SMPN 1 Jombang Lakukan MPLS Secara Virtual, Siap Bantu Pulsa Bagi Siswa tidak Mampu

0
606
Bambang Setiawan (kanan) Wakasek Bidang Kesiswaan dan Eko Andik Budiarto, Kasi Kesiswaan SMPN 1 Jombang.

SMPN 1 Jombang Lakukan MPLS Secara Virtual, Siap Bantu Pulsa Bagi Siswa tidak Mampu

Jombang. layang.co – Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Jombang melaksanakan program kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru secara virtual, online selama tiga hari, 13 – 15 Juli. Siswa belajar di rumah dengan pengawasan orang tua.

Kasek Alim, M.Pd ketika dihubungi melalui Bambang Setiawan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan mengatakan, sistem MPLS virtual menggunakan gadget milik orang tua dan milik siswa. Jaringan menggunakan web milik SMPN 1, akan tetapi terkadang trouble, sehingga ling menggunakan Group WA siswa,  dan Group WA orang tua dengan guru pembimbing.

Hari pertama MPLS, kata Bambang, dengan agenda pengenalan lingkungan sekolah secara fisik, meliputan lokasi sekolah, bentuk fisik sekolah, ruang belajar masing-masing kelas, ruang guru. Selain itu juga ditunjukkan tenaga sumber daya manusia (SDM) sekolah, seperti dikenalkan siapa Kepala Sekolah, guru kelas, guru mata pelajaran, wali kelas bagi siswa kelas VII.

“Semua itu disampaikan melalui foto, video, dan lembar PDF. Jadi, bisa disaksikan berulang kali,” jelas Bambang Setiawan yang juga guru kelas mata pelajaran Bahasa Inggris ini.

Memasuki hari kedua, materi yang dikirim ke HP siswa meliputan pengetahuan kurikulum mata pelajaran  kegiatan akademis kelas VII, ekstrakurikuler, dan kegiatan keorganisasian kesiswaaan.

Hari ketiga, meliputi materi cara efektif belajar di rumah. Meliputi panduan mata pelajaran dan jadwal kegiaan pembelajaran. Diantaranya, materi tentang pengetahuan Mars SMPN 1.

Meski Pembelajaran Berlangsung di Rumah, di Halama SMPN 1 Jombang, Disediakan Sarana Protokol Covid-19, Tempat Cuci Tangan Dengan Air Mengalir dan Sabun.

Dari materi yang dikenalkan itu, setiap siswa mendapat tugas dari sekolah. Tugas-tugas itu, jawabannya harus dikirim ke geogle form, yang terinci geogle class room. Yang seharusnya, dikirim melalui geogle web SMPN 1 apabila lancar. Tetapi, terkadang ada kendala dalam sistem pengiriman.

Sebab itu, bisa dikirim group WA dengan cara scrint shot, akan lebih mudah. Dalam tugas ini, pihak sekolah tidak mempersulit. Bahkan pihak sekolah siap membantu pulsa bagi yang tidak mampu,” tukas Bambang Setiawan didampingi Kasi Kesiswaan Eko Andik Budiarto, S.Pd, Selasa (14/7).

Terkait bantuan pulsa, kata Bambang, orang tua harus datang ke sekolah. Untuk mendapat klarifikasi, guna mengetahui keadaan orang tua dan siswa layak mendapat bantuan apa tidak. Untuk menentukan bisa menerima bantuan, bisa terpantau  dari kesulitan kirim tugas-tugas kesiswaan.

Cara evaluasi agar mendapat pulsa, bisa diketahui dari keterlambatan atau kesulitan kirim tugas. Besar bantuan pulsa paket internet antara Rp 35 ribu sampai dengan Rp 40 ribu per siswa. Pengalaman bantuan pulsa, menurut Bambang, sudah dijalankan pada kelas 8 dan 9 awal tahun 2020 ini, ketika sistem pembelajaran melalui online, karena pandemi Covid-19.

“Jumlah anak yang mendapat bantuan pulsa kelas 8 dan 9 sebanyak 110 siswa. Saat ini untuk kelas VII yang baru masuk sudah tercatat 34 siswa dari 10 kelas VII. Kami terus mendata, demi kelancaran sistem pembelajaran,” ungkapnya.

Menjawab dari mana sumber anggaran untuk bantuan pulsa, dia menjelaskan dana itu bisa diambilkan dari dana BOS (Biaya Operasional Siswa). Sebelumnya tidak tercantum item untuk pulsa tetapi diperbolehkan melakukan perubahan penggunaan anggaran BOS, pungkasnya. (dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here