Disporapar Latih Guru Olahraga untuk Gerakkan Olahraga Tradisional di Jombang

0
137
Pembukaan Pelatihan Pelatih Olahraga Tradisional/Rekreasi di ruang rapat PKK, Kompleks Pendopo Kabupaten Jombang, Selasa (16/11/2021), tampak hadir Sekdin Porapar Dra Yulita Purwaningsih, MM (kiri), Ketua KORMI Kabupaten Jombang Ny Wiwin Sumrambah (kedua dari kiri), I Wayan Sudarman, S.Pd, MM (nara sumber dari KORMI Pengrov Jatim), Kabid Olahraga Bambang Tedjoatmoko, S.Sos., M.Si.

Disporapar Latih Guru Olahraga untuk Gerakkan Olahraga Tradisional di Jombang

Jombang, layang.co – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Jombang, tanggal 16-17 Nopember melatih guru olahraga untuk menggerakkan olahraga tradisional di Kabupaten Jombang.

Diharapkan melalui pelatihan ini bisa menumbuhkembangkan kembali olahraga tradisional yang sudah ada namun belakangan ditinggalkan karena modernisasi. Tanpa meninggalkan dinamika digitalisasi, olahraga tradisional bisa menjadi alternatif manjaga kebugaran jasmani, mengisi waktu luang yang positif dan bisa menjalin interaksi sosial, serta bermanfaat meningkatkan kemampuan motorik.

Sekretaris Disporapar Dra Yulita Purwaningsih, MM.,  mewakili Kapala Dinas Drs Bambang Nurwijanto, M.Si  sekaligus membuka acara tersebut mengharapkan, guru olahraga yang mendapat materi pelatihan untuk bisa melakukan sosialisasi, mengajak anak muridnya berlatih dan membudayakan olahraga tradisional, bahkan ke depan menjadikan  olahraga tradisional masuk mata pelajaran muatan lokal.

“Secara teknologi belakangan mengalami perkembangan luar biasa, segala sesuatu keperluan kita bisa dilakukan melalui daring (online). Meski demikian, olahraga bagi kita sangatlah penting, yang berfungsi menjaga immune tubuh kita semakin kuat secara fisik. Untuk itu, olahraga perlu kita giatkan. Kedepan olahraga tradisional ada jenjang kompetisi, di tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional,” katanya.

Kepala Bidang Olahraga Bambang Tedjoatmoko, S.Sos, M.Si selaku Ketua Panitia melaporkan,  pelatihan yang berlangsung dua hari itu diikuti 50 orang guru berasal dari guru SD, SMP, SMA/SMK di Kabupaten Jombang. Sedang materi pelatihan terdiri dari 8  jenis olahraga tradisional. Yakni, Hadang, Egrang, Terompah, Sumpitan, Dagongan, Gasing, Ketapil, dan Lari Balok. Hadir dalam pembukaan Ketua KORMI Kabupaten Jombang Ny Wiwin Sumrambah.

Materi pengetahuan olahraga tradisional akan disampaikan nara sumber I Wayan Sudarman, S.Pd., MM., dan Aji Sutrisno, SE., dari Pengurus KORMI (Komite Olahraga Masyarakat Indonesia) Provinsi Jawa Timur. Hari pertama berlangsung di ruang rapat PKK, Kompleks Pendopo Kabupaten Jombang, sedangkan praktik akan dilaksanakan di alun-alun Jombang, pada Rabu (17/11/2021) pagi.

Disampaikan Wayan, Hadang adalah olahraga tradisional permainan yang berarti menghadang lawan agar tidak masuk pada area/kamar lainnya. Sementara lawan akan berupaya dengan strategi kelincahan membagi perhatian untuk mencari lengah lawan agar bisa membobol pertahanan, dan masuk kamar/petak yang semula terlarang.

Hadang  tidak menggunakan peralatan apapun, bisa dilakukan di halaman rumah atau tempat yang memadai dengan luas sekitar 15 meter, dibagi dalam petak-petak kamar. Dimainkan secara beregu 8 orang boleh putra-putri, durasi 2 x 15 menit, boleh time out.

Egrang, olahraga ini menggunakan alat bantu bambu. Olahraga ini cukup popular, setiap daerah sudah mengenalnya, berjalan diatas egrang pemain berjalan cepat sampai bisa berlari. Manfaat yang dirasakan dari permainan ini akan timbul kegembiraan, kualitas kebugaran diri meningkat dan bisa bersendau gurau, berinteraksi sosial dengan warga setempat.

Terompah Panjang, merupakan olahraga tradisional beregu. Berjalan diatas lempengan kayu relative panjang, dipasang sandat dari karet ban bekas. Olahraga  ini sudah sering dilakukan masyarakat saat peringatan hari kemerdekaan atau kemeriahan lainnya. Mekanisme olahraga ini menjaga kekompakan, kecepatan dan kegembiraan berjalan cepat pada jarak tertentu.

Sumpitan. Olahraga tradisional ini mula berkembang dari masyarakat pedalaman Kalimantan dan pulau-pulau lain di Indonesia.  Cara bermain olahraga ini dengan meniup anak sumpit menuju sasaran/target dengan jarak tertentu. Awalnya, sumpit sebagai alat berburu, terbuat dari bambau atau kayu yang telah dilubangi, yang dalamnya bisa dilalui anak sumpit. Teknik permainan olahraga tradisional ini nyaris sama dengan pola olahraga prestasi Panahan, membidik target dengan menggunakan busur dan anak panah.

Dagongan. Bermain dagongan adalah kebalikan dari bermain tarik tambang. Pada tarik tambang, pemain beregu saling menarik untuk menjatuhkan lawan mendapat kemenangan. Pada Dagongan, alat bantu yang digunakan berupa batang bambu. Pemain saling dorong untuk mencari kemenangan.

Lari Balok. Permainan lari balok, yakni dengan berjalan cepat menginjak dan memindahkan balok sebagai tumpuhan berpijak, yang semula berada dibelakangnya, dipindah ke depan, begitu seterusnya hingga pada jarak yang ditentukan.

Bermain Gasing. Alat permainan tradisional terbuat dari kayu, menyerupai jantung pisang bagian bawah. Sifat kompetitif ini mencari kemenangan mengadu ketangkasan dan ketrampilan memutar gasing. Permainan ini banyak dimainkan anak usia 7 – 17 tahun di berbagai daerah di Indonesia, bisa beregu maupun perorangan. Manfaat permainan ini bergaul gembira bersosialsasi  pada usia sebaya.

Ketapel. Di Indonesia sering disebut pelinteng atau blandring, banyak digunakan berburu burung atau hewan kecil lainnya. Terbuat dari kayu dan karet ban bekas, atau karet gelang yang bisa melar. Permaianan ini untuk membidik sasaran pada jarak terentu.

Menurut Wayan, Wakil Ketua V KORMI Jawa Timur beragam olahraga tradisional tersebut memiliki jenjang prestasi di ajang Pekan Olahraga Tradisional, tingkat Kabupaten, Provinsi hingga Nasional. “Bulan Oktober, tanggal 20-22  lalu Porprov Olahraga Tradisional Jawa timur digelar di Kabupaten Pacitan, belum banyak yang ikut, tapi Kabupaten Jombang sudah hadir menyaksikan,” paparnya. (dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here