BPBD dan Relawan Siaga Tangani Bencana

0
135

BPBD dan Relawan Siaga Tangani Bencana

Jombang, layang.co – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang Drs H Abdul Wahab  menyatakan, bersama sejumlah relawan pihaknya siap siaga tangani bencana, terutama  suasana musim hujan.

Terkait penanganan dan penananggulangan bencana banjir,  BPBD telah memiliki jaringan untuk pengkondisian dan pengendalian dengan berbagai relawan yang tersebar di wilayah Kabupaten Jombang, sehingga sekecil apapun kejadian selalau terpantau.

“Anggota dan relawan hanya bertindak sesuai dengan arahan dan komando,” ujarnya.

Dalam hubungannya dengan jaringan pemerintahan bekerjasama langsung dengan Kasi Trantip kecamatan yang merupakan agen jaringan dan pusat pengendalian komunikasi dari BPBD Jombang.

Tidak banyak jumlah relawan yang di Jombang, tetapi mereka memiliki jaringan luas, seperti RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) yang bergerak dikomunikasi radio, ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia), Senkom (Sentra Komunikasi) yang juga menjadi mitranya Polri.

BAGANA (Barisan Ansor Tanggap Bencana), dengan anggota sekitar 750 orang tersebar disetiap kecamatan, ungkapnya.

Dibandingkan wilayah lain seperti Mojokerto, Nganjuk, Kediri, Kabupaten Jombang menempati posisi cukup aman, karena bencana sifatnya tidak bersamaan tetapi bergelombang, tambahnya.

Ketika terjadinya banjir, langkah BPBD, menyiapkan dan mendirikan dapur umum. Selain itu, bekerjasama dan menjalin hubungan dengan Dinas Sosial sehingga dapur umum bisa diaktifkan sewaktu-waktu. Disamping itu, juga disiapkan dapur umum mandiri bagi desa-desa yang rawan terjadi bencana seperti Ngoro, Gudo, Perak dan Bandarkedungmulyo.

“Kami menyiasati pembinaan di beberapa desa agar menjadi desa tangguh bencana. Artinya, secara kebencanaan mereka rawan, tapi secara edukasi kader-kader menjadi tangguh untuk menghadapi bencana yang datang seketika,” katanya.

Pembinaan tersebut  dimulai dengan pembentukan kader desa, pembentukan forum komunikasi desa sampai pada pembentukan kelompok kader pembina untuk tiap dusun dan terakhir pembekalan simulasi evakuasi.

“Nantinya ada 3 titik pembagian jalur, yaitu jalur evakuasi, titik kumpul, dan titik pengungsian,” tandasnya.

Menurutnya, relawan harus multi fungsi, pertama sebagai agen, ketika terjadi bencana bisa langsung meninjau lokasi bencana dan  menginformasikan kepada sesama relawan peduli bencana. Kedua, melakukan evakuasi pada lansia  dan  penyandang disabilitas agar mereka terhindar dari pusaran bencana banjir yang mungkin menggenangi rumah tempat tinggal mereka.

“Menyesuaikan kondisi, BPBD me-mobilisasikan  pasukan untuk melatih under wateresking (penyelamatan dibawah air),” tukasnya.

Hal ini bertujuan penyelamatan pada orang tenggelam, orang mencebur ke sungai atau kemungkinan juga di laut. Akan tetapi, tidak semua relawan harus melakukannya karena relawan juga terbagi dan berfungsi sebagaimana tugasnya, seperti menjalin kemitraan terhadap BPBD dan funsional atau multifungsi.

“Bagi relawan hierarki, maka pengambilan keputusan dan penanganan bertindak sesuai dengan komando BPBD,” terangnya.

Secara demikian, perlu dilakukan pendalam kemampuan di gunung, sungai bahkan laut, juga tidak membatasi kemungkinan untuk menolong ketika terjadi kecelakaan beruntun sehingga diperlukan penanganan pada korban terjepit.

 

Dalam suasana musim hujan BPBD kerap kali menangani pembersihan dan perapian pohon tumbang, walaupun secara kewenangan memang telah terbagi menjadi beberapa wilayah.  Wilayah pemerintah Jawa Timur  penanganan oleh (badan balai besar wilayah jalan dan jembatan), wilayah sungai oleh (badan besar wilayah sungai), begitu juga jalan dibawah kendali kewenangan provinsi, kabupaten hingga wilayah kewenangan kecamatan dan desa.

Sehingga semua terbagi sesuai dengan wilayah dan kewenangan,  akan tetapi,  hal ini menyangkut dengan kenyamanan pengguna jalan maka BPBD langsung terjun untuk melakukan pembersihan tanpa harus menunggu dilakukannya pembersihan atau penanganan dari pihak terkait, tuturnya. (ra/dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here