Hindari Klaster Cabor, Kejurkab 2020 Harus Patuh dan Jalankan Protokol Kesehatan  Covid-19

0
291
Rapat Koordinasi Bersama Cabor untuk Menentukan Jenis Kegiatan Virtual, Training Camp, atau Ofline, Kejurkab dalam Suasana Pandemi Covid-19.

Hindari Klaster Cabor, Kejurkab 2020 Harus Patuh dan Jalankan Protokol Kesehatan  Covid-19

Jombang, layang.co – Guna menghindari munculnya klaster baru penderita Corona Virus Desease (Covid-19) maka Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Olahraga yang sudah diagenda Pengurus Cabang Olahraga dalam kaitan PHBN HUT RI ke-75 tahun 2020 ini setiap atlet, pelatih, pegiat dan penonton wajib patuh dan mengikuti aturan Protokol Kesehatan.

“Secara pribadi, panitia, pelatih dan pegiat untuk tidak sungkan mengingatkan agar hadirin waspada dan mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, atau menyemprot dengan hand sanitizer, serta tidak usah berpelukan untuk merayakan kemenangan,” tutur Ir H Arifin M, Ketua Harian KONI  Kabupaten Jombang saat memimpin rapat koordinasi bersama Pengurus Cabor peserta Kejuarkab, Rabu (12/8).

Rakor dilaksanakan untuk memastikan mekanisme Cabor dalam menggelar Kejurkab, apakah secara virtual, ofline atau training camp. Pemilahan jenis kegiatan ini dalam upaya menekan penyebaran Covid-19, disisi lain kegiatan seleksi atlet oleh cabor harus tetap dijalankan, karena prestasi tidak boleh berhenti, kendati dalam suasana pandemi.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kabid Olahraga Disporapar Drs Sukar, Kasi Sarpras Heri, Ketua Umum KONI H Tito Kadar Isman, S,Psi, S.Pd., M.Si, c.Ht, para Pengurus Cabor. Dari 37 Cabor dibawah koordinasi KONI ada 27 Cabor yang menggelar Kejurkab, mayoritas melaksanakan dengan cara Traing Camp, yakni melakukan kegiatan seleksi mandiri di tempat yang biasa jadi lokasi latihan.

Cabor Karate menggelar secara virtual pada Kelas Kata, yakni atlet bertanding dengan cara Video Zoom, Wasit Juri menyaksikan melalui daring. Sedang Cabor yang menggelar secara online yakni Bridge, para atlet tidak saling jumpa tetapi melalui jaringan internet. Cabor Senam secara ofline, masing-masing klub menggelar seleksi dengan cara mengirim video rekaman kepada wasit juri, untuk dinilai dan mendapatkan point, meraih juara.

Ketua Umum KONI menyampaikan, Panitia Seleksi Cabor boleh memungut uang pendafaran atau sponsor mengingat bantuan biaya penyelenggaraan dari KONI hanya Rp 3 jutao tiap Cabor, termasuk untuk Piala, Piagam dan biaya-biaya lain.

Sesungguhnya tahun 2020 ini ada Porkab, kejuaran multi event berjenjang, yang biaya disiapkan oleh Disporapar, namun terdampak Covid-19 sehingga anggaran kena revitalisasi. Tetapi prestasi atlet harus terakomodir, stok atlet untuk persiapan Porprov harus ada sehingga KONI tetap menyelenggaran single event berjenjang, Kejurkab. Para juara akan mendapat Piagam, yang akan berfungsi untuk masuk sekolah jenjang pendidikan ajara baru, jelas Tito.

Drs Sukar, Kabid Olahraga sangat mendukung agenda Kejurkab. Selebihnya, dia minta Pengurus Cabor membuat profil meliputi data atlet berprestasi, nama, alamat lengkap, posisi saat ini. Sedangkan untuk pelatih yang memiliki sertifikat level apa saja. Jumlah klub dan atlet yang dibina Cabor ada berapa.

“Data dari profil ini akan menjadi base data,  akan diinput ke SAKIRA (Sistem Administrasi Keolahragaan) Pemkab Jombang. Adanya data prestasi ini akan menjadi dasar usulan permintaan kenaikan anggaran pembiayaan Cabor. Jadi, kalau bicara atlet Karate, nama atlet ini tinggal klik muncul, atlet cabor lainnya juga demikian,” ungkapnya.

Sukar juga menyampaikan, ucapan terima kasih atas apresasi Bupati, yang mana Disporapar mendapat perhatian dengan kewenangan merawat GOR Merdeka, dinataranya, bulan depan akan dilakukan perbaikan lantai GOR yang kini dalam kondisi rusak, tidak layak pakai. “Mohon dukungan akan diperbaiki dengan dana PAK tahun 2020 ini,” ujarnya. (dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here