Disporapar Jombang Gelar Pelatihan Pelatih untuk Tingkatkan Prestasi di Porprov

0
201
Plt Kadisporapar Kabupaten Jombang Imam Sutrisno, SH, MM (foto atas/tengah) didampingi Kabid Olahraga Bambang Tedjoatmojo, S.Sos, M.Si (kanan) dan Ketua Umum KONI Heru Ariwanto (kiri) membuka cara TOT di GOR Merdeka Jombang. Sedangkan foto bawah bersama peserta TOT dan trainer Russel Mathenda dari Australia, Konsultas teknik KONI Jatim.

Disporapar Jombang Gelar Pelatihan Pelatih untuk Tingkatkan Prestasi di Porprov

Jombang, layang.co  – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Jombang menyelenggarakan Training of Trainer (TOT) bagi pelatih cabang olahraga. TOT digelar dua hari, Senin – Selasa, (29-30/3/2021 melibatkan 30 orang pelatih dari 30 Cabang Olahraga bertempat di GOR Meredka Jombang.

TOT  ini sebagai wujud sinergisitas Disporapar dengan KONI Kabupaten Jombang sebagai stakeholder pembangunan bidang olahraga.  Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan prestasi olahraga di segala event, terutama pada momentum Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VII tahun 2022 mendatang, mengingat penggunaan APBD saat ini harus diikuti output kinerja.

“Tujuan kegiatan ini, untuk mendorong KONI Kabupaten Jombang bersama Cabor pada Prorprov 22 untuk bisa meningkatkan perolehan medali. Ada 37 cabor yang ada di KONI namun mengacu pada anggaran, kita mampu menyelenggarakan 30 cabor. Untuk tahun berikutnya akan kami tambah jumlah pesertanya, agar semua bisa meraih medali,” jelas Plt Kadisporapar Imam Sutrisno, SH, MM usai membuka acara menjawab awak media.

Plt  Imam Sutrisno melalui Kabid Olahraga Bambang Tedjoatmoko, S.Sos, M.Si  menjelaskan, peserta TOT kali ini merupakan pelatih masing-masing cabor, ada dari cabor bela diri, cabor permainan dan cabor terukur.  Program ini kerja sama dengan Fakultas Olahraga Unesa Surabaya. Kebetulan Ketua Jurusan Olahraga Unesa, Bapak Irmantara Subagya, yang sekaligus sebagai pemateri.

Russel Mathindo, tenaga konsultas bidang keolahrgaan KONI Jatim memberikan materi pelatihan dengan dibantu dua tenaga penerjemah bahasa.

“Pemateri diantaranya dari Russel Mathanda (dari Australia), yakni konsultan teknik kelenturan, kebugaran tubuh olahragawan (atlet) Puslatda KONI Jawa Timur. Secara umum materi meliputi persiapan tanding, peregangan otot, yang nantinya bisa ditindaklanjuti oleh para pelatih di lapangan. Hari pertama teori, kemudian  hari kedua, praktik di lapangan,” jelas Bambang Tedjo.

Materi yang disampaikan oleh Russel Mathenda meliputi Sprot Injurais and  Rehabilitations (cidera dan rehabilitasi olahraga, Strength and Conditionis (Kekuatan dan Pengkondisian), Kualitas Prestasi dan kerterkaitan  unsur-unsurnya, kondisi fisik (biomotor). Selain itu, sasaran latihan fisik untuk meningkatkan fungsi dari sistem otot, meningkatkan fungsi dari sistem energy, dengan unsur-unsur teknik, fisik, taktik, dan mental.

“Potensi latihan fisik bisa dioptimalkan ketika atlet mulai usia 17 tahun,  yang mana pada usia itu mulai tumbuh kembang perototan dan persendian bagi atlet yang rutin terlatih. Hasilnya akan maksimal dibandingkan sebelum usia 17 tahun,” ungkap Russel Mathanda.

Irmantara Subagyo menyampaikan materi tentang strategi meningkatkan prestasi.

Sedangkan Irmantara Subagyo, Wakil Ketua III KONI Jatim yang pernah mengangani Bidang Prestasi (Binpres) KONI Jatim ini menyampaikan materi tentang strategi peningkatan prestasi atlet dari daerah masing-masing. Rekam prestasi KONI Kabupaten Jombang pada Porprov VI tahun 2019 lalu menduduki urutan ke 21 dari 36 Kabupaten/Kota di Jawa Timur.

“Setelah mengetahui posisi ini, tinggal bangaimana teman-taman cabor akan mencari strategi, inisiatif untuk meningkat prestasi. Kalau ingin melorot itu gampang, tetapi, minimal, setiap cabor yang berangkat di Porprov berambisi meraih medali perunggu itu sudah bisa mendokrak prestasi. Dengan 4 emas, 6 perak, 17 perunggu Jombang  berada urutan 21 tahun 2019,” tuturnya.

Prestasi Kabupaten Jombang, belakangan ini cenderung menurun sejak Porprov i (2007 di Surabaya urutan 6, Proprov II (2009 di Malang) urutan ke-8, Prorpov III (2011 di Kediri) urutan ke-8, kemudian pada Prorpov IV (2013 di Madiun) menduduki urutan ke-12, Porprov V (2015 di Banyuwangi) turun ke urutan ke-16, lanjut pada Porprov VI (2019 di Tuban, Gresik, Lamongan, Bojonegoro) Kabupaten Jombang berada pada urutan ke-21.

Menurut evaluasi KONI Jombang penurunan terjadi karena jumlah cabor dan nomor/kelas yang diikuti kurang variatif, dengan jumlah atlet terbatas. Namun, penyebab utama adalah kualitas kompetiter atlet Jombang belum maksimal, disamping ada subyektifitas pada sejumlah laga di arena tanding.  Kesesuaian dana pembinaan juga turut mempengaruhi bagi atlet mengikuti try out, lantih tanding dengan daerah lain untuk menambah jam terbang/tanding.

Untuk itu, Ketua Umum KONI Kabupaten Jombang yang sempat hadir mengikuti pembukaan TOT, berpesan kepada peserta untuk mengikuti  kegiatan dengan serius, bisa menindaklanjuti dan mengimplementasikan untuk meningkatkan prestasi.

“Pengetahuan baru tentang kepelatihan sangat dibutuhkan para pelatih, semoga dengan ini bisa meningkatkan raihan prestasi di ajang Porprov 2022,” harap Heru Ariwanto.  (dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here