Sekdin Pertanian: Kebutuhan Pupuk Subsidi Sesuai E-RDKK, di Jombang Tiada Kelangkaan

0
305
Supriyanto, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Senin (3/8/2020).

Sekdin Pertanian: Kebutuhan Pupuk Subsidi Sesuai E-RDKK, di Jombang Tiada Kelangkaan 

Jombang, layang.co – Dinas Pertanian Kabupaten Jombang berharap, meski pandemi corona virus desease (Covid-19) belum tahu kapan berakhir, namun para petani diharapkan tetap semangat menjalankan usaha pertaniannya, dengan cara meningkatkan beragam hasil produksi usahanya.

“Harapan kami, dalam suasana pandemi Covid-19 ini petani terus semangat untuk meningkatkan hasil produksi, apapun itu. Dan mendapatkan nilai jual pasar yang tinggi. Dengan demikian otomatis kalau harga pasarnya tinggi, kesejahteraan petani akan menjadi meningkat,” harap Supriyanto, Sekertaris Dinas Pertanian Jombang, saat ditemui layang.co, Senin (3/8/2020).

Hal tersebut disampaikannya berkaitan dengan kekhawatiran petani terhadap kebutuhan pupuk bersubsidi menghadapi musim kemarau.

“Tidak usaha khawatir, tiap tahun pupuk subsidi di Jombang tercukupi. Tidak pernah langka, karena rencana kebutuhan sudah tersusun dan terjadwal dengan baik,” ucap Supriyanto.

Menurutnya, realisasi kebutuhan pupuk setiap musim tanam sudah sesuai kebutuhan. Karena penyusunan kebutuhan pupuk subsidi  dimulai dari pembuatan e-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).

Penyusunan itu melibatkan  kelompok tani,  mengumpulkan masyarakat tani anggotanya,  setahun sebelum tanam dilakukan. “Tercatat 1.220 Kelompok Tani sudah mempunyai rencana jenis tanam apa untuk tahun depan, sehingga terkait dengan berapa pupuk yang dibutuhkan tiap musim tercukupi,” jelasnya.

“e-RDKK ditingakt Desa (Gapoktan), selanjutnya rekapitulasi ditingkat kecamatan, dan akumulasi rekapitulasi ditingkat Kabupaten, dikirim ke Provinsi hingga ke tingkat Pusat. Kalau Jombang menggunakan pupuk produk Petro Kimia, relatif  nyaman,” ungkap  Sekdin Pertanian ini.

Akan tetapi, lanjutnya, cukup disesalkan data kebutuhan  yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat tidak sesuai  dengan e-RDKK yang diajukan. Hal ini karena menyesuaikan kemampuan anggaran pemerintah.

“Sebagaimana kita tahu anggaran itu harus dibagi ke seluruh Indonesia. Akhirnya, besar  subsidi pupuk itu keluar sekitar 60-70% dari pengajuan E-RDKK masing-masing area,”pungkas Sekertaris Dinas Pertanian ini.

Untuk menghindari kekurangan pupuk petani bisa berinisiatif sebagaimana program Dinas Pertanian Jombang yaitu pembuatan pupuk organik dari kompos. Seperti MOL (Mikro Organisme Lokal). Pupuk organik akan menambah kesuburan tanah.

Selain bahan MOL  bisa didapati dari campuran limbah rumah tangga berupa sayuran, buah maupun nasi yang tidak dikonsumsi lagi. Bahkan  bonggol pisang, daun yang kering dicampur tetes dan EM (effective microorganism) bisa untuk meningkatkan kesuburan produkfitas pertania, pungkasnya. (and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here