Bupati Melepas Kontingen Asal Kabupaten Jombang untuk Jawa Timur di Ajang PON XX Papua

0
179
Bupati Hj Mundjidah Wahab (tengah) foto bersama Pengurus KONI Kabupaten dan Kontingen Jawa Timur PON XX Papau yang akan berlaga pada 02-15 Oktober 2021.

Bupati Melepas Kontingen Asal Kabupaten Jombang untuk Jawa Timur di Ajang PON XX Papua

Jombang, layang.co – Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab didampingi Asisten II dan Kadisporapar Jum’at (17/9/2021) pagi melepas 13 personil Kontingen Olahraga dari Kabupaten Jombang. Ke-13 personil tersebut akan berlaga di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2021 di Papua.

“Saya sampaikan selamat berjuang. Jaga kesehatan, agar bisa menjalankan tugas dengan baik sehingga mampu mempersembahkan medali terbaik untuk Provinsi Jawa Timur, lebih khusus bagi  nama Kabupaten Jombang,”  tutur Bupati saat memberikan pengarahan kepada atlet, pelatih, wasit/juri dan offisial PON asal Kabupaten Jombang di Pendopo Kabupaten.

Hadir dalam acara tersebut selain 13 personil yakni Ir. Ilham Heru Koentjoro, M.Si. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, M Nasrullah Kepala Dinas Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jombang  Drs. Bambang Nurwijanto, M.Si. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata, Kabid Olahraga Bambang Tedjo, Ketua Umum Heru Ariwanto dan Jajaran Pengurus Harian KONI Kabupaten Jombang.

Ke-13 personil tersebut terdiri dari 5 atlet yaitu, tiga atlet putri Karate (Jazillah Nur Annisa, Nurina Dyatika, Thalia Rosa Setiawan) yang akan bertanding pada kelas Kata beregu putri. Eko Febrianto, atlet Pencak Silat, yang pada PON IX Jawa Barat tahun 2016 Eko Febrianto menyumbangkan medali emas untuk Jawa Timur, atlet tenis lapangan Rifqi Fitriadi, yang pada kesempatan ini sudah berada di Papua karena tanding pada jadwal lebih awal.

Sedangkan 8 personil lainnya yakni Tuntun Ariwibowo Wasit/Juri Cabor Aeromodelling, Adhe Rengga Drestian sebagai Wasit/juri Cabor Karate, M. Jono Pelatih Cabor Tinju, Dhanu Iswara Pelatih Cabor Panjat Tebing, Winarto sebagai Wasit/Juri Cabor Senam, Ahmad Faisol Mekanik Cabor Gantole, Deni Setiawan Hakim sebagai Pengelola Data Kontingen dan Imanda Wahya Meilita sebagai tenaga rehabilitasi atlet.

Disaksikan Asisten II, Kadisporapar, Kadis DPPKAD dan Pengurus KONI Bupati memberikan uang saku kepada atlet PON asal Kabupaten Jombang.

Selain menyampaikan pengarahan Bupati juga memberikan uang saku bagi kontingen.  Bupati berpesan, agar berusaha menjaga kesehatan. Meski di Papua terkenal dengan biaya makan minum sangat mahal, jangan sampai atlet dan offisial tidak makan.

“Saya yakin untuk kebutuhan konsumsi sudah dipersiapkan dengan cukup oleh KONI Provinsi Jawa Timur. Atlet dan Offisial tinggal konsentrasi bagaimana bisa menjaga kesehatan dan fokus bisa meraih medali terbaik,” pesannya.

Dibagian lain, menjawab awak media, Bupati berharap untuk momentum PON di waktu berikutnya, atlet yang berangkat dari Kabupaten Jombang bukan hanya tiga Cabor yang berpartisipasi. Melainkan lebih dari itu, karenanya pembinaan Cabor diharapkan bisa dilakukan secara maksimal.

“Tentu saja, kami siapkan reward bagi yang meraih medali. Seperti biasanya, Pemprov Jatim memberikan kami yang di Pemkab juga memberikan tali asih bagi yang berprestasi,” tukas Bupati.

Menjawab usulan Ketua KONI tentang Kabupaten Jombang bersama Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten/Kota Mojokerto sebagai Tuan Rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur tahun 2024, Bupati mengatakan, tahun itu merupakan tahun politik, banyak daerah yang menyelenggarakan Pilkada serentak. Untuk itu, Bupati minta, agar usulan tersebut ditinjau kembali.

Menurut Bupati, untuk menjadi tuan rumah butuh persiapan yang matang, karena daerah harus mempersiapkan fasilitas olahraga yang memadai. Jikalau KONI Provinsi sudah menentukan maka secara tidak langsung kita harus mempersiapkan. Setidaknya, tiga tahun sebelum pelaksanaan sudah mulai ada anggaran untuk pembangunan fasilitas olahraga.

“Sesuai janji politik Pilkada lalu, agenda tahun 2022, kita siap membangun Gedung Dewan Kesenian. Berikutnya, kita pikirkan membangun Gedung Bulu Tangkis, menyediakan sarana  olahraga Sepatu Roda. Ini yang masuk ke agenda, sehingga secara bertahap kita usahakan memenuhi fasilitas olahraga yang memadai,” ungkap Bupati.

Mayoritas daerah di Jawa Timur melaksanakan Pilkada serentak, Pilpres dan Pileg, sehingga semua sibuk, termasuk Pilkada Gubernur Jawa Timur juga berlangsung tahun 2024, sehingga butuh waktu yang tepat jika Porprov harus dilaksanakan tahun itu.

“Kecuali jikalau sudah ada surat penunjukkan dari KONI Provinsi kita harus merespon dengan baik,” tandas Bupati.

Cacatan administrasi pada tanggal 1 September 2021 lalu, KONI Kabupaten Jombang telah menerima Surat Nomor: 426/638/601.3/2021 tertanggal 22 Agustus 2021 dari KONI Provinsi Jawa Timur, perihal: Usulan Tuan Rumah Prorov VIII Jatim Tahun 2024 bersama empat KONI tersebut diatas. Surat tersebut juga sudah diteruskan Kepada Bupati.

Isi Surat tersebut merujuk Surat Ketua Umum KONI Kabupaten Sidoarjo No;139/KONI.SDA/VIII/2021 tanggal 21 Agustus perihal usulan tuan rumah Porprov 2024. Keempat KONI tersebut telah melakukan koordinasi awal. Sebab itu, KONI daerah tersebut diminta untuk mengiventaris venue yang layak untuk persiapan pelaksanaan Porprov VIII,  mendapat daya dukung akomodasi/ perhotelan, transportasi, kuliner dan pariwisata yang bisa dikunjungi.

“Selanjutnya, apabila hasil inventarisasi menunjukkan keempat Kabupaten/Kota tersebut diatas siap menjadi Tuan Rumah PORPROV Jatim VIII, hendaknya diikuti kesediaan Bupati/Walikota mengajukan Permohonan Kepada Gubernur Jawa Timur  dengan tembusan Ketua Umum KONI Provinsi Jawa Timur,” tulis surat yang di tandatangani a.n Wakil Ketua Umum II/Ketua Harian Drs M Nabil, M.Si. (dan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here