Dinsos Aktif Kunjungi POSKESWA Dukung Pemulihan ODGJ untuk Hidup Mandiri dan Produktif

0
305
Dinas Sosial Kabupaten Jombang melakukan kunjungan kerja ke Poskeswa di Puskesmas Desa Kepuhkajang, Kecamatan Perak. Eko Sulistyono (pegang mix) sedang menyampaikan materi motivasi bagi eks ODGJ.

Dinsos Aktif Kunjungi POSKESWA Dukung Pemulihan ODGJ untuk Hidup Mandiri dan Produktif

Jombang, layang.co – Dinas Sosial Kabupaten Jombang belakangan ini aktif melakukan kunjungan kerja ke sejumlah Puskesmas yang melakukan pembinaan dan pendampingan kepada pasien yang tergolong eks Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Kunjungan kerja itu guna menyaksikan secara langsung terhadap pola pembinaan dan evaluasi progres strategi pemulihan, serta untuk mengetahui tumbuh kembang normalnya eks ODGJ, yang menjadi binaannya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang Hari Purnomo, AP., melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Eko Sulistyono, M.Si menyampaikan, dari 34 UPT Puskesmas yang ada di Kabupaten Jombang, terdapat 16 Puskesmas telah membentuk POSKESWA (Pusat Layanan Kesehatan Jiwa) yang menangani ODGJ.

“Kami kerjasama dengan UPT ini untuk mengetahui dan evaluasi keberhasilan  program pembinaannya. Dengan mengetahui kondisi riil dilapangan, ke depan Dinsos bisa menyusun, merencanakan dan mengusulkan anggaran untuk membantu sarana pendukung  eks ODGJ  agar bisa hidup mandiri, lebih produktif secara ekonomi,”  tukas Eko.

ODGJ merupakan salah satu katagori Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) karena tidak dapat melaksanakan fungsi sosial, tidak dapat terpenuhi kebutuhan hidupnya (jasmani, rohani, sosial) secara memadai dan wajar.

Eks ODGJ pulih sehat dan mampu melakukan aktifitas dengan interaksi dengan masyarakat umum.

Selama ini, kata Eko, penanganan ODGJ hanya difokuskan pada rehabilitasi mental/jiwa dengan cara terapi atau obat kimia sebagai penenang. Namun setelah  dinyatakan sehat stabil dan diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit Jiwa oleh Dokter Spesialis Jiwa keluarga menolak

“Tidak semua, tetapi seringkali pihak keluarga tidak siap menerima kembali anggota mereka yang sudah sehat  dari rehabilitasi di RSJ,  namun tidak bersedia  lantaran merasa terbebani, malu dengan tetangga, tidak ada yang bisa ngawasi di rumah, ada rasa takut dan sebagainya. Keadaan ini yang tidak boleh dibiarkan, karena  justru akan mempersulit eks ODGJ untuk pulih tumbuh normal jiwanya,” papar Eko.

Kejadian ini, ungkap Eko, sering dialami keluarga tidak mampu, meskipun sudah berulang kali diminta untuk menjemput, bahkan pihak keluarga bersikeras tidak mau lagi menerima dengan alasan mengganggu ketentraman warga sekitar.

“Saat itulah, kami, Dinas Sosial melakukan fungsi pelayanan kesejahtraan sosial melalui pendampingan, yang diberikan tidak hanya kepada eks ODGJ, namun juga pada pihak keluarga dan lingkungan masyarakat sekitar agar bisa menerima, membantu dan mendukung pulihnya eks ODGJ, agar bisa hidup normal berdampingan,” harap Eko.

Kunjungan kerja tim Dinsos ini berlangsung secara estafet, mulai hari Selasa (23/3/2021) di Poskeswa Desa Pulorejo, Kecamatan Ngoro, berlanjut hari Rabu (24/3) di Poskeswa Desa Kepuhkajang, Kecamatan Perak, dan hari Kamis (25/3/2021) kunjungan di Poskeswa Desa Mojojejer, Kecamatan Mojowarno. Jumlah sasaran masing-masing 50 orang. Terdiri atas eks ODGJ dan keluarga, tenaga pendamping kecamatan, yang tentunya dihadiri dan disaksikan Camat, Anggota Forpimcam, Kepala Puskesmas dan Kepala Desa setempat.

Pada UPT Poskesmas tersebut eks ODGJ sebelumnya telah ditangani  secara medis oleh dokter di Puskesmas setempat dengan cara terapi dan pengobatan kimia.  Diantara mereka ada yang sudah pulih sehat bisa beraktifitas. Seperti sudah ada yang bisa terampil mencukur rambut, menganyam kerajinan tangan, bermusik dan bermain Drum Band.

Penyebab ODGJ, kata Eko, ada yang karena faktor bawaan, pengaruh kecanduan obat keras dan narkoba, tekanan jiwa, putus cinta. Belakangan ini jumlahnya meningkat karena faktor ekonomi, bagi pasien yang dewasa, karena kehilangan pekerjaan dampak pandemi Covid-19.

“Jadi pembinaan mereka bukan hanya jiwanya, tetapi mereka juga dibekali beragam ketrampilan, yang bersifat sumber ekonomi dengan tujuan mampu hidup mandiri dan lebih produktif,” kata Eko. Rencana bantuan berdasarkan kondisi eks ODGJ berupa sarana penunjang sesuai kebutuhkan.

Dasar penanganan ODGJ menurut Eko, yaitu UU No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, UU No 11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, UU No 18 tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa. Untuk itu, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan berkewajiban menangani warga yang tidak mampu tetapi bukan pengasuhannya secara keselurhan, kecuali untuk yang betul-betul tidak mempunyai keluarga.

“Kami hadir saat mereka tidak bisa berobat lalu ditanggung jaminan kesehatannya, dibantu kebutuhan hidupnya jika tidak mampu,” ucapnya.

Untuk itu, Eko Sulistyono mantan Kabid Perhubungan Darat Dinas Perhubungan dan LLAJ Kabupaten Jombang ini mengajak, semua pihak untuk bersama memberikan perhatian lebih bagi eks OGJ dengan cara mengubah minset, bahwa semua masalah tidak harus ditangani oleh Dinsos akan tetapi peran keluarga terdekat sangat penting danketerlibatan semua unsuruntuk bisa mendukung pemulihan eks ODGJ, tutup Eko. (dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here