Jalin Kemitraan dengan Dunia Usaha untuk Dongkrak UMKM Naik Kelas

0
210
Bupati Jombang dan Sekdakab menyaksikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jombang, Ilham Hero Koentjoro melakukan tanda tangan Businis Gathering, Rabu (24/3/2021).

Jalin Kemitraan dengan Dunia Usaha untuk Dongkrak UMKM Naik Kelas

Jombang, layang.co – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Jombang, Rabu (24/3/2021) pagi, menggelar Business Gathering secara terbatas, dalam upaya fasilitasi kerjasama dunia usaha dengan tema “Menjalin Kemitraan Dunia Usaha untuk Meningkatkan UMKM Naik Kelas”.

Agenda Temu Usaha dan Business Gathering bertempat di Pendopo Kabupaten Jombang yang dibuka oleh Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab ini dihadiri Sekdakab Jombang, Wakil Rektor UNAIR, Pemimpin Cabang Bank Jatim Jombang, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, para Pimpinan Perusahaan di Kabupaten Jombang.

Temu Bisnis atau Business Gathering fasilitasi kerjasama dunia usaha diawali dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara DPM PTSP dengan PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) Cabang Jombang tentang fasilitasi pembayaran retribusi IMB secara non tunai melalui Virtual Account, MoU antara pengusaha durian dengan Universitas Airlangga dalam bidang penelitian dan pengembangan varietas Durian Wonosalam.

Pemerintah Kabupaten Jombang berharap dengan kegiatan gathering ini akan terwujud kerjasama yang strategis antara usaha besar dan usaha kecil menengah untuk memfasilitasi dan membangun kerjasama yang saling menguntungkan serta mendorong kerjasama kemitraan antara usaha besar kecil menengah untuk naik kelas.

“Hal ini selaras dengan kebijakan pemerintah yang dituangkan dalam Undang-undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, bahwa pengembangan investasi yang melibatkan antara usaha besar dan usaha kecil menengah diperlukan adanya kerjasama yang bisa mengangkat UMKM agar naik kelas dan saling menguntungkan,” ungkapnya.

Pelaku Usaha dan UMKM mengikuti kegiatan dengan seksama di Pendopo Kabupaten Jombang.

Dengan adanya kegiatan Business Gathering akan membuka peluang bagi pengusaha besar dan usaha kecil menengah agar mampu mandiri dan mampu berkomunikasi atau menjalin hubungan kerjasama kemitraan, sehingga dampak globalisasi ekonomi dunia tidak akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan UMKM di Kabupaten Jombang.

“Saya berharap kepada para pengusaha toko modern yang ada di Kabupaten Jombang bisa memfasilitasi UMKM Kabupaten Jombang untuk bisa berkembang bekerjasama dan tumbuh lebih baik. Meskipun selama ini UMKM Kabupaten Jombang telah mampu memproduksi produk-produk yang bervariasi dan berkualitas dan didukung sumber daya sarana dan prasarana yang memadai, tetapi di lain pihak UMKM kita masih membutuhkan pengembangan, pemasaran dan permodalan, model dan masih minimnya branded,” terang Bupati.

Berdasarkan realita permasalahan UMKM yang ada di Kabupaten Jombang maka perlu adanya peran aktif dan kepedulian semua pihak dalam rangka menumbuhkembangkan UMKM di Kabupaten Jombang. Misalnya peran pemerintah di dalam memberdayakan UMKM dengan program-program kegiatannya, pihak swasta dengan CSR dan kemitraan, perbankan, dengan permodalannya dan perguruan tinggi dengan analisis dan kajiannya.

“Semua unsur elemen kekuatan yang ada di Kabupaten Jombang jika memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan UMKM, maka saya yakin keberadaan UMKM Kabupaten Jombang akan menjadi UMKM yang kuat mandiri dan mampu menjalin kerjasama yang baik dengan pengusaha sehingga mampu meningkatkan kelas dari yang mikro menjadi besar sehingga UMKM di Kabupaten Jombang semakin kuat dan mampu bersaing di pasar global dengan meningkatkan kesejahteraan UMKM,” tandas Bupati Mindjidah Wahab.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jombang, Ilham Hero Koentjoro dalam laporannya menjelaskan, bahwa iklim investasi di Kabupaten Jombang tetap terjaga dan tetap baik dimasa pandemi ini.

Hal ini terbukti dengan target investasi yang ditargetkan dari Rp 1,5 trilyun meningkat menjadi Rp 2,6 trilyun. PAD yang ditargetkan Rp 2 M, meningkat menjadi Rp 3,3 M. “Dengan adanya Temu Usaha dan Business Gathering ini diharapkan terjalin kemitraan UMKM dan iklim usaha yang positif dan kondusif, sehingga  apa yang menjadi visi misi Kabupaten Jombang akan tercapai,” harapnya. (tya/dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here