Personil BPBD Siaga Dimusim Kemarau dan Siap Antisipasi Bencana Dimusim Hujan

0
271
Drs H Abdul Wahab, Kepala Badan Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang.

Personil BPBD Siaga Dimusim Kemarau dan Siap Antisipasi Bencana Dimusim Hujan

Jombang, layang.co – Drs H Abdul Wahab, Kepala Badan Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang menyatakan  siaga dimusim kemarau dan siap antisipasi bencana dimusim hujan.

Untuk itu pihaknya sementara menyiapkan personil lapangan terdiri dari Pusdalops (12 orang), Pemadam (15 orang), Semar Relawan (50 orang), Banser Tanggap Bencana (Bagana) Mojowarno (15 orang), Tagana (25 orang), Pramuka Brigade Penolong (10 orang), PMI (10 orang), Dokter Relawan (2 orang).

“Tiada Hari Tanpa Pengurangan Resiko Bencana”. Melalui slogan ini semua potensi  tim bencana di atas bertekad siaga bekerja dengan personil, peralatan, perlengkapan dan armada serta yang terpenting yaitu semangat Loyalitas Tanpa Batas.

“BPBD Kabupaten Jombang siap berkerja 24 jam menghadapi bencana apapun,” tandasnya pada jumpa pers, Jum’at pekan lalu. Jumpa Pers itu dalam upaya menyampaikan informasi kepada masyarakat atas kesiapan Tim BPBD Kabupaten Jombang dalam menghadapi mitigasi bencana dimusim kemarau antara bulan Oktober  maupun musim penghujan di akhir tahun 2020.

Dalam kesempatan tersebut Kepala BPBD menyampaikan catatan kejadian tahun 2019 lalu yang sempat ditangani pihaknya. Diantaranya, terjadi kebakaran lahan pertanian (60 kejadian), angin kencang (31 kejadian), kebakaran tempat usaha (23 kejadian), kebakaran permukiman (29 kejadian), kebakaran hutan (1 kejadian), kebakaran fasilitas umum (1 kejadian), banjir luapan (15 kejadian), banjir genangan (2 kejadian) dan gerakan tanah (1 kejadian).

Selain itu, banjir luapan di Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung ini sering terjadi karena pertemuan antara 3 sungai yakni Sungai Catak Banteng, Panjer dan Sungai Gunting yang melintasi Kecamatan Mojoagung.  Desa Kademangan, Desa Betek dan Desa Gambiran juga sering terdampak banjir luapan di Kecamatan Mojoagung.

“Desa ini menjadi Desa Siaga Bencana. Dinas Sosial telah melakukan pembinaan dan persiapan kepada warga setempat untuk antisipasi bencana tahunan ini,” ungkap Drs H Abdul Wahab.

Sedangkan dua desa di Kecamatan Mojowarno yang juga sering terjadi banjir luapan yakni Desa Selorejo dan Desa Karanglo. Sementara di Kecamatan Sumobito desa yang intensif banjir luapan yaitu Desa Madiopuro.

Genangan banjir diakibatkan karena rendahnya dataran permukiman yang terjadi di beberapa desa, termasuk di Kecamatan Jombang, yang intensif mengalami banjir genangan yaitu Desa Pulolor.

Untuk menghadapi potensi bencana banjir tersebut, BPBD Kabupaten Jombang memiliki persiapan yang meliputi logistik sembako (1 paket ada 7 macam), glangsing, family kit, alat kesehatan, dapur keluarga, paket sekolah, paket rekreasional dan pengiriman air bersih. Selain itu sarana dan prasarana yang meliputi tenda pengungsi, tenda komando, tenda pleton, tenda regu dan tenda keluarga.

“Perlengkapan dapur umum dan alat-alat evakuasi seperti tandu, P3K, perahu karet, alat selam dan sebagainya juga disiapkan oleh BPBD Kabupaten Jombang,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD menjelaskan potensi bencana tanah longsor terjadi di beberapa desa di Kecamatan Wonosalam lalu Kecamatan Bareng,  di Desa Ngrimbi. Kemudian Desa Pesanggrahan Kecamatan Gudo. “BPBD menyiapkan bahan banjiran meliputi tanah urug, glangsing, gedek dan penunjang lainnya,” tambahnya.

Selanjutnya angin kencang atau angin puting beliung. Biasa terjadi di beberapa desa yaitu di Kecamatan Sumobito, Kecamatan Gudo, Kecamatan Ngoro, Kecamatan Perak, Kecamatan Mojoagung, Kecamatan Jogoroto, Kecamatan Megaluh, Kecamatan Bandarkedungmulyo. “Yang paling parah terjadi di Desa Catakgayam dan Desa Wringinpitu di Kecamatan Mojowarno,” ujarnya.

Bencana ini, lanjuta Abdul Wahab,  memakan anggaran paling banyak karena bantuan yang harus disiapkan adalah kebutuhan material bahan bangunan untuk renovasi tempat tinggal yang terdampak.

“Tim Rekasi Cepat (TRC) akan menghitung kerugian dan untuk tenaga kerja biasanya pemerintah desa yang menyiapkan,” ucap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang ini. (dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here