Seminar Kebangsaan: Hj. Sadarestuwati Ajak Masyarakat Majukan Pembangunan Ekonomi dengan Revolusi Industri 4.0 

0
327
Warga Masyarakat Antusias Mengikuti Seminar Pemateri Dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

Seminar Kebangsaan: Hj. Sadarestuwati Ajak Masyarakat Majukan Pembangunan Ekonomi dengan Revolusi Industri 4.0 

Jombang, layang.co – Anggota DPR RI Komisi V Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Sadarestuwati gelar seminar dengan tema “Memajukan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Nasional” pada Sabtu (24/20/2020).

Giat ini dilakukan dalam rangka memotivasi masyarakat agar bersatu berdaulat memajukan pastisipasi dalam pembangunan nasional. Partisipasi itu, kata Sadarestuwati, merupakan sebuah dorongan dan dukungan agar bangsa ini bisa menjadi bangsa yang maju.

“Ketika masyarakat mendukung dan memberikan partisipasi, tidak ada yang sulit dalam hal pembangunan,” tandasnya.

Pembangunan nasional ekonomi Indonesia harus melalui revolusi industri 4.0. Secara singkat, pengertian revolusi industri 4.0 adalah tren di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber (computer). Di Indonesia sendiri, perkembangan teknologi dan informasi terjadi begitu cepat.

Tren ini telah mengubah banyak bidang kehidupan manusia, termasuk ekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup manusia itu sendiri. Dampak era revolusi industri 4.0 ini tentu sangat besar bagi dunia industri juga perilaku di masyarakat.

Dalam bidang industri, yang sebelumnya masih mengandalkan tenaga manusia dalam proses produksi barang. Namun saat ini barang dibuat secara masal dengan menggunakan mesin dan berteknologi canggih. Keadaan seperti ini dikenal sebagai revolusi industri 4.0. Satu strategi untuk menciptakan Ekonomi Pancasila berbasis digital.

Hal ini sesuai dengan arah peta jalan Making Indonesia 4.0 dalam upaya meningkatkan kinerja industri nasional melalui pemanfaatan teknologi terkini dan inovasi guna dapat mewujudkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat seluas-luasnya.

Langkah prioritas nasional yang tengah diakselerasi oleh pemerintah adalah memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hampir 70 persen, pelaku usaha Indonesia berada di sektor UMKM.

“Pemerintah berkomitmen untuk mendukung pelaku UMKM dengan membangun platform e-commerce. Maka itu, Indonesia akan melakukan percepatan pembangunan infrastruktur digital,” tutur Mbak Estu.

Kementrian Perindustrian telah mengajak para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) nasional supaya ikut serta dalam program e-Smart IKM. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan perluasan pasar bagi produk IKM lokal hingga mampu menembus pasar ekspor melalui pemanfaatan platform digital.

Beberapa peluang pengembangan ekonomi digital di Indonesia, di antaranya adalah koneksi internet telah menjangkau 51,8 persen dari populasi penduduk. Hal ini dapat mendorong pengembangan usaha rintisan (startup) di dalam negeri.

Disampaikan oleh Sadarestuwati, potensi Indonesia memasuki era revolusi industri keempat atau ekonomi digital, karena juga akan menikmati bonus demografi selama periode tahun 2020-2030. Digitalisasi diyakini, digitalisasi memberi kesempatan luas bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam melakukan kegiatan ekonomi.

Namun demikian, sejumlah langkah prioritas nasional Making Indonesia 4.0 tersebut, perlu didukung melalui program pendidikan dan pelatihan vokasi guna meningkatkan kompetensi sumber daya manusia Indonesia sesuai kebutuhan dunia industri saat ini.

“Kami optimistis, apabila semua program dan kebijakan dijalankan secara terintegrasi, target Indonesia menjadi 10 besar negara ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030 bisa tercapai,” ujar Mbak Estu. (dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here