Realisasi PAMSIMAS untuk 17 Desa di Kabupaten Jombang Bersumber Dari APBD dan APBN Tahun 2020

0
390
Madya, Kasih Air Bersih, Dinas Perkim Kabupaten Jombang. Foto: Anida Kusuma.

Realisasi PAMSIMAS untuk 17 Desa di Kabupaten Jombang Bersumber APBD dan APBN Tahun 2020

Jombang, layang.co- Sebanyak 17 Desa di Kabupaten Jombang yang bakal menerima realisasi pembangunan Penyerdiaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) tahun 2020 ini sumber anggarannya dari APBD Rp 200 juta dan dari APBN Rp 450 juta.

Proses pengusulan dan pengawalan hingga terpilih menjadi desa masuk klasifikasi penerima proyek ini cukup lama, yang sementara ini sudah pada tahap tandan tangan kontrak dan sosialisasi teknik.

“Prosesnya relatif lama, sejak dari akhir tahun 2019 kemarin, mulai dari tahap penentuan desa, klasifikasi desa itu mau mengerjakan apa, kenapa desa itu memilih Pamsimas. Itu bagian dari pertimbangan,” ungkap Madya, Kasi Air Bersih Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Jombang saat ditemui layang.co, Senin (27/7).

Jombang menjadi Kabupaten yang terpilih untuk program nasional PAMSIMAS menurut putusan kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No 566/KPTS/M/2015. Tujuan program ini untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat yang pembangunannya diserahkan ke desa melalui model full swaklola.

Sedangkan untuk 12 desa atau 12 titik PAMSIMAS dengan anggaran dari APBN masing-masing senilai Rp 245 juta, terletak di utara Brantas meliputi Desa Bakalan Rayung, Kecamatan Kudu, Desa Manunggal Kecamatan Ngusikan, Desa Jipurapah Kecamatan Plandaan, dan dua desa di Kecamatan Megaluh yaitu  Desa Turipinggir dan Desa Gongseng.

Sedangkan di selatan Sungai Brantas berada Desa Pojokkulon dan Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Desa Kedungpapar Kecamatan Sumbito. Selain itu juga tiga desa berada di Kecamatan Mojowarno yakni Desa Karanglo dan Desa Rejoslamet.

Sedangkan Sumber Pendanaan dari APBD dengan dana Rp. 200 juta per desa meliputi 5 Desa yakni Desa Bareng, Kecamatan Bareng. Di Kecamatan Mojowarno meliputi Desa Grobogan, Japanan dan Desa Sumberejo, Kecamatan Wonosalam.

“Kami hanya monitoring dan pendampingan bahwa cara pasang pipa yang benar seperti ini, cara sambungan rumah yang benar seperti ini cara pengeboran, pembinaan,” papar Madya

Perihal penerimaan dana tersebut langsung di tranfer ke rekening Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) masing-masing desa, pihak Dinas Perkim tidak menerima dana sepeser pun. Untuk rencana kegiatan dan pembangunannya juga Pemdes yang membuat, imbuh Kasi Air Bersih Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Jombang ini. (and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here