Bupati Ajak Cegah Kekerasan Anak di Sekolah

0
173
Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab, menyaksikan penampilan anak-anak Difabe memperagakan keahliannya di Pendopo Kabupaten.

Bupati Ajak Cegah Kekerasan Anak di Sekolah

Jombang, layang.co  – Bupati Jombang Hj Mundjidaj Wahab mengajak seluruh jajaran lingkup pendidikan dan lingkungan tempat tinggal untuk menghindari tindak kekerasan terhadap perempuann dan anak, terutama anak yatim-piatu karena Covid-19.

Bertempat di Pendopo Kabupaten Jombang, Senin (29/11/2021) pagi acara diawali menyaksikan penampilan anak-anak Difabel berbakat bermain musik, menyanyi, memperagakan pantomime.

Bupati mengapresiasi positif anak-anak luar biasa (disabilitas) yang memiliki potensi dan bakat luar biasa. Bupati meminta DPPKB-PPPA menyediakan  wadah untuk anak anak Difabel guna menyalurkan bakat dan potensinya.

Hadir Kepala Dinas PPKB dan PPPA Kabupaten Jombang, para narasumber dari Dinas Sosial, Psikolog, dan penerjemah bahasa isyarat serta bapak / ibu guru yang mendampingi anak anak penyandang difabel dari Sekolah Luar Biasa se-Kabupaten Jombang, juga anak yatim,piatu/yatim piatu dampak dari orangtuanya terkena Covid-19.

Disampaikan Bupati, anak merupakan investasi bagi masa depan kemajuan bangsa. Berdasarkan data kependudukan, 30% penduduk Kabupaten Jombang adalah anak usia 0-18 tahun, untuk itu mereka perlu mendapatkan hak tumbuh dan berkembang, dan mendapat perlindungan.

Bupati perempuan pertama di Kabupaten Jombang ini  mengaku prihatin, sebab di kota Santri, Kabupaten Jombang Yang Layak Anak ini masih saja ada bentuk kekerasan terhadap anak, baik kekerasan emosional juga kekerasan fisik seperti mendisiplinkan anak dengan melakukan kekerasan, bahkan juga ada kekerasan seksual.

Menurutnya, permasalahan perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan adalah merupakan tanggung jawab, baik dari lingkungan terdekat hingga pemerintahan dan penegak hukum.

Oleh karena itu, sebagai wujud pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak membutuhkan kerjasama dari berbagai kalangan. Perlu adanya kesadaran yang tinggi dalam mewujudkan kesejahteraan dan perlindungan perempuan dan anak.

Selain itu diperlukan langkah-langkah yang konkrit, terkoordinasi, terencana, menyeluruh dan berkelanjutan karena isu-isu perlindungan perempuan merupakan isu lintas program, tuturnya.

Untuk mencegah tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, kata Bupati, tindak pidana perdagangan orang perlu adanya komitmen bersama, kepekaan akan isu, dan bekerja sama.

“Anak- anakku yang saya banggakan, kalian mempunyai hak yang sama, saya berharap untuk selalu semangat belajar kejar cita-cita setinggi mungkin, jadilah anak yang sholeh dan sholehah yang dibanggakan orang tua, guru dan kita semua”, tuturnya.

Kami mengharap para garda depan, termasuk lingkungan sekolah sama-sama mengawal agar anak-anak ini tercegah dari kekerasan. Sebagai wujud tindak lanjut, diharapkan agar peserta sosialisasi ini nantinya dapat meneruskan dan menyampaikan kepada lingkungan terdekat dan masyarakat, untuk mencegah tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, pinta Bupati.

Satgas PPA Prov-Jatim Ibu Riza Wahyuni, S.Psi., M.Si menyampaikan materi terkait dampak Psikologis dan Tindak Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. Kabid. Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Jombang, EKo Sulistyono, SH, M.Si, Pelayanan Bagi Difabel Sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan, sebagaimana diinformasikan Humas Dinas Kominfo Kabupaten Jombang. (dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here