Musrenbangcam Kesamben: Tiga Prioritas Tahun 2021, Infrastruktur Jalan Raya, Antisipasi Banjir dan Bantuan Saprodi Pertanian

0
355
Musrenbangcam Kesamben Dibuka Sekdakab Jombang Dr H Ach Jazuli, M.Si., Senin (17/2/2020)

Musrenbangcam Kesamben: Tiga Prioritas Tahun 2021, Infrastruktur Jalan Raya, Antisipasi Banjir dan Bantuan Saprodi

Jombang, layang.co – Tiga skala prioritas  pembangunan di wilayah Kecamatan Kesamben diharapkan tahun 2021 bisa terwujud. Yakni, pertama, realisasi perbaikan infastruktur jalan raya dalam lingkup Kecamatan Kesamben, kedua, antisipasi banjir pada daerah endemik langganan, dan ketiga perhatian pemerintah memberikan bantuan sarana produksi pertanian.

“Realisasi tiga skala prioritas ini sangat penting.  Perbaikan dan pelebaran jalan raya, sangat mendesak. Solusi, alternatif antisipasi banjir di Desa Jombok dan Desa Jombatan, agar tidak menjadi langganan juga penting,”  ungkap  Agus Santoso, S.Sos., Camat Kesamben usai seremonial pembukaan Musrenbangcam, kepada layang.co. Senin, 17 Pebruari 2020.

Menurut Agus, kondisi jalan di wilayah Kesamben depan Kecamatan relatif sempit. Jalur ke timur menuju Mojoketo kurang representatif,  ini mengingat mobilitas warga kesamben sebagian besar lebih aktif ke Mojokerto. Jalur ke Sumobito-Jombang, sempit dan bergelombang. Jalur menuju Ploso-Jombang juga serupa, butuh peningkatan kualitas.

Mayoritas warga Kesamben, usaha tani, namun kendala yang dihadapi, terkena musibah banjir dan hama tikus. Selain faktor alam, bencana, gagal panen mulai dari tebar benih hingga musim tanam, sering gagal karena musibah tadi. Mereka kesulitan dan merugi.

“Sebab itu, mereka menyampaikan keluhan, berharap mendapat bantuan benih kepada pemerintah. Aspirasi ini tetap kita tampung, dan kita tuangkan dalam masukkan Musrenbangcam, tentang realiasi itu sangat diharapkan warga yang membutuhkan,” tukas Agus Santoso mantan Sekcam Plandaan ini.

Solusi banjir, kata Agus, sudah terpikirkan saat Bupati Ibu Mundjidah Wabah bersama rombongan melakukan kunjungan ke daerah banjir di Dusun Beluk, Desa Jombok, yakni akan dilakukan normalisasi saluran. Tindak lanjut ini akan dilakukan kerja sama dengan pihak Provinsi Jatim, sebagai Pengelola Jaringan Balai Besar Wilayah Brantas.

Ada beberapa usulan dari desa,  permintaan bantuan sarana pertanian, traktor. Karena sebagian para petani terlambat ngolah lahan akibat kurangnya mesin yang dimiliki. Kalaupun ada sifatnya menyewa dan bergilir, sehingga saat musim hujan turun tanaman masih kecil dan rawan mati, tambah Camat Agus mantan Kasi Pariwisata Dinas Pemuda Olaharaga ini.

Kecamatan Kesamben yang terdiri dari 14 Desa dalam tahun 2020 ini akan mendapat kucuran anggaran sekitar Rp 22,3 milyar yang bersumber dari Dana Desa  (DD) sebanyak Rp 13,3 milyar lebih, Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar  Rp 5,9 milyar, dan dana PDRD sekitar Rp 789 juta lebih.

Selain itu, setiap desa akan mendapatkan anggaran sebanyak 200 juta diperuntukan program Berkadang (Jombang Berkarakter dan Berdayasaing). “Dana-dana ini sudah ada ploting dan harus dilaksanakan sesuai dengan pos  yang sudah ada,” tuturnya.

Sekdakap Jombang Dr H Ach Jazuli, M.Si saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka Musrenbangcam mengingatkan kepada warga desa di Kecamatan Kesamben, untuk tidak kecewa dan bisa memaklumi jikalau banyak usulan yang disampaikan belum bisa terealisasi.

“Sebenarnya, Pemerintah Kabupaten, ingin menuruti semua usulan yang sudah dibahas mulai dari desa. Akan tetapi, karena anggaran yang kita miliki terbatas, sehingga kami harapkan skala prioritas utama yang harus diimplementasikan,” tutur Ach Jazuli yang mengaku keluarganya berasal dari Dusun Bahudan, Desa Wuluh Kecamatan Kesamben ini.

Jazuli yang datang ke Kesamben didampingi sejumlah Pimpinan OPD Pemkab Jombang seperti Kadis Kesehatan Dr dr Subandriyah, Sekretaris Bappeda Danang, dan pejabat lainnya, Jazuli mengatakan, sebagaimana seruan Ibu Bupati, kita harus mempertahankan dan menjaga hasil pembangunan yang sudah baik, dan memperbaikin perihal yang belum baik.

“Musrenbangcam ini sudah dibahas matang ditingkat desa, oleh karena, dengan anggaran yang diterima bisa memporsikan skala prioritas. Sudah sesuai kebutuhan apa tidak. Filosofinya, punya uang sedikit cukup,  punya uang banyak belum tentu tepat penggunaannya,”  pungkasnya. (dan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here