Gus Sentot, Ketua MPC Pemuda Pancasila Buka Lomba Mancing “Sodaqoh” di Dusun Kalianyar, Kecamatan Ploso, Jombang

0
278
Penghobi Mancing dengan semangat Mengikuti Lomba Mancing Sodaqoh, Sabtu (18/7/2020)

Gus Sentot, Ketua MPC Pemuda Pancasila Buka Lomba Mancing “Sodaqoh” di Dusun Kalianyar, Kecamatan Ploso, Jombang

Jombang, layang.co – Ketua Majelis Pengurus Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Jombang M Syarif Hidayatulloh, ST, M.T.,  atau yang akrab dipanggil Gus Sentot, Sabtu (18/7) malam membuka lomba mancing “Sodaqoh”, yang berlangsung sungai lingkup Dusun Kalianyar, Desa Gedongombo,Kecamatan Ploso.

“Tujuan mancing ini untuk menghibur, disamping untuk menghimpun partisipasi warga sekitar bersodaqoh, atas uang pendaftaran peserta. Di Dusun ini, sedang membangun Masjid, agar lebih cepat rampung, maka butuh empati warga, berupa sumbangan,” jelas Gus Sentot usai membuka acara tersebut.

Gus Sentot (dua dari kanan) Photo Bersama Usai Membuka Lomba Mancing.

Kegiatan tersebut diramaikan pengurus dan simpatisan Pemuda Pancasila yang hadir mengenakan seragam khas PP, doreng hitam, kombinasi warga oranye.

Sekitar 25 orang warga setempat sebagai peserta, dengan uang pendaftaran 20 ribu untuk satu stik pancing. Apabila satu orang memasang dua stik, dikenakan 35 ribu. Lokasi pancing, yakni anak sungai di Dusun Kalianyar. Dengan dipetak pakai jaring dua sisi, ikan lele segar 15 kilogram dilepas untuk diperebutkan sebagai subyek pancing.

Prawoto,  Ketua Panitia kegiatan mengatakan, uang hasil pendaftaran seluruhnya akan diserahkan sebagai “Sodaqoh” untuk membantu pembangunan Masjid Al-Amin. Kegiatan ini, akan dilakukan pada hari-hari berikut. Memperhatikan semangat warga banyak yang hobi memancing.

Peserta Berhasil Memancing Ikan Lele.

“Ikan yang terpancing boleh dibawa pulang. Bagi yang mendapatkan ikan lele dengan atribut berpita, yang sudah dipasang oleh panitia akan mendapat hadiah Rp 100 ribu, dengan posisi terpancing pada mulut ikan,” janji Prawoto. Bahan ikan lele segar yang dilepas sebanyak itu, diperoleh dari donatur, tambahnya.

Pengamatan layang.co, berjarak 20 meter dari lokasi pemancingan terdapat Masjid Al-Amin berukuran 10 x 8 meter sedang tahap pembangunan fisik, dengan kontruksi beton permanen. Dinding berbahan batu bata merah, belum dilepo, tempat wudhu masih kondisi belum tertata. Tiang teras dalam tahap penyempurnaan.

Lantai dan atap belum rampung. Untuk antisipati air hujan turun/masuk ke dalam  Masjid, telah dipasang penutup terpal. Sedangkan lantai dalam kondisi rabat semen, belum ada keramik. Di halaman Masjid, tergerai gundukan pasir, sisi kanan kiri badan Masjid tampak kayu-kayu, jendela belum ada kaca, pintu belum tersedia.

“Lokasi Masjid tanah waqoh, warga setempat. Biaya pembagunan partisipasi warga sekitar, dan sejumlah donatur, hamba Allah SWT. Agar lebih cepat rampung kami berupaya menghimpun dana, halal dari berbagai sumber,” tukas Prawoto, Ketua Ranting NU Desa Gedongombo, yang berpresi sebagai jurnalis ini.  (dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here