Hj Mundjidah Wahab: Pembelajaran di Kabupaten Jombang Belum Bisa Secara Tatap Muka, Riskan Terpapar Covid-19

0
1753
Bupati Hj Mundjidah Wahab Didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang Agus Purnomo, SH., M.Si (coklat-kanan), Ketua PGRI Jombang Sudarmadji (batik-kiri), Sekdakab Ach Jazuli (kacamata-2 dari kanan) Memberikan Penjelasan Kepada Awak Media.

Hj Mundjidah Wahab: Pembelajaran di Kabupaten Jombang Belum Bisa Secara Tatap Muka, Riskan Terpapar Covid-19

Jombang, layang.co – Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab menegaskan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Kabupaten Jombang belum bisa dilaksanakan secara tatap muka. Penyelenggaraan cara ini sangat riskan, berisiko tinggi, bisa menimbulkan klaster baru Covid-19 lembaga pendidikan.

“Belum bisa dilaksanakan. Karena daerah kita, statusnya masih kuning terhadap penyebaran  pandemi Covid-19. Yang boleh KBM tatap muka apabila status daerahnya sudah dinyatakan hijau atas hasil evaluasi  tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19,” ungkap Bupati, Selasa (25/8/2020) menjawab pertanyaan awak media.

Pertanyaan tersebut terkait bertambahnya biaya pengeluaran beli paket interner bagi putra-putri mereka.

Diceritakan oleh Bupati, pekan lalu,  pemerintah bersama Dinas Pendidikan sudah melakukan uji coba di SMAN 3 Jombang dan SMK Negeri Kudu. Ternyata, tidak bisa berjalan, karena salah satu siswa SMKN Kudu reaktif, dari hasil test rapid. Padahal, menurut keterangan orang tuanya, anak tersebut tidak pernah aktifitas di luar rumah.

Staregi dalam pelaksanaan uji coba tersebut menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. Anak sekolah harus mengenakan masker, jaga jarak dengan orang lain, tidak boleh berkerumun dengan teman lain, berangkat dari rumah menuju sekolah, tidak boleh singgah ke tempat lain.

“Bahkan, jumlah siswa dibatasi hanya 50% dari kuota rombel, pun model pembelajaran jaga jarak dengan guru kelas. Dengan cara ini pun masih sangat rentan, terpapar virus corona,” jelas Bupati.

Atas gagalnya KBM tatap muka di SMKN Kudu, imbuh Bupati, Pemerintah berinisiatif dilaksanakan di SMKN Wonosalam, namun juga belum bisa karena butuh persiapan yang matang, fasilitas dan sarana upaya penanggulangan penyebaran Covid-19 belum tersedia maksimal, katanya.

Sementara itu saat menyampaikan sambutannya dalam rangkain pengukuhan Dewan Pendidikan Jombang, Bupati berharap pengukuhan dalam upaya menyegarkan kembali tekad dan komitmen pengembangan dunia pendidikan Jombang. Lembaga ini bertujuan mewadahi dan menyalurkan aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan baru program pendidikan.

Bupati minta Dewan Pendidikan untuk melakukan terobosan dan inovasi dalam rangka mengantarkan peserta didik mencapai kompetensi utama meraih cita cita masa depan yang cerah.

Berbuatlah yang terbaik dimanapun kita dipercayakan untuk mengemban bakti sebagai kontribusi bagi keberhasilan pendidikan yang berlangsung di daerah tercinta ini demi mendukung tercapainya visi bersama mewujudkan Jombang Berkarakter dan Berdaya Saing, ajak Bupati.

“Saya menaruh harapan, agar pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang yang telah dikukuhkan dapat menyumbangkan tenaga, pikiran dan waktunya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Jombang. Maka dari itu, Dewan Pendidikan harus memahami kedudukan, sifat, tujuan, peran dan tugas pokok dan fungsinya serta hubungan antara organisasi, antara Dewan Pendidikan dengan Pemerintah Daerah, DPRD, Dinas Pendidikan serta Komite Sekolah bersifat Koordinatif,” tutur Bupati Jombang.

Dewan Pendidikan diharapkan benar-benar dapat memberi rekomendasi dan saran serta motivasi dan inspirasi juga dapat menampung keluhan dari berbagai elemen di Kabupaten Jombang soal Pendidikan.

“Saya juga mengajak Dewan Pendidikan untuk dapat bersinergi bersama pemkab dan bisa berkoordinasi guna meningkatkan kualitas pendidikan di Jombang. Terlebih, pendidikan adalah salah satu tolak ukur kemajuan IPM di Jombang, Maka dari itu kita harus bergerak memajukan pendidikan di Jombang,” tambahnya. (ns/dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here