah kota Jombang, sehingga benar menjadi jati diri kota Jombang serta menjadi kebanggaan masyarakat Jombang, tuturnya.

Kabupaten Jombang memiliki banyak keunggulan bidang pendidikan keagamaan yang terdata dengan jumlah 150 pesantren dengan santri 3055 dan ustadz ustadzah dengan 2035, selain itu Jombang juga dikenal dengan kota seni dan budaya mulai dari ludruk, tari Remo dan lain-lain, paparnya.

Bupati Jombang juga sampaikan apresiasi dan terimakasih kepada pemerintah kabupaten Jombang, kepala Bappeda dan seluruh panitia yang telah bekerja, berusaha dan bekerjasama demi terselenggaranya kegiatan ini, juga pada para peserta karena telah antusias dalam perlombaan.

“Dengan adanya kegiatan landmark ini maka Insya Allah tahun 2022 akhir sudah bisa kami wujudkan bersama,” kata Bupati.

Persiapan lomba yang kami lakukan yakni  mempersiapkan lokasi atau survei lokasi, dilanjutkan pembuatan layout dan aspek design agar lebih tampak karakteristik segi dari islami, unsur budaya dll, ucap Mochamad Saiful, pemenang lomba landmark.

Tema simple modern dengan nama design “Gapura Bumi Santri”,  diharapkan bisa membawa dan mencerminkan diri kota Jombang.

Disamping itu karena  Jombang lebih identik dan kental dengan kental kata santri. Kami juga mengambil kata Bumi, yang berarti mewaliki seluruh wilayah.

Kedepannya semoga pembangunan bisa lebih klimaks, lebih indah dan menarik dari segi penataan dan arsitekturnya, harap Saiful K. (ra/dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here