Bupati Hj Mundjidah Wahab: UMKM Miliki Peran Strategis Topang Pertumbuhan Ekonomi Setelah Cocid-19 

0
331
Bupati Hj Mundjidah Wahab Membuka Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Pendopo Kabupaten Jombang, Selasa (13/10/2020).

Bupati Hj Mundjidah Wahab: UMKM Miliki Peran Strategis Topang Pertumbuhan Ekonomi Setelah Cocid-19 

Jombang, layang.co – Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab mengungkapkan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional setelah terdampak pandemi covid-19.

Selain sebagai garda terdepan penciptaan lapangan kerja, UMKM berinovasi bisnis yang adaptif dengan mitigasi dampak negatif ekonomi yang iklusif dan berkelanjutan.

“Untuk pemulihan ekonomi, salah satu yang dipersiapkan Pemerintah Kabupaten Jombang adalah pemberian modal bagi pelaku usaha UMKM dan sektor informal sebesar Rp 1 juta. Ini diberikan agar usaha yang sempat mati bisa hidup lagi dan usahanya jalan lagi,” kata Bupati Hj. Mundjidah Wahab  selaku Ketua TPID Kabupaten Jombang.

Hal tersebut disampaikan Bupati saat membuka Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Jombang di Pendopo Kabupaten Jombang, Selasa 13 Oktober 2020.

Rakor bertujuan untuk menjamin ketersediaan  stock  dan kelancaran distribusi bahan pangan pokok di Kabupaten Jombang, serta untuk pengambilan kebijakan, guna meningkatkan dampak inflasi di Jombang,  serta mengambil langkah yang dibutuhkan guna menghadapi inflasi di Kabupaten Jombang.

Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab mengatakan bahwa sejak muncul  wabah corona, sektor Industri Kecil Menengah (IKM) untuk produk makanan mengalami penurunan omzet sebesar 87,02 persen. Lalu, pada sektor IKM untuk produk kerajinan, penurunan omzetnya sebesar 89,13 persen.

Agar perputaran ekonomi di desa akan terus terjaga, lanjut Bupati, Pemerintah Kabupaten Jombang berupaya fokus melakukan upaya pemulihan kondisi perekonomian, termasuk dengan penggelontoran bantuan tunai dan bantuan sosial ke masyarakat. Hal ini memperhatikan IKM dan UMKM mayoritas berada di desa.

Dibagian lain Bupati menyampaikan untuk mengendalikan inflasi di Kabupaten Jombang setiap tahun selalu melakukan koordinasi dan antisipasi, baik secara internal oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang membidangi, maupun bersama instansi vertikal dan badan usaha di wilayah Kabupaten Jombang.

“Saya berharap tetap terjalin koordinasi dan sinergitas  yang baik antara TPID Kabupaten, TPID Provinsi,  Bank Indonesia, Bulog dan Aparat Penegak Hukum serta peran masyarakat. Sehingga dapat mendukung target inflasi di Kabupaten Jombang”, tutur Bupati.

Nara Sumber Menyampaikan Materi tentang Faktor-faktor Inflasi.

Rakor TPID yang dipimpin langsung oleh Bupati Jombang tersebut diikuti oleh Sekretaris Daerah, Asisten, Staf Ahli dan Kepala OPD, Kepala BUMD,  Camat Se-Kabupaten Jombang serta seluruh Pengurus dan anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah  (TPID).

Dalam Rakor TPID kali ini menghadirkan tiga narasumber diantaranya Nanang Abu Hamid Ap, MSi Kabag Analisis Makro, Ekonomi, Sarana, Perekonomian, Perindustrian dan Perdagangan dari Biro Administrasi Perekonomian Setda  Provinsi Jawa Timur yang menyampaikan materi terkait Pengendalian dan Tantangan dalam Pengendalian Inflasi di Jawa Timur.

Ir. Hindar Wibowo MT Kasi Statistik Distribusi BPS Jombang menyampaikan materi tentang Inflasi. Sedangkan Danny Hermawan dari TPID BI – Jatim menyampaikan materi tentang perkembangan inflasi di Jawa Timur. (dan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here