Bansos APBD Jombang Rp 176,2 Juta Terdistribusi dalam 4 Jam untuk 881 KK Warga Watudakon Kesamben

0
711
Petugas dari Bank Jombang Dibantu Perangkat Desa Menyerahkan Dana Bantuan Sosial Dampak Covid-19 Senilai Rp 200 ribu

Bansos APBD Jombang Rp 176,2 Juta Terdistribusi  dalam 4 Jam untuk 881 KK Warga Watudakon Kesamben

Jombang, layang.co – Sebanyak 881 Kepala Keluarga (KK) warga Desa Watudakon Kecamatan Kesamben, hari Minggu (10/5) pagi menerima dana bantuan sosial bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jombang masing-masing sebesar Rp. 200.000/KK, atau total senilai Rp 176.2 juta.

Pencairan dana Keluarga Penerima Manfaat (PKM) dampak Virus Corona Desieace (Covid-19) ini diterima langsung kepada yang berhak dengan sistem antrian. Mengacu dan memperhatikan protokol Covid-19, yakni menjaga jarak, mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan  langsung kembali ke rumah. Kegiatan disaksikan oleh unsur tiga pilar (Kepala Desa, Babinkabtimas/Kepolisian, dan Babinsa/TNI).

Kepala Desa Watudakon Suharto, S.Sos, S.T menjelaskan penerimaan tahap awal diberikan secara tunai dengan membawa foto KTP dua lembar dan foto copy KK satu lembar sebagai data pembuatan buku rekening Bank Jombang untuk proses tahap kedua dan ketiga bulan berikutnya.

“Alhamdulillah, proses pencairan berjalan lancar. Dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB, rampung pukul 13.00 wib. Terbagi pada tiga titik untuk 4 dusun, dengan menggunakan kupon antrian berdasarkan nomor urut sehingga memudahkan petugas dan warga tidak berjubel,” tukasnya.

Dirincikan oleh Kades Suharto, jumlah warga yang mendapat bantuan senilai Rp 200 ribu bersumber dari APBD Kabupaten Jombang sebanyak 881 KK. Sedangkan yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur ada 359 KK, yang pencairanya dalam waktu dekat.

Selain itu ada warga yang memperoleh bantuan bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2020 ini sebanyak 182 orang dengan nilai bantuan Rp 600 ribu tiap orang.  “Alhamdulillah data usulan dari Desa Watudakon diakomodir semua oleh pemerintah. Akan tetapi, kami mohon maaf, penerimaannya tidak bersamaan waktunya,” urainya.

Warga Tertib Antri DiBalai Desa Watudakon, Kesamben

Penerimaan bantuan ini disambut suka cita oleh warga kami. Karena mayoritas warga kami kaum marjinal terdampak Covid-19.  Mereka ada yang tukang gigi palsu, tukang  nyamber burung emprit, buruh tani, asongan diterminal bus umum. “Mereka nyaris tak bisa aktivitas ekonomi,” ujar Kades.

Dampak Covid-19 bagi warga Desa Watudakon yang memperoleh bantuan meningkat jumlahnya.  Seperti bantuan dana bersumber APBN dari Kementrian Sosial senilai Rp 600 ribu per orang, sejauh ini ada sebanyak 73 orang.

Kemudian yang mendapat bantuan dengan status PKH 307 orang, dan bantuan rutin tiap bulan untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebanyak 247 KPM. Dari jumlah ini akan kami usulkan data baru melalui jalur perluasan BPNT sebanyak 153 orang.

“Total warga Watudakon yang mendapat bantuan sebanyak 2.203 KK, sementara jumlah KK di Desa  Watudakon 2.998 KK. Yang tidak mendapatkan bantuan dan tidak kami usulkan sebagaimana ketentuan yang sudah ditetapkan dalam petunjuk teknis, sehingga tidak ada masalah,” pungkas Suharto. (dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here