Wonosalam Kota Wisata Masa Depan, Kenduri 2020 Durian 15 Menit Ludes Diserbu Ribuan Wisatawan

0
302
Ribuan Pengunjung Mendekat ke Tumpeng Besar Durian di Lapangan Desa Wonosalam, Minggu (8/3/2020)

Wonosalam Kota Wisata Masa Depan, Kenduri 2020 Durian 15 Menit Ludes Diserbu Ribuan Wisatawan

Jombang, layang.co – Wonosalam Kota Wisata Masa Depan, Kebanggaan Warga Jombang. Inilah tema yang tertulis pada  spanduk panjang terpasang melintang dibagian bukit pembatas lapangan Desa Wonosalam, lokasi yang dijadikan tempat Kenduri Durian, Minggu (8/3/2020) untuk ke-8 kali.

Tema yang dikumandangkan oleh pembawa acara “Dari Desa untuk Indonesia”. Melalui kegiatan ini menjadi kebanggaan warga Kabupaten Jombang. Kenduren Durian ini sudah menjadi agenda tahunan sebagai rasa syukur, panen durian petani di Wonosalam melimpah.

Ribuan wisatawan bukan hanya lokal penduduk Jombang, bergulir datang ingin menjadi saksi kemeriahan pesta. Sejak pagi ramai berswafoto latar belakang gunungan buah durian tertata rapi dalam kerumunan masa.

Selain Tumpeng Durian Besar juga Tumpeng berukuran Kecil dari 9 Desa di Wonosalam.

Dipandang dari sisi Pariwisata, boleh dibilang sukses. Acara yang dikoordinasi Wartomo, Kepala Desa Galengdowo selaku Ketua Panitia berjalan lancar meski terkesan terlambat. Pukul 11.30 WIB baru dimulai, sedangkan wisatawan datang mengawali, bahkan tidak sedikit yang bermalam, dirumah famili atau kenalan. Mereka ada yang bertujuan menyaksikan namun ada juga yang ingin berebut didekat tumpeng.

P Mulyanto (62 tahun), warga Pasar Turi Surabaya berangkat hari Sabtu (7/3) pukul 13.00 wib bersama 6 sahabatnya gowees. Mengaku sudah 6 kali datang pada acara ini, bukan bertujuan  berebut buah berduri tajam itu, akan tetapi ingin menikmati suasana meriah.

“Tidak. Tidak ikut berebut durian, tidak ada persiapan dengan sarung tangan. Kami senang lihat suasana meriah kekeluargaan,” tukasnya.

Pesta durian tahun ini relatif lebih tertib. Tidak ada pelemparan buah durian dari gunungan. Dipetik, bagikan melului tangan ke tangan panitia yang berada di atas gunungan tumpeng. Total sebanyak 2020 buah durian disuguhkan. Terikat di gunungan besar, ditambah sembilan tumpeng buah durian dikombinasi hasil bumi sayur mayur, hortikultural hasil olah tani warga Wonosalam.

Dalam 15 menit, ludes diperbutkan oleh pengunjung. Tidak memperdulikan tanah lapang becek, sepatu sandal hilang atau putus, bahkan kecopetan. Bersama teman, berebut meraihnya, tampak ceria membopong dua tiga buah durian, dengan badan berpeluh keringat keluar lapangan menuju pulang.

Menteri P2DT Abdul Halim Iskandar Bersama Bupati dan Forpimda Jombang Menyaksikan Kemeriahan Pesta Durian

Prosesi itu disaksikan oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, Sekretaris Daerah Jawa Timur, Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab, Anggota DPRD Jombang, Forkopimda, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, Camat, dan ribuan masyarakat dari berbagai penjuru.

Hujan pada malam hari, cuaca berawan pada siang menjadikan tiada gerah, gerimis jatuh turut menutup pesta berakhir.

Dari atas panggung Bupati Jombang mengatakan hasil bumi Wonosalam tidak hanya durian saja tapi ada Manggis, Salak, Alpukat, Rambutan yang rasanya tidak kalah dengan daerah lain. Dan banyak tempat wisata seperti Banyu Mili, Kampung Jawi, De Durian Park, Sumberbiru, Kampung Adat Segunung, Gua Sigolo-golo, PDP (Perusahaan Daerah Panglungan) dan masih banyak lainnya.

“Adanya Kenduren Durian ini menjadikan Wonosalam sebagai destinasi wisata yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Durian merupakan magnet perekonomian di Wonosalam. Gerai lain mengikuti, stand UKM dari 9 Desa di Wonosalam barangnya habis terbeli pengunjung. Warga yang sehari-hari tidak buka warung ikut buka, ramai tiada henti melayani konsumen. Warung kopi juga tiada sepi. Wonosalam tiada lelap semalam, hari itu. Durian asal Ngantang, Malang pun habis terbeli oleh pengunjung. Mereka ingin pulang membawa durian. Meski bukan durian Wonosalam.

Abdul Halim Iskandar menyatakan, saya sangat bangga dengan buah durian Wonosalam seperti durian Bido dan durian Montong yang punya rasa khas sendiri. Saya akan mengajak 9 Kepala Desa dan BUMDes ke Jakarta untuk diberi pelatihan dan penguatan BUMDes agar Kecamatan Wonosalam bisa jadi ikonnya Kabupaten Jombang serta Wisata Wonosalam cepat maju dan berkembang.

Terpisah kepada media, Wartomo menyampaikan, terima kasih atas do’a, dukungan, support dan bantuan atas terlaksananya Kenduren Durian Wonosalam tahun 2020.

“Atas nama Panitia saya memohon maaf sebesar-besarnya. Kritikan, saran dan masukan akan kita akomodasi sebagai bahan evaluasi demi kebaikan kedepannya. Tidak ada kebaikan tanpa ada kekurangan, kita harus tetap semangat dan selalu berbuat demi kemajuan Wisata Wonosalam,” katanya

Dalam kesempatan tersebut Menteri Desa PDT & Transmigrasi dan Bupati Jombang juga menyerahkan hadiah untuk pemenang Kontes Durian Wonosalam yang dilaksanakan tanggal 1 Maret. Juara 1 Nomor 22 Durian Salamun dari Dusun Segunung, Juara 2 Nomor 31 Durian Gayatri dari Desa Carangwulung, Juara 3 Nomor 01 Durian Lang dari Dusun Jarak dan Juara Harapan 1 Nomor 08 Durian Kuncung dari Dusun Notorejo, Juara Harapan 2 Nomor 10 Durian Arja dari Dusun Jarak.

Ditetapkan sebagai pemenang penyaji tumpeng terbaik dari 9 desa, yakni Juara I dari Desa Umbulrejo, Juara II dari Desa Galengdowo, dan Juara III dari Desa Carangwulung. (dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here