Program Kotaku Desa Sidokerto Mojowarno Diserahkan, Bupati Jombang Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Tangani Kumuh

0
106
Bupati Jombang Hj Mundjidah Wabah bersama Sadarestuwati (kerudung putih), Anggota DPR-RI dari PDI-Perjuangan asal Kabupaten Jombang menghadiri penyerahan Program Kotaku, di Desa Sidokerto, Kecamatan Mojowarno, Senin (18/10/2021).

Program Kotaku Desa Sidokerto Mojowarno Diserahkan, Bupati Jombang Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Tangani Kumuh

Jombang, layang.co – Pemerintah Kabupaten Jombang hari Senin, (18/10/2021) menyerahkan program Kotaku Tanpa Kumuh (Kotaku) tahun anggaran 2021, di Desa Sidokerto, Kecamatan Mojowarno oleh Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab.

Penyerahan program yang bertujuan untuk mewujudkan lingkungan tanpa kumuh di Kabupaten Jombang ini dihadiri Sadarestuwati, SP., MMA, Anggota Komisi V (5) DPR RI serta Pejabat Pembuat Komitmen Pengembangan Kawasan Permukiman Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana, Permukiman Wilayah I Jawa Timur, Rekyan Puruhitasari, ST, MSc.

Selain itu, juga hadir  anggota DPRD Jombang, para Kepala OPD terkait; Camat Mojowarno, Kudu, Diwek, Jombang, Peterongan, dan Sumobito. Disamping Koordinator dan Anggota Forum Komunikasi Antar BKM (FKA-BKM) Kabupaten Jombang; para Kepala Desa Penerima BPM Kotaku Tahun Anggaran 2021 se-Kabupaten Jombang; para Kepala Desa se-Kecamatan Mojowarno.

Disampaikan oleh Bupati, sejak dicanangkan Pemerintah Pusat tahun 2016 program Kotaku yang bertujuan mengurangi luasan kawasan kumuh, khususnya di wilayah perkotaan, melalui penyediaan infrastruktur dasar berupa sanitasi, air bersih, drainase dan jalan lingkungan serta rehabilitasi rumah tidak layak huni dan pengelolaan sampah pada setiap lingkungan permukiman, maka Pemerintah Kabupaten Jombang telah dan akan terus melakukan berbagai upaya penanganan kumuh baik dengan pola peningkatan kualitas permukiman maupun pencegahan timbulnya permukiman kumuh baru.

“Untuk itu, kami mengajak semua pihak, mari kita berkolaborasi melakukan penanganan kumuh di Kabupaten Jombang dengan segenap potensi yang kita miliki,” ajak Bupati Mundjidah Wahab.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang dan selaku pribadi, saya ucapkan selamat dan sukses kepada seluruh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di desa-desa penerima Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) reguler dan BPM cash for work (padat karya tunai) Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) tahun anggaran 2021 yang telah melaksanakan pembangunan, pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur lingkungan dengan BPM program Kotaku tahun anggaran 2021 untuk mendukung pembangunan Kabupaten Jombang yang “Berkarakter dan Berdaya Saing”, tutur Bupati Jombang.

Para Kepala Desa penerima bantuan pemerintah untuk masyarakat foto bersama Bupati Jombang dan Anggota DRP-RI.

“Dari APBD Kabupaten dengan Program Berkadang juga sudah dialokasikan untuk program bedah rumah.  Insya Allah tahun 2023 tidak ada lagi rumah kumuh. Bahkan Baznas Provinsi Jawa Timur 2021 sinergi dengan Baznas Jombang juga bersinergi untuk program bedah rumah”, papar Bupati.

Dalam penanganan lingkungan permukiman kumuh tidak dapat diselesaikan secara sepihak, tetapi harus secara sinergis melibatkan potensi dan eksistensi dari seluruh pihak yang berkepentingan (stakeholders), baik pemerintah maupun masyarakat yang diselenggarakan secara multisektor.

“Untuk itu kami mengajak semua pihak, mari kita berkolaborasi melakukan penanganan kumuh di Kabupaten Jombang dengan segenap potensi yang kita miliki,” tandas Bupati Mundjidah Wahab.

Bantuan pemerintah untuk masyarakat (BPM) yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur skala lingkungan merupakan wujud nyata komitmen pemerintah untuk mencapai target nasional penanganan kumuh melalui Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, yaitu 100-0-100 : 100% masyarakat mampu mengakses sanitasi layak, 0% hektar kumuh, dan 100% memperoleh layanan air minum.

Dengan telah dilaksanakannya secara tuntas BPM program Kotaku tahun 2021 ini, Bupati berharap masyarakat dapat memanfaatkan semua prasarana infrastruktur lingkungan yang telah dibangun, dengan menjaga dan merawatnya dengan sebaik-baiknya.

“Jangan sampai apa yang telah dibangun dengan perencanaan yang sangat baik ini menjadi rusak dan tidak berumur panjang karena tidak dipelihara dan  terawat dengan baik,” tutur Bupati Jombang.

Oleh karena itu, setelah semua infrastruktur  ini dibangun dengan sangat baik, lingkungan kita bersih, indah dan nyaman, maka selanjutnya menjadi kewajiban warga masing-masing lingkungan untuk menjaga dan merawatnya dengan penuh tanggung jawab, khususnya melalui kelompok pemanfaat dan pemelihara (KPP) yang dibentuk di tingkat desa agar tidak timbul dan berkembang lagi menjadi kumuh di waktu-waktu yang akan datang, tambah Bupati Mundjidah Wahab.

Sadarestuwati, SP, MMA, Anggota Komisi V (5) DPR RI dalam kesempatan tersebut memaparkan Program Pemerintah Pusat yang telah digulirkan ke Kabupaten Jombang.

Wakil Rakyat di DPR RI asal Kabupaten Jombang ini mengajak masyarakat untuk bisa memanfaatkan dengan baik hasil program Kotaku, sehingga diharapkan program ini  akan dapat terus berkelanjutan, pemeliharaannya juga dilaksanakan dengan baik sehingga program program yang lain dapat turun ke Kabupaten Jombang.

“Desa akan maju jika komunikasi baik, kolaborasi dan sinergitas untuk membangun dan kesejahteraan masyarakat Jombang kuat. Kita harus saling mendukung agar Kabupaten Jombang lebih baik dan lebih maju,” tukasnya.

Abdul Halim, Kepala Desa Sidokerto, mewakili Kades Desa Katemas Kudu, Buduksidorejo, Sumobito menyampaikan ucapan terima kasih. “Semoga program BPM ini memberikan manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Dirinya bersyukur kini dengan adanya Program Kotaku lingkungannua menjadi bersih, kota tanpa kumuh. Dulu warganya kesulitan karena tidak memiliki tempat pembuangan sampah. Namun kini di Dusun Jetak mendapatkan bantuan paving, dan drainase. Bahkan, kini Dusun Ngemplak sudah memiliki TPA, ungkap Abdul Halim. (dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here