Hooreee….., 31 KPM Desa Gumulan Riang Gembira Sambut Renovasi Rumah BSPS Miliknya

0
474
Dua Perangkat Desa Gumulan, Kec. Kesamben, Sugeng Cahyono (kanan) dan Abdul Gani (putih) Mendampingi Susi Sanda Fanani Mengacungkan Jempol Sebagai Simbul Bahagia Mendapat Program BSPS Anggaran APBN dari Dinas Perkim Jombang Tahun 2020.

Hooreee….., 31 KPM Desa Gumulan Riang Gembira Sambut Renovasi Rumah BSPS Miliknya

SIANG itu, Rabu (30/09/2020), angka menunjukkan 10.05 WIB. Cuaca cerah, terpaan udara kering sepoi menerpa pepohonan di lingkungan RT 03 RW 02 Desa Gumulan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa timur. Terasa hangat udara ketika itu, demikian pula senyum hangat nampak dari wajah, Susi Sanda Fanani (38 tahun).

Susi Sanda Fanani merupakan istri dari Eko Adi Jamaludin (43 tahun) adalah pasangan suami istri Keluarga Penerima Manfaat (KPM)  program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2020 dari Kementrian PUPR melalui Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Jombang.

Ketawa riang terurai dari suara Susi, sesekali melirik ke suaminya Eko Adi yang sedang mengelus ban bekas di teras rumah. “Ban untuk persiapan banjir,” ucap Eko Adi menjawab pertanyaan tentang ban mobil bekas yang diikat dengan tali tampar.

Sesekali Eko Adi membalas lirikan istrinya dengan senyum sembari meladeni diskusi dengan layang.co bersama  perangkat desa yang menemani menuju lokasi bedah rumah, Rabu (30/9/2020).

Susi dan Eko  tak dapat menyimpan rasa gembira atas renovasi rumah tinggalnya, yang kini nyaris rampung. “Alhamdulillah………… senang sekali mendapat program bedah rumah ini. Kalau tidak dapat BSPS, mungkin ndak bisa mempunyai tempat tinggal yang layak, apalagi anak-anak sudah mulai besar,” aku Susi menguraikan rasa syukurnya.

Rasa serupa ditimpali Eko Adi, buruh tani dengan upah  Rp 40 ribu setengah hari, waktu selebihnya merumput untuk pakan dua ekor sapi milik orang lain yang ia pelihara dengan bagi hasil setelah melahirkan.

“Pernah tidak ada hasil, karena dua sapi tidak melahirkan setelah enam bulan pelihara,” ucap Eko Adi, yang mengaku terbantu penghasilannya Rp 35 ribu kalau Susi istrinya, ada yang ngajak mreman ke sawah.

Susi Sanda Fanani Menunjukkan Uang Stimulan BSPS di Depan Rumah Tinggalnya Sebelum Renovasi, Bulan Juli 2020 lalu.

Dua putra dan satu putri anggota keluarga pasangan ini. Sempat pesimis memiliki rumah permanen, yang bisa menampung  keluarganya. Memperhatikan hasil kerja yang dihimpun untuk kebutuhan konsumsi keluarga dan pendidikan harus terpenuhi.

Pasangan ini bersama 31 KPM penerima BSPS di Desa Gumulan berterima kasih kepada pemerintah dan keluarganya. Dana BSPS Rp 17,5 juta langsung masuk rekening KPM, yang  rata-rata mendapat bantuan keluarga untuk mewujudkan rumah harapan sesuai keinginan.

Pasangan Susi-Eko Adi super hati-hati mengelola uang untuk membangun rumah tinggalnya yang ukuran 3,5 x 2 meter dengan kondisi tidak pantas. Ngemper di rumah orang tuanya, berlantai tanah, berdinding gedek, beratap seng lapuk. Ketika hujan bocor, terpaan angin masuk sangat kencang. Sekarang rumah tinggalnya lebih luas menjadi 7,5 x 8 meter, bertembok batako, beratap dan rangka Galvalum, memiliki ruang tamu, tiga kamar tidur, dan MCK memadai.

Dibantu Saudara yang jualan Galvalum di Surabaya. Pekerjaan gotong royong mulai bongkar rumah, kebetukan 7 saudara dari saya dan 7 saudara dari bapaknya (suami, red). “Bapak dan bapak mertua sama-sama tukang,” ungkap Susi, yang mengaku mendapat bantuan dana swadaya dari keluarga sekitar Rp 10 jutaan sehingga rumahnya terasa nyaman untuk dihuni.

Kepala Desa Suparman melalui Kasi Kesra Desa Gumulan Sugeng Cahyono bersama Kasi Perencanaan Abdul Gani mengungkapkan usulan sebanyak 46 unit rumah pada tahun 2019,  permintaan/disampaikan ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), melalui anggota DPR-RI, Ibu Sadarestuwati.

Rumah Maria Ulfa, warga KPM BSPS lainnya, Setelah Renovasi.

Selanjutnya, proposal rumah tidak layak huni melalui proses di Dinas Perkim Jombang. Tahap pertama di Acc  20 unit, kemudian tahap kedua di Acc 11 unit sehingga menjadi 31 unit terealisasi tahun 2020 bersumber dana APBN.

“Ada 15 unit tidak di Acc, tidak lolos verifikasi, karena lokasi tanah bukan milik pribadi dan keadaan rumah sudah permanen,” tukas Abdul Gani  sembari menjelaskan kondisi saat ini rumah yang masuk BSPS sedang finishing, memasang keramik dan kloset WC pada 10 rumah.

“Tentang belanja material warga sendiri, sedangkan  peng-SPJ-an itu menjadi tanggungjawan tenaga pendamping. Alhamdulillah………..terealisasinya BSPS ini disambut riang gembira  Keluarga Penerima Manfaat  Desa Gumulan, yang tahun lalu rumah KPM sempat bocor atap rumahnya, semoga tahun 2020 ini menjadi nyaman apabila ada hujan……!,”  tukas Sugeng Cahyono. (dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here